
Setelah melakukan penguretan karena keguguran dan calon bayi yang tidak berkembang saat ini Tata sudah berada dikediamanannya.
"Sayang" Tata langsung mengendong putra sematawayangnya Daniel.
Wajah yang hampir serupa menyerupai sang ayahnya Zayn , bayi yang sudah pandai berbicara itu kini sudah mengerti siapa ibunya kecuali sang ayah kejamnya.
"Sudah jangan digendong dulu nak kasian kamu masih dalam penyembuhan" nasihat ayah Tata yang melihat putrinya antusias sekali mengendong anaknya yang terbilang bayi sehat dan montok.
"Aku gak apa kok pa" ujar Tata yang masih mengendong anaknya dengan posesif.
Di negara Jerman
"Bagaimana dok perkembangan anak saya. Mengapa bisa jadi seperti ini" tanya mommy Zayn yang melihat putranya mengalami depresi setelah ditinggal sang istri padahal itu maunya sendiri.
"Sebenarnya apa yang diinginkannya"
"Nyonya maafkan saya sebaiknya anda mencari istri dan juga anak tuan muda Zayn ,mungkin cara itu yang bisa kita lakukan sekarang ini" solusi yang diberikan dokter kejiwaan yang bekerja di mension daddy Zayn.
"Baik lah dok akan saya usahakan" jawab mommy Zayn penuh harap.
Setelah selesai memeriksakan Zayn lalu mommy Zayn mengantar dokter itu keruang utama.
"Baik lah aku akan melakukannya demi putra ku" lirih mommy Zayn melihat mobil itu berjalan menjauh dari kediamannya.
Mommy Zayn lalu menghubungi kaki tangannya yang berada di Indonesia agar bisa menyelidiki tentang keberadaan Tata dan juga anaknya.
__ADS_1
Setelah beberapa jam
Tringgg...
"Bagaimana apa sudah ada kabar"
",,,,,,,,,,,,"
"Baiklah urus kepulanganku ke Indonesia beberapa jam lagi"
Tutt...tutt
Telepon terputus..
Suasana dipinggir jalan tempat Tata berjualan.
"Mencari nafkah untuk keluarga kecilnya"
Sudah menunjukkan pukul empat sore saatnya Tata pulang kerumah untuk memandikan putranya dan berberes rumah.
Jualan Tata sudah abis tak bersisa tak banyak uang yang dikumpulkannya sehari berjualan piscok hanya mampu mengumpulkan uang hanya dua ratus ribu saja.
Dan uang itu Tata gunakan untuk memutar modal keesokan harinya.
Tata menabung uang sisa penjualan kalung pemberian mertuanya untuk bekal putranya sekolah.
__ADS_1
Dan satu lagi Tata masih memakai emas kawin pemberian Zayn cincin emas putih bertahtakan berlian entah berapa karat berlian itu karena beberapa minggu yang lalu saat Tata menjual kalung itu Tata juga menanyai harga cincin itu.
Wow sangat fantastis harganya bisa mencapai dua ratus jutaan harga cincin kawin itu.
Tentu Tata sangat sayang bila itu terjual.
Maka dari itu Tata lebih baik menjual kalung pemberian mertuanya dibanding menjual emas kawin pemberian suaminya itu.
"Apa kabar mas Zayn aku merindukanmu mas. Maaf aku tak bisa menjaga anak kedua kita. Maafkan aku" sebulir air mata jatuh dan Tata langsung menyekanya agar tak terlihat oleh orang lain.
Ketika menghapus air matanya.
"Mba maaf piscoknya masih ada gak" tanya seorang pemuda berumuran matang berkulit hitam manis.
Suara itu pun membuyarkan lamunan Tata tentang kabar suami kejamnya itu.
"Maaf mas piscoknya udah habis barusan aja. Ini saya lagi beres beres" ucap Tata sopan
Deg
"Aku seperti mengenalnya tapi siapa ya" lirih pemuda yang melihat penampilan Tata yang amat sederhana berbeda dengan penampilan yang pernah dia lihat melalui tiang reklame yang dipasangnya di ibu kota beberapa bulan yang lalu.
"Mataku sudah rabun kayaknya" kata pemuda itu lagi yang langsung menghidupkan motor maticnya meninggalkan Tata yang sedang berberes beres untuk menutup warung pisang coklatnya.
""""""
__ADS_1
ayo mampir juga ya dikarya temannku