Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Cinta sebenarnya


__ADS_3

Selamat membaca😍😍😍


..............


Usai melakukan ritual yang terbilang cukup sulit bagi Irwan karna baru pertama kali Irwan merasa manisnya menjalankan ibadah suami istri tak cukup sekali sampai dua kali Irwan mengambil haknya disiang itu diruang perawatan rumah sakit membuat cinta keduanya tersalurkan. Irwan melakukannya dengan sangat hati hati dan penuh kelembutan.


"Terima kasih sayang" .


cuupppp, Irwan mengecup bibir Tata sebentar lalu berpindah ke pipi sebelah kanan dan kiri.


Setelah membersihkan diri mereka kini sedang menyantap makanan . Habis sudah tenaga di siang itu.


Sekali sekali Irwan menatap Tata sekilas. Tata hanya mengaduk aduk makanannya saja.


"Kenapa gak dimakan? Apa makanannya gak enak nanti aku pesanin lagi . Gimana?" tanya Irwan.


Sontak membuat Tata tersadar dari lamunan.


"Ahhh".


"Kamu mikirin apa lagi sih?" tanya Irwan.


"Gak ada mas. Aku cuma mikirin Daniel dan bayi yang ada dikandungan ini" ucap Tata yang mengelus pelan perutnya yang semakin buncit.


Irwan hanya tersenyum.


"Jangan berfikiran macam macam. Ingat jangan membahas ini lagi . Mereka juga anak ku" ucap Irwan yang sambil mengenggam tangan Tata dan menciumnya berkali kali seperti orang pacaran.


Hari ini Tata diizinkan dokter untuk pulang karena kondisi Tata sudah jauh lebih baik dan kandungan Tata sudah memasuki umur lima bulan.


Sekarang Tata sudah berada dirumah bu Lili di kostannya bang Choky.


Daniel si balita nan tampan itu sedang bermain main dengan papa sambungnya mereka semakin hari semakin dekat. seperti ayah dan anak saja.

__ADS_1


Dari fisik memang sudah dipastikan balita tampan itu bukan hasil jerih payah Irwan melainkan maha karya Zayn itu laki laki kejam yang hanya mementingkan nafsu saja.


Semakin hari kesehatan Tata sangat membaik. Irwan mengajak Tata untuk tinggal bersama di kota palembang tempat Irwan mencari nafkah.


Tata tak keberatan dengan itu semua. Toh istri harus menurut setiap perkataan suami.


Karena perut Tata yang sudah membesar ternyata menyulitkan Tata berjalan. Tapi tak apa apa . Irwan sudah memesan maskapai penerbangan menuju kota mereka.


Tak banyak yang dibawa Tata hanya koper yang sempat tertinggal dirumah Zayn tapi karena mantan mertuanya baik hati . kedua mantan mertua Tata mengembalikan semua barang yang menjadi hak milik Tata sepenuhnya.


Tak ada pembicaraan serius sebelum Tata pulang kekotanya. Hanya beberapa wejangan yang diberikan mantan mertuanya.


Orang tua Zayn berpesan agar selalu menjaga cucunya meskipun belum lahir tetap saja itu cucu keturunan mereka.


Tiba di palembang hari sudah malam.


Irwan langsung mengajak Tata kerumah baru mereka yang terletak agak jauh dari kediaman rumah orang tua Tata. jarak tempuh bisa satu jam sampai kelokasi.


Balita tampan itu masih tertidur dalam dekapan Irwan.


Irwan menyuruh Tata untuk segera membersihkan tubuh yang terasa lengket. dan menidurkan Daniel diranjang yang sama dengan Tata.


.


.


Follow ig otor ya zafa_milea


.


mampir yuk dikarya temanku.


__ADS_1


blurb.


Ini yang terakhir kalinya kamu mengatakan untuk mati. Setelah ini kamu harus bisa mengontrol diri agar bisa sembuh," kata Abi tepat di telinga Larisa.


Wanita itu menganggukan kepalanya. "Jangan pergi dan tinggalkan aku, ya, Kak. Aku takut kalau, Kakak pergi," isaknya.


Abi menangkup pipi basah Larisa. "Kamu maukan sembuh?"


Dan Larisa mengangguk.


"Kalau begitu ikut dengan, Kakak. Lupakan masa lalu dan mulai hidup baru. Kakak, akan membantu serta menemani kamu."


Suasana tegang tadi berubah kembali normal dan Larisa sudah bisa dibujuk oleh Abi. Tanpa obat penenang gadis itu akhirnya istirahat dengan baik di kamarnya.


"Tante, Om, ada hal yang ingin saya bicarakan." Abi menemui orang tua Larisa di ruang tengah. Keduanya masih terkejut atas insiden tadi.


"Ada apa?" tanya Endra


"Saya ingin membawa Larisa pergi dari kota ini."


"Pergi? Buat apa dan kemana?" Davira tampak bingung juga khawatir.


"Bali. Saya akan membawa Larisa menjalani hidup barunya di sana. Menjauh dari hal-hal yang memicu gejala depresinya juga untuk melupakan hal-hal yang membuatnya tertekan. Apa lagi suasana di Bali juga bagus untuk kesehatan mental Larisa."


"Lalu Larisa akan tinggal dengan siapa disana? Kami gak mungkin ikut pindah ke sana?" tanya Endra


"Larisa akan tinggal bersama saya."


"Abi, Tante rasa itu gak mungkin. Kalian bukan-"


"Bukan pasangan yang sah maksud, Tante?" Abi langsung memotong perkataan Davira. "Sebelum pindah, saya akan menikahi Larisa secara agama."


"Maksud kamu apa?" Nada suara Endra mulai meninggi.

__ADS_1


__ADS_2