
Setelah melewati beberapa drama tangis haru dan juga beberapa nasihat wejangan yang diberikan nenek nursima kini Irwan sudah berada di pesawat terbang menuju Dubai Uni Emirat Arab.
Penerbangan lebih kurang sembilan jam dan trasit di dua negara.
Kini dengan rasa gembiranya Irwan dan beserta rombongan sudah sampai di Dubai.Mereka langsung menuju lokasi tempat tinggal sementara mereka. Ditempat ini Irwan satu kamar dengan bang adi teman sejawat yang memberikannya pekerjaan besar ini meski bekerja didalam air Irwan tak menaruh rasa takut barang sedikit pun.
Di Jerman.
"Come on baby ... Lebih cepat sayang" desis Tata ditelinga Zayn. .Sedangkan Zayn terus memacu kencang pergerakkannya . Sehingga mengeluarka peluh asin diseluruh tubuh mereka.
Goncangan demi goncangan melanda keduanya. Tata merasakan sakit dibawah perutnya.
"Sakit sekali" lirih Tata yang masih ,dibawah kungkungan suaminya.
"Hentikan mas. Ini sakit sekali".
"Aku mohon hentikan" jerit Tata. Ketika hendak berlari dari kungkungan Zayn. Dengan cepat Zayn menahan tubuh Tata dan masih mengoncangnya dengan kuat. Dan Tata masih meringis kesakitan.
"Aku takkan menghentikannya sebelum dia yang keluar dari rahimmu" bisik Zayn ditelingga Tata.
"Jangan mas ini sakit sekali".
Zayn akan mencapai puncaknya dan Tata dalam diam karena sakit melandanya.
"Ahhhhhhhhhh" teriak Zayn mengeluarkan cairan hangatnya didalam inti Tata dengan menjerit nikmat. Zayn lalu mencabut cepat rudalnya.
__ADS_1
Tata merasa lega karena sakit tadi berkurang.
"Jijik aku melihatmu seperti itu cepat pakai pakaianmu" Zayn melempar pakaian Tata yang berserakkan karena ulahnya sendiri.
Seminggu Telah berlalu. Namun sakit perut Tata masih terasa sakit. Dan tidak sengaja mommy melihatnya.
"Kenapa sayang sepertinya kamu menahan sakit ada apa?" tanya beruntun mommy Zayn.
Tata yang sambil memegang perutnya sambil tiduran di sofa ruang keluarga.
currrrr.
darah mengalir deras dari ************ Tata.
"Sakit mom" pekik sakit tertahan Tata menahannya dengan memegang perutnya.
Dengan pergerakan cepat mommy segera membawa Tata kerumah sakit terdekat demi menolong menantunya ini.
"Bagaimana dok keadaan manantu saya?" tanya mommy kepada dokter yang baru saja memeriksa Tata.
"Maafkan saya nyonya calon bayinya tidak bisa saya selamatkan. Menantu anda mengalami pendarahan hebat dan menghilangkan nyawa calon bayinya. Maaf kan saya nyonya" jawab lesu dokter itu dengan menggelengkan kepalanya.
Di Dubai.
Hari ini Irwan berserta rombongannya sudah berada dilokasi tempat mereka akan melakukan perkerjaan mengelas pipa minyak di dalam air.
__ADS_1
Sebelum memulai penyelaman semua tim berdoa dengan kepercayaan masing masing. Setelah berdoa mereka memulai penyelaman kedalam air.
Di rumah sakit.
Setelah melewati masa penguretan Tata disekarang berada didalam ruang perawatannya.
"Sekarang mommy tahu kamu sebenarnya terpaksa melanjutkan kembali rumah tanggamu dengan zayn. Mommy kira Zayn telah berubah ternyata tidak. Kini mommy memberi keputusan. Tinggalkanlah Zayn hiduplah dengan bebas dan bahagia sesuai apa yang kamu inginkan" kata mommy yang meneteskan airmata sedihnya.
Tega sekali fikirnya. Anak yang selalu dibanggakannya tega sekali menyiksa perempuan yang notabenenya adalah istrinya sendiri. Lagi lagi mommy Zayn meneteskan air matanya .
"Daniel cucu mommy bila kau mempercayakan pada mommy biarkanlah Daniel tinggal bersama kami" tangis pilu mommy Zayn.
Tata menangis tersedu sedu bagaimana dia bisa pergi tanpa anak disisinya.
"Jika kamu berat bawa lah Daniel bersama mu"
.
.
""""
Detik detik menuju End......
lanjutttt....
__ADS_1