Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Masa lalu Dara


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Selamat malam kakak readers dan kakak Author semua yang singgah di novel aku..


Malam malam Othor up ya..


Dari mudik body jadi K.O ditambah anak juga demam jadi mau up nggak tega sama anak.. he he he jadi curhat.


Author juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para kakak readers dan kakak Author yang sudah berkenan singgah dan mendukung Othor yang baru mulai belajar ini.


Bagi yang belum kasih like, komen, vote, favorit novel Othor jangan lupa ya Othor tunggu hi hi hi agar semangat untuk Up.


S E L A M A T M E M B A C A


"Ya yang nanti kalau kita punya baby sendiri, itu maksud aku mau nggak kamu jadi pasangan aku Ra?" tanya Angga


"Kamu ngomong apa sih Nga? aneh tau nggak" jawab Dara berkilah padahal aslinya Dara kesenangan karena Dara juga sangat mencintai Angga sejak lama tapi Dara masih ada sedikit rasa ragu jadi dia bimbang.


"Ra, aku sayang sama kamu, cinta sama kamu mau kah kamu menjadi kekasih ku? kekasih halal ku?" ungkapan Angga kepada Dara


"Emm.. A- aku_" jawab Dara sedikit ragu


"Kenapa Ra? bukan nya kita sama sama saling mencintai?" tanya Angga


"Aku takut, a-aku trauma Nga" jawab Dara lirih namun masih bisa di dengar oleh Angga


"Apa ada masa lalu yang membuat kamu seperti ini?" tanya Angga lagi dan di jawab anggukan oleh Dara


"Lalu?" tanya Angga lagi karena penasaran


Hening...

__ADS_1


"Ra.." panggil Angga lembut sambil mengusap usap tangan Dara.


Dara mendonggak dan melihat ke arah Angga sambil menarik nafas dalam dalam.


"Berbagilah dengan ku agar beban di masa lalu kamu berkurang dan lepaskan lah agar kamu bisa bisa membuka hati tanpa adanya keraguan di hati kamu Ra.." ucap Angga.


"Dulu.. hhh.. dulu aku pernah dekat dengan seorang laki laki, bahkan saking dekatnya aku sudah percaya sama dia bahkan rasa itu pun mulai tumbuh di hati ku tapi ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan rasa itu tapi dia pun memiliki rasa itu kepada ku, jadi bisa di bilang aku dan dia menaruh rasa yang sama yaitu saling mencintai, dan lama lama kami menjalin sebuah hubungan dengan komitmen saling menjaga, percaya, saling terbuka tidak ada orang ketiga berlaku untuk aku atau dia, dan kedua orang tua bahkan keluarga kami pun sudah tahu semua dengan hubungan ku dan dia, hubungan kami berjalan hampir 2 tahun lamanya lalu akhirnya kami memutuskan untuk bertunangan lalu menikah." jelas ku


"Huft.." Dara menghela nafas sebelum melanjutkan cerita nya yang jauh di masa lalu yang membuatnya takut untuk menjalin sebuah hubungan


Sedangkan Angga, dia masih setia mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Dara tanpa menyela sedikit pun.


"Saat itu kita memutuskan untuk bertunangan terlebih dahulu, agar sama sama lebih mengenal lagi lebih dalam, walaupun kami memang sudah sangat lama saling bersama dan saling mengenal satu sama lain tapi entah mengapa aku memilih untuk bertunangan terlebih dahulu. Tunangan kami pun berjalan lancar tanpa ada drama dan kendala semua berjalan mulus tapi setelah sekitar 1 entah 2 bulan pasca pertunangan kami, sikap dia berubah.. awalnya aku tidak mempermasalahkan itu karena aku pikir mungkin dia lagi capek atau sibuk dengan pekerjaan nya karena dia juga seperti kamu orang kepercayaan bos jadi kalau ada pekerjaan luar kota bos selalu menyuruh dia untuk berangkat."


"Hari itu dia pamit untuk keluar kota beberapa hari, dia dapat mandat dari sang atasan, aku pun tidak menaruh curiga sama sekali. Tapi setalah dia pergi ke esokan hari nya aku pun kebetulan dapat tugas dari kantor untuk mengantikan rekan kerja ke luar kota dan kebetulan kota yang sama dimana tunangan ku tadi ditugaskan, aku memang tidak memberi tahu dia kalau akau akan berangkat ke kota itu, karena ingin memberi kejutan tapi sampai sana malah aku yang mendapatkan kejutan dari dia." jelas ku lagi tanpa ada yang aku tutupi.


"Maaf, apa kalian dulu satu kantor?" tanya Angga di sela cerita Dara.


"Kami beda kantor" jawab nya lagi


"Lalu kejutan apa yang kamu dapat saat itu?" tanya Angga penasaran.


"Aku melihat dia masuk kamar hotel dengan seorang wanita" jawab ku dengan menahan sesak di dada.


"Berhentilah jika kamu tidak sanggup untuk melanjutkan cerita ini Ra, aku tidak mau memaksa kamu" Ucap Angga


"Aku nggak apa apa kok Ngga" jawab nya sambil tersenyum


"Awal melihat dia dengan seorang wanita di hotel itu aku masih berfikir baiknya mungkin ada pertemuan di hotel, tapi kok saat aku mau memanggil dan mendekatinya disitu aku mulai merasa aneh karena mereka begitu mesra, diam diam aku mengikuti mereka ternyata mereka masuk kamar hotel, saat itu hati ku hancur rasanya kepercayaan yang selama ini aku bangun hilang sudah, kemudian aku mencoba menelpon dia mencoba bertanya mungkin ada ke salah pahaman." ucap ku dan tak terasa air mata ku menetes


"Aku menelpon dia bertanya lagi dimana? apa masih sibuk?" tanya ku saat itu kepada nya

__ADS_1


"Dan jawabannya diluar dugaan, dia mengatakan bahwa lagi ada pertemuan di perusahaan X di kota itu. Saat itu juga hati ku terasa sangat sakit karena merasa di khianati dan dibodohi olehnya. kemudian aku menuju kamar tersebut, aku mengetuk pintu dan menekan bel kamar itu, saat pintu kamar hotel itu dibuka dia bertelanjang dada dengan hanya menggunakan boxer saja" ucap ku


Bagaimana respon dia?


"Jawabannya adalah dia syok bahkan tidak bisa berkata kata, tapi aku tidak mau berlama lama disana jadi aku pergi begitu saja, sebelum pergi aku melepas cincin tunangan kami dan aku lemparkan ke muka dia, saat itu hari itu detik itu aku minta putus dan hubungan kami berakhir " jelas ku lagi.


Angga menarik Dara dalam pelukannya dan mengusap lembut punggung Dara agar merasa lebih tenang


"Sudah, jangan dilanjutkan lagi dan maafkan aku kalau sudah berusaha membuka luka lama kamu yang selama ini dengan susah payah sudah kamu pendam." ucap Angga merasa bersalah.


"Tidak apa apa Ngga aku sekarang lega, dan maafkan aku juga kalau selama ini aku selalu jutek sama kamu bahkan malah selalu berkata pedas kepada kam." ucap Dara sendu


"Apa itu bentuk proteksi diri kamu untuk membuang rasa kepada ku gara gara trauma kamu itu?" tanya Angga merasa ingin tahu


Dan Dara hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang di ucapkan Angga adalah benar.. Dara bersikap seperti itu agar Dara tidak jatuh terlalu dalam untuk mencintai Angga.


Hadee... puanjang panjang ya bestie karena penjelasan dari Dara.. hi hi hi😁


Ini bab nya Angga dan Dara bestie..


Next episode ya bestie jangan kemana mana..


Terima Kasih


.


.


.


...🌞Happy reading🌞...

__ADS_1


__ADS_2