
Met malem readers..
Masih dibulan Ramadhan ya. Kuat ya puasanya.
semangat donk..
Dukung selalu karya ku ya.. doakan yang terbaik buat Tata dan Irwan semoga tidak ada lagi yang menganggu Tata dan membiarkannya hidup bahagia..
👍👍👍👍
Selamat membaca....
.........................
Kepedihan itu kesakitan itu lagi lagi membayangi Tata. Masih dengan air mata yang menetes. Tata tak bisa tidur malam ini. entah apa yang merasukinya semua pasti ulah mantan suaminya. yang meninggalkan sejuta bekas luka tapi enggan tuk mengobatinya.
Tata jatuh hati pada laki laki kejam itu meski sudah berapa kali membuat dirinya bagai kaca yang hancur tiada bentuk tapi lagi dan lagi Tata masih mencintainya.
"Cinta Buta"
Malam ini Tata tak bisa lagi melanjutkan mimpinya bersama putra kesayangannya.
Gelisah dan cemas menghantui fikirannya. Suasana kamar menjadi panas dan gerah padahal pendingin ruangan itu sudah di atur sesuai dengan kebutuhan.
__ADS_1
Tata hendak keluar kamar tapi saat membuka pintu kamarnya tak ada satu pun anak kost yang berada diluar.
Kini kostan bang choky ditinggal mudik oleh penghuninya. Semua anak kost disini adalah perantauan yang jauh dari keluarga. Bu Lili dan juga Ayah Edi tak pernah mempermasalahkan jika anak kost mereka ada yang menunggak pembayaran.
Seperti saat ini anak kost mereka pada pulang kampung tapi untungnya tidak meninggalkan hutang piutang dengan ibu kostannya ini.
Tata mengedarkan pandangannya melihat isi kamarnya yang dulu pernah dia tempati. Tak ada perubahan Ibu Lili merawat dan membersihkan kamarnya ini hampir setiap hari tak ada barang yang berubah masih seperti sedia kala .
Akhirnya Tata memberanikan diri untuk keluar rumah meski agak sedikit takut tapi suasana di ibukota sungguh sangat cantik bila dilihat dimalam hari. menawan sekali.
Sekali sekali Tata melemparkan senyuman kearah lampu kuning yang menyala di ruas jalan cideng . Tak banyak perubahan fikir Tata masih sama saja. Tata memutuskan untuk turun kebawah dan sekali sekali mengintip anaknya yang tertidur pulas di atas tempat tidur.
"Udara malam memang segar" ujar Tata yang sedang menghirup udara segar dimalam hari.
Malam itu sudah menunjukkan pukul 02 malam. masih lama menunggu pagi.
"Sedang apa?" pikir Bu Lili.
"Bentar lagi subuh" cicit bu Lili.
Dan Tata hanya menyenggir kuda saja.
Lalu Tata masuk kedalam kamarnya dan menguncinya. Tapi Tata belum memejamkan matanya. "Sulit sekali".
__ADS_1
Untung saja balita yang tertidur itu masih setia di alam mimpinya.
Tata masih gelisah waktu akan mendekati adzan subuh tapi matanya masih enggan untuk tertidur. Tata memutuskan untuk kembali keluar seperti tadi dan benar menurut dugaannya lagi lagi Bu Lili memergokinya.
"Masih belum tidur?" tegur Bu Lili yang hendak menutup pintu rumahnya tapi karena mendengar suara pintu terbuka akhirnya Bu Lili melihat Tata menuruni anak tangga.
"Kamu mau kemana?"
Tata langsung melihat kearah sumber suara yang sangat dia kenal.
"Cuma liat liat aja Bu" jawab Tata.
"Gak usah kemana mana anak masih tidur nanti dia bangun nyariin kamu" ucap Ibu Lili.
"Iya bu. Aku disini aja kok gak kemana mana".
Tata langsung memakai sendal jepit didekat anak tangga yang memang sudah disiapkan tapi entah siapa yang menyiapkannya . Karena semenjak disini baru kali ini Tata melihat ada sendal jepit kesukaannya.
.
.
.
__ADS_1
Mampir yuk dikarya temanku.