Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Kegilaan Zayn


__ADS_3

Tata berserta puteranya kini sudah berada di bandara udara Hamburg Jerman dengan menempuh waktu lebih kurang lima belas jam dan transit di berbagai negara.


Selama diperjalanan Tata hanya diam tak ada sedikit pun mengeluarkan suara kecuali berbicara pada anaknya dan juga mertuanya.


Kini Tata telah sampai di kediaman daddynya Zayn.


"Sayang...istirahatlah dulu baru nanti temui Zayn pasti jam segini masih tertidur karena dokter menyuntikan obat tidur " ucap mommy Zayn yang melihat Tata yang sepertinya menahan lelah sepanjang jalan.


Mommy Zayn sengaja tidak mengunakan super airjet milik pribadi karena melihat Tata ketakutan ketika akan pergi keJerman.


"Namanya juga orang kaya"


Setelah makan malam selesai dan menidurkan sang anak Tata memutuskan menemui Zayn walau hanya sebentar. Itu menurutnya karena Tata tidak tahu rencana dibalik semua ini. Termasuk mommynya sendiri.


Beberapa orang sudah bekerja sama dengannya bahkan sudah berbulan bulan menjaga rahasia dibalik segalanya.


"Sayang maafkan mommy yang tak bisa mengantarkanmu menemui Zayn karena daddymu ini mengajak mommy menemui klien lama kami dikota Berlin . Mommy harap kamu bisa menemani Zayn dan buatlah dia sembuh" kata mommy Zayn berharap penuh pada Tata agar putra semata wayangnya bisa berangsur membaik dan pulih seperti dulu lagi.


"Maaf kan daddy juga nak" ucap daddy Zayn pasrah yang tak bisa membatalkan pertemuan dengan klien satu ini.


"Tak apa dad dan mom bisa pergi jangan sampai terlambat ya. Kalian hati hati mom" ucap sopan Tata kepada kedua mertuanya.


Setelah melihat mobil sang mertua menjauh Tata bergegas menuju kamar Zayn dan ingin melihat keadaannya.


Kamar Zayn berada agak jauh dari kamar Tata dan juga orang tuanya.

__ADS_1


Beberapa orang yang melihat kedatangan Tata langsung menundukkan kepala memberi hormat pada sang majikan.


"Maaf..Apa Zayn ada didalam" tanya Tata kepada orang orang yang menjaga didepan kamar Zayn.


Tata fikir orang orang yang berjaga didepannya ini suruhan mommy mertuanya. Padahal mereka semua bayaran Zayn agar menjaga sekeliling tempatnya agar aman dan terkendali.


Tak tahu rupanya Tata ini jika Zayn telah menyiapkan perangkap untuk dirinya.


"Silahkan masuk nyonya" ucap bodyguard yang berjaga didepan kamar Zayn.


Ceklekk


Tata membuka pelan pintu itu tapi Tata tidak melihat siapa siapa di dalam kamar itu.


"Mas dimana kamu?"ucap pelan Tata. Dan masih Tata mengedarkan pandangannya tetap tidak menemukan orang yang dicarinya.


"halo siapa diluar tolong bukakan pintu" jerit Tata yang memegang handle pintu tetap saja pintu itu tak terbuka juga. Dengan sekuat suaranya tak mampu orang lain mendengarnya.


Kamar Zayn sudah di buat sedemikian rupa. Kedap suara itu lah jenis kamarnya ini.


"Apa kau sudah lama menungguku sayang" suara berat Zayn yang sudah berada di belakang Tata.


sontak Tata menoleh dan.


"Mas .. Apa kabar? kata mommy kamu sakit apa itu benar" tanya Tata yang memegang tangan Zayn lalu ditepis kasar oleh Zayn.

__ADS_1


"Kenapa Maz" lirih Tata menahan isak tangis Tata berharap Zayn memeluknya malah bukan menepis kasar tangannya.


"Puaskan aku" ucap Zayn yang langsung mencengkram pinggang Tata dengan kuat dan Tata meringgis kesakitan.


"Sakit mas jangan seperti ini aku mohon" permohonan Tata agar Zayn tak lagi menyentuhnya.


Dengan cepat dan tanpa aba aba Zayn menggendong Tata dan melemparkannya ke ranjang king sizenya.


"Kamu mau apa mas" tanya Tata yang takut dan beringsut mundur kebelakang .


Zayn membuka seluruh bajunya dan sudah polos sedangkan Tata masih berbalut dress orange yang kontras dengan kulitnya sehingga membuat kelelakian Zayn mengeras dengan sempurna.


Zayn langsung membungkam bibir Tata dengan kasar dan masuk memaksa menerobos rongga mulut dan mengeksplor isinya. Tak sampai disitu tangan Zayn menurunkan segitiga Tata yang masih tertancap ditempatnya.


Kalah dengan tenaga seperti tak bertulang Tata menerima perlakuan itu sedikit demi sedikit.


Zayn mengusap kasar inti Tata yang telah basah sejak dari tadi.


Senyum licik terbit di bibirnya dan tanpa melepaskan pagutannya Zayn mengarahkan torpedonya yang sudah sempurna dari tadi.


"Awwww....Sakit mas" keluh Tata dengan menahan gairahnya.


Dengan buasnya Zayn sehingga membuat Tata tak berdaya tenaga sudah habis mau bagaimana lagi terkecuali pasrah dengan keadaan.


"""""""""

__ADS_1


mampir yuk dikarya temanku



__ADS_2