
"tapi mas aku".lirih tata dengan penuh cemas dan tanda tanya
zayn menyeringai liciknya
"aku memberikanmu dua pilihan. bertahan atau pergi?". kata sombong zayn sambil melipat tangannya ke dada. dan tanpa melihat tata.
"jawab sekarang".
"maaf mas.. aku tidak bisa memberika jawaban sekarang atau pun nanti. di antara kita ada anak yang mengikat. aku fikirkan dahulu". ucap lirih tata masih kepala tertunduk
"jika kau ingin uang . maka akan aku kabulkan. sebanyak apa yang kau ingin. fikirkan itu. dan satu lagi. aku sudah ada pengantimu. wanita idamanku".bisik zayn ke telinga tata.
tess...
air mata langsung menetes membasahi wajah yang mulus tanpa noda
"tapi bagaimana dengan anak kita mas"
"aku tak.perduli. bawa saja anak itu. dan ingat anak itu kau yang menginginkan bukan aku".kata kasar zayn pada tata lalu pergi dari kediaman mommy nya.
"mas sebenarnya apa mau mu".
"apa aku hanya kau jadikan alat nafsu mu saja".
"kamu jahat mas".
lalu tata kembali ke kamar nya dengan deraian air mata dan menangis sesegukan.
betapa malang nasipnya. itu yang terfikirkan sekarang.
ditempat lain.
__ADS_1
"aku ingin lihat sebesar apa cintanya untukku. perempuan sama saja".gumam zayn yang sedang berada di ruangan pribadinya
yang di desain khusus hanya untuk dirinya.
"masih gak bisa dihubungi".tanya ayah edi kepada sang istri bu lili yang sedari tadi memencet nomor telepon tapi yang ditelepon tak jua mengaktifkan nomornya.
siapa lagi kalau bukan tata
karna selama ini tata hanya menelpon bu lili dari telepon rumah saja.
"iya yah masih belum bisa dihubungi".jawab lesu bu lili
"Ya sudah nanti kita telepon lagi. siapa tau aktif".ajak ayah edi kepada bu lili menuju ruang tengah.
tiba tiba
kringggggg
"tata yah yang telepon".ucap semangat bu lili
"Assalamualaikum bu.. Aku"...kata tersendat tata
dan oborolan itu hanya bu lili dan tata yang mengetahuinya
entah apa yang mereka bicarakan. dan.akhirnya
"kamu fikirkan dulu nak. jangan gegabah melakukan tindakan. ingat anakmu".nasihat bu lili
"tapi bu ...suamiku tidak menginginkan aku lagi . aku harus apa".tangis tata pecah
oekkk....oekkk..oekkkk
__ADS_1
"bu anakku nangis nanti aku telepon lagi ya".tata menutup telepon sepihak karna mendengar anaknya menangis.
"teleponya ditutup yah".kata bu lili
"udah gak apa apa yang penting tata baik baik aja".ucap ayah edi
setelah menutup teleponnya ayah edi dan bu lili meneruskan pekerjaan mereka yang tertunda yaitu bersih bersih rumah.
di kamar tata
hiks..hikss
melihat anaknya yang tertidur.
"kasian kamu sayang. papa kamu gak nerima kamu. apa kita pergi dari sini aja..biar papa kamu senang dan bahagia tanpa kita".tata berbicara pada anaknya yang sudah terlelap
dan tata sendiri akhirnya tertidur karena sudah merasa lelah menangis.
ditempat zayn
"bagus nanti akan kita atur rencananya lagi. aku tidak mau mommy ku mengetahuinya. mengerti kalian".perintah zayn pada anak buahnya
entah apa lagi yang akan dia rencanakan pada kehidupan tata beserta anaknya.
"siap bos laksanakan".jawab kaki tangan zayn patuh.
karena apabila tak mematuhi perintah zayn entah apa kan terjadi pada mereka
"""""""""
happy reading ya
__ADS_1
sekalian nih mampir ke karya teman literasiku.