
Selamat malam readers... hari ini aku gak puasa. lemes bnget hr ini. kayak gak ad tenaga.. mau ngetik juga otak gak bs mikir.
sabar ya selalu dukung aku...ikuti aj alurnya...
selamat membaca...
.......................
Seharian bersama Tata membuat Irwan mengerti apa yang diinginkan perempuan ini cukup simpel yaitu hanya mengharap kebahagian.
"Aku pasti bisa memberikannya kebahagian. Memang untuk tidak saat ini tapi suatu saat pasti akan berikan apa itu kebahagian" bathin Irwan.
Akhirnya Irwan pamit undur diri untuk pulang menemui bosnya yang seharian ini dia tinggalkan. Tak enak hati fikir Irwan.
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam tapi Tata masih saja resah dan khawatir bila nanti anak buah mantan suaminya mencarinya lagi dan memisahkannya dari putranya itu.
"Jangan takut semua pasti baik baik saja" nasihat Bu Lili yang melihat Tata sedari tadi menampilkan raut wajah gelisah dan khawatir.
Dirumah itu Ibu Lili bersama ayah dan seorang putranya yang masih lajang bernama Roby memiliki ketampanan yang hampir sama seperti abangnya si Choky. Sama sama berkharisma dan berwibawa tapi sangat di sayangkan karena si Roby ini mengalami cedera dilengan kanannya karena ditabrak orang yang tak dikenal dan lalu melarikan diri.
"Udah sehat itu tangannya?" tunjuk Tata melihat perban berwarna putih yang masih menempel di lengannya.
"Oh ini lumayanlah dibanding kemarin. Bu.. aku izin kekamar ya" pamit Roby karena merasa canggung seperti ada yang akan dibicarakan karena sedari tadi arah pembicaraan itu dia tak mengerti sepenuhnya .
"Kamu jangan dibawa khawatir. Sudah ini masuk kamar anakmu udah nyenyak ini" tegur Bu Lili melihat Tata kembali melamun entah apa yang dilamunkannya saat ini.
__ADS_1
Akhirnya Tata masuk kekamarnya dan menidurkan putranya tanpa menunggu waktu lama Tata lalu tertidur menyusul putranya ke alam mimpi.
Ditempat lain.
"Ini belum berakhir" desis Zayn diseberang sana.
Entah apa yang diinginkan laki laki kejam ini. sungguh sangat mudah membuang wanita yang sudah melahirkan keturunannya. meski pun begitu Zayn tak merasa iba dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Aku harus beri dia pelajaran".
Ditempat Irwan.
Dalam perjalanan pulangnya Irwan terus memikirkan bagaimana menjauhkan Tata dari mantan suami kejamnya itu.
Irwan merasa tak ada kekuatan untuk sekedar memberikan Tata perlindungan.
Tapi tidak bisa untuk waktu dekat ini karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus dituntaskannya terlebih dahulu.
Ditempat Tata.
Tata terbangun dari tidurnya waktu masih menunjukkan pukul 01 malam waktu setempat. Sulit memejamkan mata kembali akhirnya Tata membuat ponselnya hanya untuk melihat pesan yang masuk . Tapi alangkah terkejutnya Tata saat melihat pesan whatsapp dari Risty teman kerjanya.
Isi pesannya.
"Ta .. Katanya elu ngundurin diri dari pabrik. kenapa?"
__ADS_1
"Kok bisa?"
"Lagi dimana?"
Sederet pertanyaan memenuhi pesan disana. Tata bingung harus jawab apa. tapi yang menjadi pertanyaan bagaimana Tata bisa mengundurkan diri diwaktu bersamaan ketika dia disekap diresort milik Zayn.
Pasti semua itu ulah mantan suami kejamnya.
"Kenapa mas. kenapa harus aku yang menanggungnya. masih banyak perempuan lain diluar sana. tapi mengapa harus aku" tangis Tata dikesunyian malam.
.
.
mampir yuk dikarya temanku.
blurb.
Novel ke 2 ku, tolong hargai ya.
Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.
Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?
__ADS_1
Yuk langsung baca aja