Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Silih berganti


__ADS_3

Selamat membaca ya🥰🥰🥰


.....................


Kandungan Tata sekarang sudah memasuki bulan kedelapan. Perut yang besar membuat Tata kelelahan saat berjalan. Bayi berjenis kelamin perempuan itu sangat aktif didalam perut sang mama.


Dipagi hari itu Tata merasa sakit perutnya. Mungkkin sudah waktunya tapi masih delapan bulan. Akhirnya Tata langsung kerumah bu Bidan didekat perumahannya.


Daniel yang tak rewel. Memegang tangan ibunya sambil berjalan. Irwan siang itu sedang bekerja karena banyaknya pesanan tralis untuk rumah.


Tapi diperjalanan Tata sudah menelpon Irwan agar cepat pulang dan menyusulnya ditempat ibu bidan yang biasa Tata memeriksakan kandungannya.


"Ini udah bukaan empat" ujar bu bidan itu.


"Aduhh...sakit".


Tata meringis kesakitan sedangkan Irwan masih diperjalanan menuju kerumah bu bidan.


Untung saja Daniel balita tampan itu tampak diam dari biasanya. Memperhatikan mamanya dari jarak dekat sambil meringis kesakitan.


Daniel sudah paham bila itu rasa sakit.


"Mama?" panggil Daniel.


"Jangan ..Kemana mana ya nak bentar lagi papa kesini" ucap Tata yang menahan rasa sakit karena sebentar lagi kemungkinan akan melahirkan.


Lagi lagi bu bidan mengecek jalan lahir.


"Cepat ya bu. Sekarang sudah bukaan enam. Tahan ya sebentar lagi" kata bu bidan itu.


Tata memilih melahirkan di ibu bidan karena orangnya ramah dan sabar menunggui bukaan sempurna yang bisa memakan waktu seharian dan bisa berhari hari .


Setelah menunggu dua puluh menit akhirnya Irwan datang ditemani saudara sepupunya Suliwa.


"Sayang. Gimana?" tanya Irwan dilanda ketakutan melihat Tata menangis karena sakitnya melahirkan.

__ADS_1


"Sakit mas. Aku gak tahan" renggek Tata sambil mencengkram jaket yang masih dikenakan Irwan .


Karena terlalu cemas Irwan melupakan jaket yang dipakainya.


Lalu seorang asisten bidan datang untuk mengecek jalan lahir lagi.


"Kayaknya udah bukaan delapan. Ibu sabar ya banyak hadap kiri bisa mengurangi rasa sakit" ucap asisten bidan itu yang masih dikatakan anak anak kebidanan yang masih belajar.


Tak lama dari itu.


"Oekkk....oekkkk...oekk".


Lahirlah bayi cantik berwajah oval . bibir yang penuh dan kulit yang putih. Tapi tunggu dulu saat bu bidan memperhatikan bayi yang baru lahir itu mengerjapkan matanya di lampu yang terang.


"Matanya bagus banget mbak. Berwarna sama kayak abangnya. Mirip siapa?" tanya bu bidan itu.


Irwan tak berani menjawabnya. akhirnya


Irwan hanya tersenyum tapi tidak dengan Tata senyum itu tak terbit sama sekali.


Tata masih mengingat jelas bagaimana Zayn ayah bayi itu memperdayakannya. sehingga mengandung dan melahirkan bayi cantik itu.


Ketika bu bidan menyerahkan dengan Irwan. langsung di adzan kan.


"Anak papa kamu cantik banget. Selamat datang kedunia ya nak" kata Irwan sambil menciumi pipi gembul bayi perempuan itu.


Setelah selesai dibersihkan Tata langsung diantarkan keruang perawatan.


"Susu sama mama ya nak" Irwan menyodorkan bayi itu kepada Tata tapi.


Tata menolaknya .


"Kenapa?" tanya Irwan keheranan.


"Aku gak mau susuinnya mas dia anak dari perbuatab zina yang aku gak inginin. Kasihin aja sama bapaknya" acuh Tata.

__ADS_1


"Astagfirullahaladzim".


"Kamu kenapa ngomong kayak gitu. Anak anak ini anak aku" kata Irwan.


Daniel hanya memperhatikan kedua orang tuanya berbicara entah apa yang dibahas. Daniel masih kecil. masih belum mengerti.


"Sayang kamu dengerin aku. Kamu itu istriku. ini adalah anak anak ku. Aku mohon sama kamu. Tolong susuin bayi kita dia lapar" mohon irwan.


Sedangkan Tata langsung meneteskan air matanya.


Karena kasihan dan tak tega Tata langsung mengendong bayi perempuan itu dan menyusuinya.


"Maafkan mama ya nak. Mama yang salah" ucap Tata sambil mengelus rambut lebat sang anak.


Sedangkan Irwan mengusap air mata yang jatuh dan menyentuh bibir Tata yang sexy.


"I Love You".


.


.


follow ig aku zafa_milea


.


mampir yuk dikarya temanku.



blurb.


Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat.


Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!"


Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?


__ADS_2