
Hari ini Tata resmi keluar dari rumah sakit. Tak perlu kembali lagi kerumah pesakitan itu. Bisa bisa membuat Tata pingsan dan tak sadarkan diri. Sebelum itu terjadi Tata telah berfikir dahulu sebelum bertindak.
Irwan menepati janjinya bahwa dia takkan meninggalkan Tata barang sebentar pun. Irwan setia menemani Tata sampai keadaan sekarang ini.
"Jadi setelah ini kita ke arah cideng?" tanya sopan Irwan. Bahwa Irwan sendiri bingung apa sebenarnya isi dari amplop coklat kemarin. Sungguh sangat meresahkan.
Tapi Irwan hanya bertanya sebatas itu tak ingin wanita yang dihadapannya ini tersinggung dan menyuruhnya pergi meninggalkan dirinya saat itu juga. Tentu saja Irwan tak mau itu terjadi. Irwan hanya mengikuti Tata kemanapun menurutnya itu baik.
Tak lama waktu untuk menempuh kerumah ibu kostnya ini. hanya membutuhkan 25 menit saja dari Rumah sakit yang merawat Tata.
Tiba didepan rumah berlantai dua ini.
"Kostan bang choky"
Tata langsung masuk kedalam sedang Irwan sibuk menurunkan barang barang Tata yang berada di bagasi mobil berwarna biru itu.
"Tok..tokk..Assalamualaikum" ucap salam Tata langsung dijawab dari dalam rumah.
"Waalaikumsalam.."
Ceklekkk...
Saat pintu dibuka terlihat lah wanita parubaya yang sedang mengendong seorang balita laki laki yang tentu saja Tata ingat dan tak mungkin melupakannya..
"Ibu..." jerit Tata langsung memeluk Ibu Lili dengan erat sehingga membuat balita yang berada dalam gendongan bu Lili pun terbangun dan menangis.
Sadara akan pelukannya yang membuat balita menangis Tata langsung melepaskannya.
__ADS_1
"Sayang" Tata langaung mengambil balita itu dari gendongan ibu Lili dan beralih mengendong balita tersebut sambil menciuminya bertubi tubi.
"Sudah sudah. ayo masuk dulu" ucap Bu Lili sambil memeluk bahu Tata.
"Eh itu temennya suruh masuk" ujar Bu Lili melihat pria muda bersama Tata tapi sangat asing Bu Lili tidak mengenalnya.
"Owh iya aku lupa. Itu temenku bu" kata Tata sambil melihat Irwan masih berdiri di depan rumah bu Lili sambil menenteng tas milik Tata.
"Maaf. bang sini aku bawa in"
"Gak usah . udah sana kalo cuma ngangkat ini aku pasti bisa" goda Irwan dan membuat Tata senyum sekilas.
Bu Lili mempersilahkan Tata beserta teman prianya masuk dan membuatkan tamunya minum dan beberapa cemilan dari kalimat.
Karena beberapa hari yang lalu Bu Lili mendapat kiriman makanan cemilan dari temannya yang berada di kalimantan.
Kini Irwan sudah mengetahuinya permasalahan yang ada pada Tata . Meski pun begitu Irwan tak mundur untuk mendapatkan cinta Tata dan ingin membuatnya nyaman saat berada didalam pelukannya ..
"Meski begitu sulit tapi aku akan tetap meyakinkan hatiku bahwa hanya kamu dan cuma kamu. Aku tak perduli apa dan bagaimana dirimu. Yang aku inginkan membahagiakanmu dan memiliki mu selamanya .Tanpa batas waktu" bathin Irwan.
.
.
mampir yuk dikarya temanku.
__ADS_1
blurb.
Annchi adalah seorang dokter jenius dan ahli mengunakan
senjata tajam serta menguasai ilmu bela diri. Hingga suatu ketika
keluarga pamannya ingin menguasai kekayaan Annchi.
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui
kalau keluarga pamannya meracuni dirinya membuatnya bersumpah
jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka.
Annchi terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan
jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh
kalau sering di bully dan di siksa oleh ibu tiri dan adik tirinya,
membuat. Annchi membantu membalaskan dendam dan mengubah
pemilik tubuh untuk menjadi cantik dan tidak bisa ditindas.
Akankah usaha Annchi untuk membalas dendam berhasil?
Ikuti Novelku yang ke 19
__ADS_1