Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Extra 6


__ADS_3

Selamat Membaca😍😍


.....................


"Kenapa masih ingat? kamu harus tahu , udah punya suami dan sama saja kamu memgkhianati Irwan" nasihat Bu Lili sambil membelai halus rambut Tata yang tak ditutupi hijabnya.


Tata masih terisak menangis disamping Bu Lili.


"Astagfirullah" Tata mengucapkan beberapa kali untuk menenangkan fikiran dan hatinya.


Ditempat lain.


Zayn tak mampu menceraikan Ica dan mengembalikannya ke tempat orang tuanya dimana saat Zayn pernah melamar Ica dulu.


Hati Zayn sedang dilanda kalbu yang melarat. Tak ingin mengembalikan Ica dan tak mampu menghilangkan Tata dari hatinya.


Harus pilih yang mana? karena semuanya bukanlah pilihan untuknya.


Ica menangis mendengar penuturan keluarga Zayn yang ingin Zayn menceraikan Ica dan mengembalikan Ica pada keluarganya.


Tapi Zayn tak banyak bicara. Zayn butuh seseorang yang bisa menenangkannya.


Disiang hari itu ,Zayn nampak tak bisa berfikir tenang. Di paksa membuatnya kalut.


Di Mall sekitar daerah Taman Sari.


"Bentar ya . Aku belum nyoba pakaian ini" ucap Tata antusias sedang berbelanja beberapa pakaian untuknya.


Tata melepas hijabnya dan mengerai rambutnya. Mamatut pakaian yang dicobanya beberapa helai pakaian yang menurutnya bagus dan pas ditubuh indahnya.


Meskipun Tata sudah melahirkan tiga anak tapi tubuh Tata tetap seperti yang dulu tak berubah sedikitpun.

__ADS_1


Sreekkkkkkk..


Tata membuka hordeng keemasan.


"Mas?" Tata membelakkan matanya. Rasa tak percaya melihat Zayn dengan mata kepalanya sendiri sedang di hadapannya dan memandangi tubuhnya dari atas sampai bawah.


Saat Tata hendak kabur dan masuk lagi kedalam ruang ganti . Tangannya dicekal kuat oleh Zayn.


"Lepaskan mas" lirih Tata.


Zayn tersadar karna telah menyakiti Tata. sehingga cekalan itu terlepas dan Tata masuk kedalam ruang ganti itu.


Didalam ruang ganti Tata memejamkan mata . masih memeluk dress yang ingin dipakainya juga.


Tapi tiba tiba dari belakangnya. Ada lengan kekar yang memeluknya dengan kuat. Tata tersentak membuka matanya lebar lebar. Dan dari kaca didepannya ini Tata melihat Zayn menempelkan tubuhnya hingga nyaris tak ada celah.


Tata ingin melepaskan tangan kekar itu tapi kekuatannya tak seimbang. Malah Zayn membalikkan tubuh Tata sehingga mereka berhadapan.


Bukannya melepaskan Tata malah pelukan itu semakin kuat. Zayn tak akan melepaskan Tata begitu saja.


Zayn memandangi wajah Tata dan hendak menciumnya.


Hiks....hikss Tata menangis.


Tata tak tahu jika pusat perbelanjaan yang sedang didatanginya itu kepunyaan Zayn . Dan pada kesempatan ada Zayn tak sengaja melihat Tata yang sedang berbelanja ditempatnya itu.


Tata suka barang branded yang harganya masih bisa dibelinya . Jika terlampau mahal Tata enggan membeli yang harganya fantastis.


Tata pergi ditemani oleh salah satu kerabat Bu Lili. Tanpa ditemani sang suami dan anak anaknya.


Tubuh Zayn masih menempel di tubuh Tata.

__ADS_1


Zayn mengusap air mata Tata perlahan dan menciumnya beberapa kali. Tata masih terisak dipelukan Zayn.


Bohong jika Tata tak merindukan sentuhan dari mantan suaminya ini. Tata merasa ada kenyamanan yang dia rindukan selama ini. Dan semua itu tak ia dapatkan dari suaminya sekarang.


"Aku mencintaimu" ucap pelan Zayn.


Tata semakin terisak didalam pelukan Zayn. Ditempat itu telah sepi. Zayn menutup tempat itu sehingga tak ada yang bisa dan mampu masuk kedalam pusat perbelanjaan itu. kecuali dengan kekuasaannya.


Kerabat Bu Lili kesana kemari mencari Tata tapi tak menemukannya.


.


.


Ig otor zafa_milea


.


.


mampir yuk dikarya temanku.



blurb.


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.

__ADS_1


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.


__ADS_2