Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Tersiksa kembali


__ADS_3

Hari demi hari Tata memendam rasa takutnya akan kehamilan ini. Membuat Tata selalu menolak jika Zayn mengajaknya bercinta.


Hampir setiap hari Tata digempur habis habisan oleh suaminya ini tanpa kenal lelah.


Diruangan kerja Zayn.


Ternyata Zayn sudah mengetahui kenapa akhir akhir ini Tata seperti tak bergairah melayaninya di ranjang. Tak seperti kemarin selalu buas dan bisa membuat Zayn puas mencapai puncak kenikmatannya.


"Rupanya ancaman ku hanya dianggap angin saja. Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti" kata Zayn diringi senyum sinis dan mengepalkan jari jemarinya.


Dirumah mewah orang tua Zayn.


"Kenapa menangis?" tanya mommy Zayn pada Tata yang tiba tiba menangis dipelukan sang mertua.


"Aku takut mom Zayn tak menerima kembali kehamilanku" lirih Tata.


"Tenang..Mommy akan bicara pada Zayn setelah dia pulang kerja nanti" kata lembut mommy Zayn sambil mengelus pelan rambut Tata.


Disuasana kota lain .


"Wan...Bang adi nyariin elu nih" kata temannya ini.


"oke siap" jawabnya santai.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaan yang tertunda akhirnya irwan sudah mengerjakannya tepat waktu.


"Ada apa bang cariin gue?" tanya irwan pada bang adi yang beberapa waktu yang lalu mencarinya.


"Gini wan ini baru rencana nih katanya si bos besar lagi nyariin orang buat tukang Las di negara Uni Emirat arab . Kira kira elu mau gak?" tanya bang adi antusias.


"Hem... Aku coba mikir dulu deh bang kayaknya minta izin dulu sama nenek soalnya kalo aku pergi jauh kasihan nenek gak ada yang jagain. Elu tahu ndiri kan gimana anak anak nenek yang lain " jawab santai Irwan.


"Oke gue ngerti. Tapi elu jangan lama lama mikirnya soalnya bos besar disana udah cari orang lain buat ngerjainnya" ucap bang Adi.


"Gue tunggu kabar dari elu" ucap bang Adi.


"Oke sippp" jawab Irwan sekenanya.


"Nek.. Irwan mau ngomong sama nenek bentar aja" tegur Irwan sopan


"Apa?" jawab nenek acuh karena sambil membersihkan kangkung di air dalam bak plastik bulat besar.


"Nek..Irwan mau ke Uni Emirat Arab. Boleh gak nek?" tanya pelan Irwan.


"Tempatnya jauh atau dekat sini?" tanya nenek Nursima lagi.


"Tempatnya agak jauh nek di belahan dunia yang lain" jawab jujur irwan.

__ADS_1


Mendengar penuturan Irwan barusan tadi nenek nursima hanya diam saja belum memberikan persetujuan. Karena sangat berat baginya melepaskan cucu kesayangannya ini. Apa lagi keluar negeri yang jauh sekali.


"Gak boleh ya nek?" tanya Irwan hati hati karena takut menyakiti perasaan hati neneknya ini.


"Nanti nenek fikir dulu kamu tahukan nenek ini kalo gak ada kamu nenek sendirian dirumah ini" ucap nenek nursima.


"Kan ada nek nurma yang bisa nemenin nenek disini" kata Irwan.


"Kamu kan tahu sendiri nurma itu lagi jagain anaknya si lukman bibi mu itu masih di kampung belum pulang" kata nenek tanpa melihat Irwan yang sedari tadi memandangi kulit keriput milik neneknya.


"Fikirnya jangan lama lama ya nek soalnya mau cepet mengambil keputusan kasian nanti lama orangnya nunggu" kata lesu Irwan.


Sebenarnya Irwan pun sama saja seperti neneknya ini. Sama sama kasian bila salah satu pergi.


.


.


""""


Haiii ....mampir yuk dikarya barunya aku...


jangan lupa like n comment..makasihhhhhšŸ˜šŸ˜

__ADS_1



__ADS_2