
Selamat membaca😍😍
.................
Beberapa hari ini Irwan masih gencar mencari keberadaan Tata yang hilang tanpa kabar. Melihat kondisi anak balita Tata membuat Irwan kalang kabut sendiri.
Pria single tanpa pasangan itu tanpa disadarinya telah tergila gila dengan janda satu anak.
Irwan tak pernah mempermasalahkan status yang dimiliki Tata. Tak perduli itu apa.
"Apa aku harus menemuinya" bathin Irwan.
"Baiklah tidak ada cara lain"
Lalu dengan keberanian yang entah seberapa itu Irwan akhirnya memutuskan untuk bertemu Zayn bagaimana caranya. meski itu nyawa taruhannya.
"Sudah basah mandi sekalian".
Siang itu Irwan langsung mencari Tata resort dimana dulu Irwan berjumpa dengan Tata.
Disisi lain.
"Apa apaan ini mas. Kamu gak mungkin gak tahu barang barang ini" tata menunjuk beberapa kontrasepsi yang masih tergeletak di lantai.
Zayn hanya tersenyum tipis.
"Apa aku yang harus memakainya. Agar kau tak bisa hamil?" tanya Zayn sambil melirik Tata yang sudah terbakar rasa emosi.
"Aku bukan simpanan mu mas.Aku mantan istrimu" jerit Tata.
"Lalu".
"Apa bisa sedikit saja jangan pernah ganggu aku dan anakku" mohon Tata sambil mengatupkan kedua telapak tangannya kearah Zayn.
Tapi Zayn tersenyum tipis.
"Puas aku nanti malam"
__ADS_1
"Ckkkkk.... Aku lebih baik mati mas dari pada jadi pelampiasan nafsumu" Tolak Tata tegas.
"Apa benar kau ingin mati?" tanya Zayn yang langsung mencengkram rahang Tata dengan kasar sehingga Tata meringgis kesakitan.
"Sakit..Mas" lirih Tata.
"Kau bilang tadi ingin mati.. Baik lah akan aku kabulkan permintaanmu tadi" ucap zayn sambil membuka pakaiannya satu persatu dan akhirnya polos.
Tata sudah ketakutan dan beringsut mundur kebelakang.
"Kenapa??Apa kau takut"
Tata masih diam dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan jauh jauh mendekatlah" kata Zayn sambil membawa ikat pinggang , kemarahan yang sebentar lagi akan diluapkannya.
Tata bingung harus kemana akhirnya Tata menerima kepasrahan saja.
"Brukkk" cambukan pertama mengenai bahu Tata sebelah kiri.
"Brukkk" cambukan kedua tepat di punggungnya.
"Aku mohon mas hentikan" jerit Tata menahan sakit.
Lalu Zayn merobek pakaian yang dipakai Tata.
"Srekkkk" tanpa sisa hanya tertinggal one peace yang dipakainya.
Lalu Tata menarik pelan selimut yang ada di ujung kakinya untuk menutupi tubuh polosnya. Tapi sayang Zayn langsung menarik selimut itu sehingga membuat Tata memeluk tubuhnya sendiri agar tak terlihat oleh Zayn. Tapi kembali lagi itu tak berhasil.
Zayn langsung berjalan kearah Tata menaiki ranjang itu dan memaksa Tata untuk melayani nafsunya.
"Kamu jangan macam macam mas, kita bukan suami istri lagi" pekik Tata menahan rasa malu.
Tanpa basa basi Zayn langsung menarik paksa kaki Tata dengan kasar dan akhirnya Tata berada di bawah kungkungannya.
"Mas ..Aku mohon jangan" suara pelan Tata.
__ADS_1
Tanpa melakukan pemanasan Zayn langsung melakukan penyatuan yang membuat Tata menjerit kesakitan.
"Sakit"
"Nikmati lah. Aku akan membayarmu"
Lagi lagi Zayn tak memakai pengaman . memang egois laki laki ini lebih tepatnya tak tahu diri.
Sudah membuang tapi masih saja diambil lagi.
Waktu trus berputar entah berapa kali Zayn melakukannya . Tata sudah tak sadarkan diri saat sesi kedua percintaan kasar itu.
Permainan selesai. Zayn ambruk disamping tubuh Tata dan memeluknya.
"Kamu memang tiada duanya Ta. Aku belum bisa merelakanmu dengan laki laki itu" ucap Zayn yang mengelus bibir Tata yang mulai menghitam lalu Zayn menciumnya dan memberikan sesikit ******* dan akhirnya Zayn tertidur sambil memeluk Tata dengan posesif.
.
.
mampir yuk dikarya teman otor.
blurb.
"Where is, Minerva Bee?" tanya Austin menyeruak kumpulan orang yang sedang mengelilingi Minerva.
"Here is Me." ucap Minerva membuat seorang Austin Wycliff terpana.
Gadis yang tadi ditabraknya ternyata yang mengalahkannya kali ini. Tidak hanya itu, Minerva juga akan makan malam gratis di cafenya selama satu minggu. Austin berjalan ke arah Minerva dan bertanya siapa dia sebenarnya. Karena selama ini Austin memang tidak terkalahkan.
"Who are you?" tanya Austin sambil menatap kedua netra Minerva.
"Bukankah kau lebih tahu siapa yang kini menjadi lawan mainmu?" tanya Minerva menantang Austin.
Austin sedikit terkejut mendengar jawaban Minerva kali ini. "Baiklah, kau berhak makan malam gratis di cafeku selama satu minggu penuh. Dengan syarat kita akan tetap bermain selama itu. Kita lihat siapa yang lebih unggul di antara kita." ucap Austin sambil meninggalkan Minerva.
__ADS_1