Aku Dan Masa Lalu

Aku Dan Masa Lalu
Aku mencintainya


__ADS_3

Selamat membaca🥰🥰🥰


.....................


"Sayang" bisik Irwan.


"Hem".


"Aku mau ini. Itu dan?" rayu Irwan yang menyentuh ini itu di tubuh Tata.


"Gakkk?" balas Tata acuh tak acuh .


"Ayo donk.." renggek Irwan menginginkan jatah malamnya sekarang juga. Irwan tak kuasa melihat tubuh Tata yang terbilang sexy yang sedang tiduran diranjang hanya mengenakan daster saja. Sehingga menimbulkan kesan yang membakar gairah dimalam itu.


Irwan merengek bagaikan anak kecil yang meminta permen kesukaannya.


Akhir Tata melakukan kewajibannya dan Irwan memgambil haknya di malam itu.


(Gua skip)🙈🙈


Dipagi hari.


Balita tampan itu sudah bangun dari pagi pagi sekali. Melihat kedua orang tuanya berpelukan masih dalam keadaan tidur langsung membangunkan insan yang saling memadu cinta diwaktu subuh.


"Eee...eee...Udah bangun anak papa" Irwan langsung mengendong Daniel yang masih memakai popok anti bocor tapi malah sudah merembes keluar.


Tanpa membangunkan Tata . Irwan langsung mengajak Daniel mandi setelah mandi Irwan cepat membuat sarapan. Rumah yang terbilang cukup sederhana ini membuat Irwan kualahan karna Daniel sudah lincah kesana kesini sambil membawa perlengkapan dapur.


Tata masih terlelap dalam tidurnya. Melakukan aktivitas diwaktu subuh membuat Tata kualahan. Tenaganya terkuras habis. Irwan meminta haknya sampai dua kali.


Karena sinar matahari masuk dari kaca warna hitam itu sudah tembus dan memyinari wajah mulus Tata.


Terbangun karena terusik hangatnya sinar matahari.

__ADS_1


"Ugghhjj" lenguh Tata.


Tata meraba kasur di sebelahnya . Tata terkejut karena tak mendapati Irwan dan juga Putranya.


Tata langsung bangun saat melihat dapur kacau balau karena ulah Irwan membuat sarapan tadi. bungkus mie instan berhamburan berserta bekas bumbu dan juga kecap.


Tata melihat belakang rumah ternyata tak mendapati keduanya. Dengan rasa cemas Tata memperdulikan anak yang ada dalam kandungan.


Akhirnya Tata berjalan kearah ruang tamu. Saat Tata membuka pintu depan.


"Ceklekkkk" . Tata melihat Irwan dan juga Daniel yang sedang berlari lari didepan rumah sambil mengendong dan menciumi Daniel selayaknya anak sendiri.


Padahal hanya ayah sambung.


Daniel berparas kebulean sedangkan Irwan berparas Arabian.


Bertolak belakang.


Lalu Tata kembali masuk kedalam rumah. memulai pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.


Membersihkan kamar. menyapu dan membereskan barang barang.


"Kamu udah bangun?" sapa Irwan melihat Tata sedang membereskan kekacauan didapur pagi tadi.


"Iya" jawab singkat Tata.


"Gak usah masak nanti siang kita makan diluar aja ya" ajak Irwan.


"Makan dimana?" tanya Tata penasaran.


"Ada deh" jawab Irwan yang membuat Tata penasaran.


Hari disiang itu sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh lima belas menit. Tata sudah bersiap siap begitu pula Irwan dan juga si tampan Daniel.

__ADS_1


"Tapi ..Aku cuma punya motor?gimana" Irwan mengaruk kepalanya yang tak gatal . Irwan merasa malu . Irwan bukan tak bisa membeli mobil . Tabungan Irwan masih sangat banyak uang yang dia punya semasa kerja di luar negeri. masih menumpuk di rekening tabungannya.


"Udah gak apa apa. Yang penting bisa bawa kita jalan jalan" jawab Tata yang tersenyum lalu memeluk lengan Irwan posesif.


"Ayo" ajak Irwan.


Lalu di pagi menjelang siang itu mereka pergi ke restoran yang sudah dipesan Irwan sebelumnya.


.


.


Sabar ya... terus baca karya aku.


follow ig ku zafa_milea


.


.


mampir yuk dikarya temanku.



blurb.


Kenapa hidupku harus menderita seperti ini, jika banyak orang yang bisa merasakan apa arti itu bahagia, kenapa hanya aku orang yang terjebak didalam lembah penderitaan ini sendiri.


Hidup bersama dengan seorang Mama tiri seperti halnya hidup didalam jeruji besi, sekaligus awal kehancuran bagiku setelah beberapa tahun yang lalu Mama kandungku meninggalkanku untuk selama-lamanya.


Dan Papa yang memutuskan untuk menikah lagi dengan Monika yang tak lain sekarang dia menjadi Mama tiri-ku sendiri, awalnya aku kira Mama tiri-ku peduli dan sayang kepadaku, tapi nyatanya setelah Papa pergi meninggalkanku dan menyusul Mama di Surga.


Sifat dan perlakukan dia terhadapku seketika berubah, bahkan dia hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan yang tidak ada gunanya dan hanya akan jadi bahan siksaan. Yang selalu ia kurung didalam kamar tanpa beralas yang hanya menyisakan selembar karpet tipis beserta selimutnya. Bahkan sangking jahatnya ia hanya akan mengeluarkan-ku ketika menyerahkan-ku pada laki-laki mesum yang berani membayarnya dengan harga tinggi yaitu 50 juta permalam sangat kejam bukan.

__ADS_1


__ADS_2