
Dengan langkah tergesah gesah Tata langsung masuk kekamar anaknya dan membereskan pakaian anaknya saat datang pertama kali , Setelah membereskan baju anaknya. Tata masuk kekamarnya membereskan juga apa yang jadi haknya.
Setelah semua beres dan siap Tata yang sedang mengendong putranya dengan kain jarik gendong yang melilit bahu dan bawah ketiak dan langsung turun kebawah untuk segera pergi dari rumah mewah itu.
"Nyonya mau kemana?"tanya bik Ina heran yang melihat nyonya rumahnya membawa tas jinjing saat kerumah milik majikannya ini.
"Bik....Saya pergi..Sampai jumpa bik" Tata menghapus sisa air mata yang jatuh dari sudut matanya. Dan bergegas pergi menuju ruang depan menunggu taksi yang dipesannya beberapa menit yang lalu.
Tak lama menungyu akhirnya taksi yang dipesan pun telah datang dengan sigap dan cepat Tata langsung masuk kedalam taksi tersebut dan pergi dari rumah Zayn.
Disudut ruangan
Zayn tersenyum smirk seperti mengejek dia melihat dengan kepala matanya sendiri bagaimana istri dan anaknya pergi dari rumahnya sendiri.
Masih didalam mobil taksi yang akan mengantar Tata ke terminal bus umtuk kembali ke rumah orang tuanya yaitu kota Palembang.
Setelah memesan Bus menuju kota kelahirannya kini Tata sudah didalam Bus tersebut dan kini dalam perjalanan.
Pukul lima pagi waktu daerah kota palembang Tata menginjakkan kembali kakinya dikota pempek ini.
__ADS_1
Dengan menempuh waktu hanya 30 menit akhirnya Tata sampai dikediaman orang tuanya. Karna hanya saja yang masih tersisa dihidupnya mendiang ibu sudah lama pergi menghadap sang Khalik.
Tok...tok
"Assalamualaikum" Suara keras Tata memberi salam agar sang ayah mendengar ketukan dari luar rumah.
"Waalaikumsalam" jawab suara dari dalam rumah.
Ceklek, pintu dibuka dari dalam.
"Astagfirullah anakku" pekik ayah Tata karena anak perempuannya ini sudah lama sekali tidak pulang kerumah dan setelah kerumah membawa anaknya yang dalam keadaan tertidur di pelukannya.
"Sudah...sudah ayo masuk kasian anak anakmu tidurkan dulu dikamar. Sudah papa bersihkan kamar mu. Istirahatkan la dulu baru nanti kita cerita" perintah ayah Tata lembut.
Tanpa jawaban Tata langsung masuk kedalam kamarnya yang sederhana yang berukuran 3mx3m.
Tak banyak isi dikamar ini hanya ranjang besi berukuran sedang yang hanya pas untuk dua orang saja. Disudut ruangan ada lemari kayu jati peninggalan mendiang ibunya. Dan meja rias berukuran kecil yang berada disamping lemari kayu tadi.
Tak banyak berubah fikir Tata sama seperti sebelum Tata pergi merantau di Ibu Kota.
__ADS_1
Membahas masalah apa tadi sungguh membuatnya harus berfikir keras. Tak mungkin Tata berbicara jujur pada sang ayah bisa bisa orang tuanya ini jantungan.
Harus dimulai dari mana?
Aku harus apa?
Banyak sekali dan rumit sekali fikir Tata dengan kondisi yang saat ini pulang tidak membawa apa apa yang bisa dibanggakan pada orang tua.
Tata lalu membuka satu demi satu pintu lemari membukanya lebar lebar Tata masih ingat barang apa saja yang masih bisa dijual untuk menopang kehidupannya.
Saat Tata hendak menutup pintu lemari. Tata teringat cincin berlian yang masih Tata pakai dijari manisnya.
Cincin berliat mas kawin yang diberikan Zayn itu sepertinya akan jadi kenangan saja. Tata berniat akan menjualnya dan memulai hidup baru dikotanya ini.
"""""""
Masih gak bs up rutin..maaf ya...😉
mampir ya dikarya temanku😉
__ADS_1