
Selamat membaca🥰🥰🥰
.....................
Sembilan bulan kemudian.
"Hoekkk....Hoekkkk....Hoekkkk".
Bayi lucu yang sangat mengemaskan. bayi ini dari tangan satu dan tangan lainnya mengendong bergantian saja. Tata sedang dibersihkan oleh asisten bidan. Tata melahirkan anak ketiganya di bidan yang tak jauh dari rumahnya dengan kelahiran normal tanpa kekurangan apa pun.
Bayi perempuan ini lahir dengan bobot 3 kilogram pipi merona dan serta warna bibir yang merah menyala.
Keluarga Irwan mengendong bayi cantik ini. Kedua kakaknya hanya mendengus kesal karena tak diizinkan mengendong adik mereka yang baru saja lahir.
"Ma... Bolehkan adek gendong dede bayi" rengek Lala.
"Tanya Papa" lirik Tata kearah Irwan.
"Sini sayang anak kesayangan papa" Irwan lalu mengendong Lala dan menunjukkan adiknya yang baru lahir.
"Sekarang adek gak lagi dipanggil dengan sebutan adek. jadi sekarang adek udah jadi kakak. dan Adek ini" Irwan menunjuk anaknya yang baru lahir.
"Ini adeknya si kakak" kata Irwan sambil menciumi putrinya ini.
"Yeyeye.. adek udah jadi kakak" girang Lala .
__ADS_1
"Tapi bolehkan adek bayi kakak gendong" lirih Lala.
"Boleh sini papa bantu" lalu Irwan mengambil anak yang baru lahir itu kepangkuan sang kakak . Irwan tak melepaskan begitu saja tangan Irwan masih melekat pada bayi perempuan itu.
Tangan Lala tak henti menunjuk pelan jarinya kearah pipi gembul sang adek bayi.
"Adek lucu ya pa" ucap Lala. Irwan mencium dahi Lala sekilas dan menganggukkan kepalanya.
Irwan sangat menyayangi anak anak Zayn entah sampai kapan ini yang Irwan inginkan hanya ingin dengan putra putri mereka berkumpul bersama.
Sudah dua hari Tata dirumah bidan . pada hari ini Tata memutuskan untuk pulang kerumahnya karena sudah tidak betah. kasian anak anaknya tidur di lantai beralaskan tikar. meski anak anak itu tak mengeluh tapi rasa sayang Tata melebihi segalanya.
Di tempat lain.
Zayn rutinitasnya masih sama. Masih memikirkan tentang Tata dan kelahirab buah hati mantan istrinya itu. Zayn masih belum bisa melupakan Tata sepenuhnya meski sering mengunjungi Pondok Pesantren itu dan dijodohkan dengan Ica. Gadis berhijab hitam itu tapi apalah daya. Zayn masih bersikap seperti biasanya angkuh dan juga sombong.
Zayn masih menyangkal pertanyaan tentang Tata melalui Ibunya itu. Meski sudah ditanyai berkali kali Zayn masih bersikap sama.
Hati Zayn sulit untuk melupakan Tata.
"Zayn mommy harap kamu membuka diri. Ayolah nak!" pinta mommynya.
"Mom.. Aku sudah berubah. Seperti ini cukup " ucap Zayn lembut kepada mommy.
Setiap ditanya perihal itu. dan hanya itu itu saja jawabannya. Sama saja.
__ADS_1
Di Pondok Pesantren Darul Islam.
"Ca. Udah lama kamu kenal sama Aa Ian?" ucap temannya Ica yang bernama Desi. Ian adalah sebutan Zayn karena terlalu susah pengucapannya akhirnya Ica memamnggil Zayn dengan sebutan Aa Ian.
"Entahlah Des. Umi sama abi tetap masih mau menjodohkan aku sama Aa Ian. Aku nurut aja" ucap Ica lesu.
Dari pertama datang dan melihat Zayn . Ica merasa sesuatu dengan perasaannya . debar debar asmara mengiringi kedatangan Zayn dikala itu.
Yang menjodohkan mereka adalah Ali Imron sendiri . Ica adalah keponakan Ali Imron . Karena Abi Ica saudara kandung Ali Imron pengurus pondok pesantren Darul Islam.
Tapi Sifat angkuh dan sombong Zayn membuat Ica ragu atas keputusan itu. Sebab itu lah Ica hanya menunggu keputusan dari Zayn kapan Ia akan melamar.
Zayn setiap satu bulan sekali kesana untuk mengontrol pembangunan pondok pesantren itu . Zayn yang mendanainya dan menjadi donatur tetap disana. Bukan karena perjodohan antara Zayn dan juga Ica.
Rica Nurfitri adalah anak sulung dari ustad Anwar dan ibu pidar yang masih berusia 19 tahun jauh berbeda dari umur Zayn terpaut jauh 16 tahun saat ini umur Zayn sudah memasuki umur 36 tahun.
Pria duda beranak dua belasteran Jerman dan Indonesia. sudah memporak porandakan hati gadis belia pondok pesantren.
.
.
follow ig otor zafa_milea
.
__ADS_1
.
Partnya Zayn sama ica bakal dibahas nanti pas sudah end..😘😘