
Setelah melihat dan memilah milah akhirnya Tata memutuskan untuk menjual kalung pemberian sang mertua.
Kalung emas putih dan terdapat berlian kecil di tergantung cantik di kalung itu.
Setelah melakukan penjualan kalung tadi dan membeli perlengakapan sang buah hati kini Tata bergegas pulang kerumah orang tuanya.
Tiba dirumah. Tata langsung membereskan barang barang yang dibelinya dan menaruh uang senilai 85 juta didalam lemari pakaiannya.
Sangat beruntung nasip Tata disekeliling rumahnya sangat aman dan hampir tak pernah ada kemalingan disekitar rumahnya karena disana tidak ada orang lain hanya saudara saudara sebelah ibunya yang tinggal disana.
Selama ini mereka terkenal baik dan tak pernah macam macam. Hanya saja jarang bertegur sapa dikarenakan kesibukan masing masing.
Tata memutuskan untuk mulai berjualan di sekitar kampus universitas IBA disana banyak sekali yang berjualan memenuhi pinggir jalan raya. Seolah kebal dengan pengusiran yang di lakukan petugas satpol pp.
Tata hanya berjualan pisang coklat dengan membeli gerobak jualan dengan saudara sepupunya sendiri tak mahal fikir Tata dengan modal Tiga juta saja Tata sudah bisa berjualan dipinggir jalan.
Seperti saat ini hari ini Tata mulai berjualan dengan cepat dan sigapnya Tata melayani pembeli yang sangat antusiasnya dengan makanan cemilan satu ini.
Tak terasa Tata berjualan sudah memasuki minggu kedua dari datang dan pulang Tata sajalah yang melakukannya tak ada orang lain. Jika pun Tata megalami kesulitan mamang tukang becak tak segan membantunya karena Tata ini dulunya sempat jadi perempuan yang agak dikenal orang ramah dan suka membantu .
__ADS_1
Sebelum pergi jualan Tata sudah memasak dan membersihkan rumahnya sendiri agar sang ayah tidak merasa capek saat mengurus cucunya satu ini.
"Pa...Aku pergi jualan dulu ya? aku titip Daniel" ucap Tata yang sambil menyerahkan putra semata wayangnya ke pelukan sang ayah yaitu kakek daniel
Iya bayi yang dulunya lahir karena terpaksa kini sudah bertambah berat badannya dan sangat montok sekali. Siapa saja yang melihatnya ingin mengendongnya.
Paras yang amat tampan mewarisi ketampanan papanya si Zayn yang kejam.
Daniel Racyanta itulah nama bayi montok itu yang kisaran berat badannya sudah mencapai 10 kilogram , kulit putih rambut hitam dan bola mata yang berwarna sudah tentu pasti keturunan bule.
Ditempat jualan.
"Wak...Sini aku bantu memotong buahnya . Wak duduk aja. Tuh liat jualan ku belum ada yang beli nanti kalo ada yang beli kasih tau aku ya" kata Tata yang sambil memilih buah buahan yang ada di depannya ini.
Wak Tata ini seorang wanita tua yang berumur lebih dari enam puluh tahun yang merupakan kakak perempuan dari mendiang mama Tata sendiri.
Meskipun sudah terbilang tua tapi waknya ini terkenal ramah dan juga baik terhadap orang . Dari dia lah Tata bisa berjualan ditempat serupa seperti waknya ini.
Detik demi detik menit pun berganti jam kini sudah menunjukan pukul 4 sore sudah saatnya Tata membereskan jualannya. Tata tak mau sampai malam karena kasian melihat putranya hanya berdua dengan ayahnya saja.
__ADS_1
Di rumah mewah Zayn
Prangkkkk
Zayn membanting semua barang barang yanga da didalam kamarnya dan memporak porandakan lemari pakaian yang di bukanya beberapa menit yang lalu.
Lemari itu punya Tata yang dulunya Tata meletakkan pakaian dan barang berharganya di didalam lemari pakaian ini.
Zayn mengamuk dan membanting segala barang dikarena barusan mendapat telepon bahwa sang istri tak bisa ditemukan dan membawanya pada emosi labil yang tinggi
"""""""
Aduh klo inget piscok pasti inget dlu jualan di simpang itu..klo readers ada yang dr palembang pasti tau simpang universitas itu...
aduh jadi mengenang masa lalu...π’π’
Emang masa laluπππ....udah tutup buku....
mampir ya dikarya temanku
__ADS_1