
Athar dan Mina tampak bergandengan tangan mengelilingi mall. Mina sangat bersemangat memilih baju yang ingin ia kenakan besok bersama Athar.
Hingga tiba saat Mina membeli skincare berhubung stok di rumah sudah habis. "Kami ada promo lipstik bagus nih kak, silahkan di lihat lihat dulu, siapa tau kakak minat," ucap seorang perempuan yang hendak promosi.
"Oh nggak kak, saya nggak pake pake lipstik gitu, makasih.." ucap Mina dan langsung menarik tangan Athar setelah ia membeli skincare itu.
"Kenapa kamu nggak mau sayang.." tanya Athar.
"Lipstik Semerah itu kan milik pelakor mas, berarti mba tadi menyediakan senjata pelakor dong ya.."
"Astaghfirullah sayang..ih kamu kok gitu, maksud aku kalaupun kamu beli kan pakainya bisa di rumah aja, lagian kamu jangan ngomong gitu ah, nggak baik,"
"Iya..iya..cuma bercanda mas,"
Tiba-tiba hp Athar berdering. Ia buru-buru mengangkat telpon itu. Ternyata Telpon dari orang tua Athar.
"Siapa mas?" tanya Mina yang penasaran
"Bunda," Jawab Athar.
"Halo assalamualaikum bunda.."
"Waalaikumussalam..gimana kabar kalian nak," sapa bunda di telpon.
"Alhamdulillah baik Bun, bunda sama ayah gimana, sehat kan?"
"Iya Alhamdulillah sehat, bunda kangen sama kamu dan Mina, jadi besok kami akan ke rumah mu ya,"
"Oh iya Bun, Athar juga kangen sama bunda,"
"Ya sudah, bunda cuma mau ngomongin itu aja, kamu silahkan lanjutin aktivitas kamu, assalamualaikum," ucap Bunda dan mematikan Telpon.
"Waalaikumussalam.."
"Apa kata bunda mas?" tanya Mina yang sedari tadi penasaran dengan pembicaraan Athar dan bundanya.
"Ayah sama bunda mau datang ke rumah kita besok,"
__ADS_1
"Bagus dong mas, aku juga kangen sama mereka," ucap Mina bersemangat. Bagaimanapun juga orang tua athar adalah orangtuanya juga. Hingga ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan ayah bunda.
...**...
Keesokan harinya,
Athar menunggu Mina yang masih berdandan untuk ke nikahan Bagas. Sudah hampir satu jam Athar menunggu namun Mina tak muncul muncul.
"Sayang udah belum..." panggil Athar
"Iya..bentar ya mas.." sahut Mina dari arah kamar, tak lama kemudian Mina pun keluar dari kamar dengan penampilan sederhana tanpa riasan make up sedikitpun.
"Kamu selama itu ngapain sayang, orang kamu nggak pake apa apa,"
"Tadinya aku pakai makeup mas, cuma pas aku lihat ke kaca malah cantik bangat, ya aku hapus aja,"
"Kenapa di hapus?"
"Kan kamu yang bilang kalau istri itu hanya berdandan di hadapan suaminya,"
Athar pun tersenyum mendengar itu. "Iya deh iya..kamu emang istri yang paling penurut dengan perintah suaminya,"
Sesampainya di sana , Athar tampak berjalan sambil menggandeng tangan Mina. Penampilan keduanya yang mengenakan baju couple menjadi perhatian sebagian orang terlebih karena Athar terlihat tampan dan Mina pun terlihat cantik.
"Selamat ya Bagas, semoga keluarga mu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap Mina saat ia menemui Bagas dan istrinya yang duduk di pelaminan.
"Makasih Mina," ucap Bagas, meski kini hatinya serasa berat.Ia masih berandai andai jika sekiranya Mina yang menjadi pengantin wanitanya. Namun takdir sudah berkata lain.
"Selamat Bagas, jadi suami yang baik ya.." ucap Adam sembari menjabat tangan Bagas.
"Makasih thar," kata Bagas sembari tersenyum menatap Athar dan Mina yang tampak serasi.
Mereka tidak begitu lama di acara pernikahan Bagas karena hari ini ayah dan bunda akan datang ke rumah. Tak lama kemudian Athar dan Mina bergegas pulang.
"Mas.." panggil Mina saat Athar menyetir mobil.
"Iya sayang,"
__ADS_1
"Tadi kamu lihat lihatin perempuan cantik kan, ngaku aja deh mas, makanya tadi kamu sering bengong,"
"Astaghfirullah...nggak sayang, aku mana ada lirik wanita lain, kan udah ada kamu,"
"Terus kenapa tadi kamu lihat perempuan Mulu, mata kamu hari ini udah banyak melihat perempuan mas,"
" kamu kok gitu sayang...kan nggak mungkin juga kita mengusir semua perempuan yang ada di pesta, aku juga nggak lirik siapa siapa kok, itu cuma perasaan kamu aja kali,"
"Awas aja ya mas, kalau sampai kamu lirik perempuan lain, kamu ingat Tante Maya kan mas,"
"Sayang .. kamu mau menakut-nakuti aku ya, kamu licik deh, jadi kamu ngancam aku dengan kehadiran Tante Maya,"
"Iya lah..kalau kamu macam macam, nggak tau deh apa yang akan Tante Maya lakuin sama kamu," lanjut Mina yang sengaja menguji Athar. Dan Ia tak serius mengatakan itu.
Sampailah di depan rumah, ternyata ayah dan bunda sudah menunggu di sana. Mereka telah sampai sedari tadi. Namun keduanya hanya menunggu Athar dan Mina di teras rumah.
"Assalamualaikum.." ucap Athar dan Mina yang menemui orang tuanya.
"Waalaikumussalam.. akhirnya kalian datang juga nak.." jawab ayah yang juga merindukan putranya.
Mina mencium tangan Bunda dan ayah saat ia menemui keduanya di teras. "Ayo silahkan masuk ayah..Bunda.." ucap Mina seraya menyambut kedatangan orang tua mereka itu.
Ayah memperhatikan seisi rumah, ia tak menyangka ternyata rumah milik Athar cukup besar di usia Athar yang masih muda.
"Ayah bangga sama kamu thar..masih muda udah punya rumah sebesar ini,"
"Ini kan berkat doa ayah sama bunda juga," tutur Athar menatap ayahnya Yang duduk di ruang tamu.
"Gimana rumah tangga kalian nak, kalian nggak ada berhantam berhantam kan," tanya Bunda sembari menatap Athar dan Mina.
Tentu keduanya tak akan menceritakan beberapa kesulitan yang akhir akhir ini mereka lewati.
Mulai dari perlakuan tidak baik Mina pada Athar di awal pernikahan, hingga peristiwa kemarin ketika Athar tertusuk pisau. Mereka tak berani menceritakan apa apa karena khawatir hubungan dengan keluarga mina akan kacau.
"Alhamdulillah..semuanya lancar Bun," ucap Athar dengan senyuman seolah tidak pernah ada masalah di antara mereka.
"Alhamdulillah...ayah senang kalian bisa saling mencintai, terimakasih Mina, berkat kamu anak kami jadi tumbuh sebaik ini, ayah masih ingat betul dengan kepribadian Athar yang kacau saat ia masih SMA, tapi karena kamu..dia berubah drastis hingga sekarang ini," ayah tampak bangga pada Mina.
__ADS_1
"Ini bukan karena aku kok yah, tapi sebenarnya mas Athar emang baik kok, bahkan aku kagum saat pertama kali aku tau bahwa mas Athar ternyata telah mendirikan sebuah panti asuhan," lanjut Mina memuji sang suami.
"Iya Mina..dulu Athar mendirikan itu karena dia merasa bersalah sama kamu, dia selalu dihantui rasa bersalah karena telah menyakiti anak yatim piatu seperti kamu, makanya dia ingin berniat baik untuk bisa menutupi semua kesalahan besarnya," jelas Bunda pada Mina hingga Mina tersentuh hatinya dengan perkataan sang bunda.