
Selamat Membaca😍😍
....................
"Aku mau kejujuranmu. Sekarang!" pinta Irwan.
Setelah kejadian beberapa waktu itu. Tata tampak murung. Wajah cantiknya jarang tersenyum.
Irwan merasa ada yang disembunyikan oleh istrinya. Irwan terus mengugat Tata dengan rentetan pertanyaan yang membuat Tata bingung akan menjawab pertanyaan yang mana dulua. Tata semakin tersudut.
Kini Irwan sudah menyadari perubahan sikap dan wajah Tata. Irwan tak ingin Tata kembali lagi pada pria yang telah menyakitinya.
Saat bekerja pun tak membuat Irwan tenang. Selalu tentang itu.
Selalu Tata yang ada difikiran Irwan.
"Kenapa diam . Aku butuh pengakuanmu?" mohon Irwan sekali lagi.
Tata masih terdiam. Mencerna semua kata kata yang dikatakan Irwan tadi. Tata mesti harus jawab apa, jujur ataukah berbohong . Dan apa pun jawabannya . ini lah takdir sebenarnya .
Irwan sengaja mengajak Tata menginap kehotel yang sudah dipesan Irwan beberapa hari yang lalu. Dan itu tanpa anak anak.
Irwan tak ingin pembicaraan antara hati kehati itu ada orang lain mendengarnya.
"Aku mohon sayang. Jawab lah aku" lirih Irwan.
Irwan membelai rambut Tata dengan sayang. Menciuminya berkali kali. Tata memberikan senyuman terbaiknya. Tata begitu gugup. Kepalan tangan itu jadi memerah karena terlalu kuat Tata mengenggam jari jemarinya.
Dari jam ke jam Irwan melewatinya dengan penasaran. Tata masih dalam diamnya. Dan melamun kearah yang tak tentu. Irwan sangat takut kehilangan Tata. Irwan sangat cinta.
Tapi jika pilihan tersulit adalah melepaskan Tata. Sungguh hati Irwan tak mau.
Sudah hampir dua minggu ini Irwan tak mengajak Tata bercinta terlebih lagi melihat wajah Tata yang seperti menahan kesedihan mendalam.
Tanpa sepengetahuan Tata . Irwan telah menghubungi Zayn untuk menemuinya di hotel tempatnya menginap.
Zayn langsung menyetujuinya.
"Tok... tokk" ketukan pintu.
"Ceklekk .. "Irwan membuka pintu kamar dan mempersilahkan Zayn untuk duduk .
Tata masih berada didalam kamar. Tata masih terlelap. Irwan membelikan gaun untuk dipakai tak terlalu seksi masih pantas jika dikenakan.
Bulu kuduk Irwan berdesir mengingat percintaan panasnya dua minggu kemarin yang hubungan yang masih baik baik saja.
Irwan rindu jari lima Tata dan sesepan hangat mulut Tata yang selalu memanjakannya.
Irwan menggelengkan kepalanya.
"Hemm" Zayn mencairkan suasana.
Didalam sana Tata yang sudah bangun dan berdandan cantik sudah siap menunggu Irwan menjemputnya.
"Fikirkan baik baik. Apabila sudah ditanganku maka takkan aku lepaskan" ucap Zayn.
"Aku pasrah jika nanti Tata memilihmu" jawab Irwan.
__ADS_1
Irwan masuk kedalam kamar dan mengajak Tata keluar.
Tata terkejut melihat Zayn ada didepannya.
Tata mundur selangkah. Tata melirik Irwan.
"Apa ini maksudnya mas?" tanya Tata.
Tata bingung apa maksud dari semua ini. Ada suaminya dan juga ada mantan suaminya.
"Tolong dengarkan aku baik baik sayang" pinta Irwan.
Irwan meneteskan airmatanya. Dan cepat cepat ia mengusapnya agar Tata tak melihatnya.
Irwan mengenggam jemari Tata.
"Jika kau memilih dia . Maka aku akan pergi" ucap Irwan.
"Kembalilah padanya jika kau masih mencintainya" .
Tata melototkan matanya. Tata tak menyangka jika Irwan menyerahkannya pada Zayn. Tata sangat kecewa. Air mata menetes begitu saja.
Begitu pun Irwan yang tak mampu membendung air matanya lagi. Tata masih belum menjawab.
Saat Irwan akan mengucapkan kata Talak Perceraian untuk Tata.
"Saya Irwan akan menyerahkan Tata kepada tuan zayn sepenuhnya. Dan tanpa paksaan dari mana pun dan saat ini Tata" kata kata Irwan terhenti.
"Stop" pekik Tata.
Irwan semakin tak bisa membendung air matanya.
Zayn melewati Irwan dan mencengkran lenggan Tata . Dan akan membawa Tata dari hadapan Irwan.
"Mas. Apa tidak ada lagi cinta dihatimu . Sehingga kamu tega membiarkan aku pergi" kata Tata yang menangis sesegukkan.
Irwan terdiam dan menunduk.
Tangan Zayn kuat mencengkram lengan Tata. Tata hanya diam dan mengikuti langkah Zayn entah akan membawanya kemana.
Saat akan melewati pintu kamar dan akan memasuki Lift.
Tata memberontak.
"Lepas mas. sampai kapan pun aku tidak sudi menjadi istrimu lagi" ucap tegas Tata.
Namun cengkraman itu tidak terlepas malah semakin kuat.
Mata Zayn melihat mata Tata. Benar sekali sudah tak ada cinta untuknya . semuanya telah usai. Tidak ada kebohongan yang tersimpan
Tata meronta meronta.
Akhirnya cengkraman itu melemah dan terlepas.
Tata langsung berlari menuju kamarnya tadi.
Tata berhenti diperjalanan . Berbalik dan menuju Zayn lagi.
__ADS_1
"Dengar mas. Aku Sita Rahayu akan tetap bersama Irwan dan dia adalah suamiku. Seberat apa pun hidup kami. Aku yakin kami pasti bisa bertahan. Lupakan aku. Aku mohon. hidup lah dengan seperti biasanya. Kuburlah kenangan kita selamanya. Mungkin disini dihatiku masih ada kamu. Tapi itu bukan cinta. tapi sakit yang tak bisa aku jabarkan. Dan dengarlah. Seburuk apa pun dia . aku takkan pernah kembali padamu" ucap Tata .
Tanpa menghiraukan Zayn dan tatapannya. Tata langsung berlari menuju kamarnya tadi. Zayn tersenyum kecut. Zayn mengepalkan tangannya mengertakkan giginya. Kini Zayn sudah tahu . Siapa yang telah dipilih Tata .
Tata melihat Irwan memukul kuat dinding dengan tangannya dan berkali kali.
Tata langsung memeluk Irwan dari belakang. menghirup udara dari kemeja yang dikenakan Irwan. Harum sekali!.
Irwan menangis mengusap lengan Tata. Tanpa Irwan berbalik . Tata masuk dari celah untuk bisa masuk kedalam pelukan Irwan yang menghangatkannya setiap waktu.
Irwan mengeratkan pelukannya. menciumi Tata berkali kali.
"Aku mencintaimu" lirih Irwan.
"Aku lebih mencintaimu. Jadilah suamiku yang terakhir dan memiliki aku selamanya" ucap Tata yang sesegukkan.
"Takkan pernah aku meninggalkanmu dan membiarkanmu sendiri. Maaf?" lirih Irwan.
Tata menggeleng lemah. Dan memeluk Irwan dengan kuat.
"Selamat ya mas. Kamu punya anak lagi" bisik Tata.
Irwan melonggarkan pelukannya. menatap manik mata Tata . Irwan mengerjapkan matanya berkali kali.
Tata membawa tangan Irwan mengelus pelan perut Tata yang masih rata.
"Selamat ulang tahun pernikahan mas" .
Irwan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya.
Irwak tak menyangka jika ini adalah hadiah pernikahannya.
.
.
ig otor zafa_milea
.
.
mampir yuk dikarya tema
blurb.
Zahra memutuskan untuk menikah dengan pria yang baru saja hadir di hidupnya, cinta pandangan pertama itulah yang dialaminya hingga Ia memutuskan hal penting tanpa tahu terlebih dahulu pria yang akan dijadikan sebagai imamnya.
Kebahagiaan dirasakan di awal pernikahannya, hingga semua hancur karena sebuah kecelakaan yang merenggut bayi yang ada di dalam kandungannya.
Zahra mengalami keguguran dan di hadapan pada kenyataan jika kesempatan untuk menjadi seorang ibu sangatlah kecil karena kecelakaan yang dialaminya.
Mampukah Zahra mengembalikan kehidupan rumah tangganya yang harmonis?
Akankah Zahra bisa merasakan menjadi seorang ibu?
__ADS_1