ALL: Aku, Lalu Luka

ALL: Aku, Lalu Luka
Episode 16


__ADS_3

Hari kelulusan menjadi suka cita bagi semua orang tidak terkecuali diriku, mencoba berjalan menyesuaikan diri dengan kebaya yang ku kenakan tepat setelah namaku terpanggil untuk pengalungan. Kakiku berjalan pelan menuruni panggung memberi senyuman kecil pada seorang laki-laki yang dasarnya memang ditempatkan didekat tangga panggung untuk membantu saat para peserta pengalungan turun dengan baik.


"Kamu sangat cantik" ucap seorang yang sangat ku kenal berjalan mendekat ia terlihat sangat cocok dengan suit jas hitam yang melekat ditubuhnya.


"Apa itu pujian?" Bayu terkekeh pelan,


"Mungkin, tapi kali ini aku serius" ia menatapku intent, "Kamu semakin cantik dengan kebaya itu" tambahnya berhasil memacu detak jantung yang seakan ingin keluar dari tempatnya berasal. Iris mata kami terkunci satu sama lain menghantarkan desiran hangat yang menjalar hingga kepipi, sampai sebuah seruan memutuskan kontak intens kami.


"Kalian ngapain?"


"Gak ngapa-ngapain" sahut Bayu terlihat sedikit kesal, entah karena apa. Aku lantas memberi tatapan bingung pada Johan yang tiba-tiba saja menyerukan nama kami berdua dengan tidak santainya dan hanya di balas dengan cengiran bodohnya yang khas.


"Ayo foto bareng, Adit udah ada disana" ujarnya menujuk kearah dimana Adit berada.


Belum sempat kami mengangguk ataupun mengiyakan ajakannya tiba-tiba saja ia sudah menarik tangan kami hingga berada di depan benner besar yang di jadikan sebagai background untuk mengenang hari kelulusan. Sejujurnya aku lebih senang menyebutnya perpisahan karena terdengar sesuai kenyataan yang ada.


"Lama"


"Kamu kira nyari orang itu gampang apa" sahut Johan tak mau kalah.


"Banyak omong, cepetan katanya mau foto" leraiku, mereka terdiam lalu mengatur posisi yang pas untuk berfoto bersama.


"Senyum... 1.. 2.."


Cekrek!


"Ya! Hasil yang bagus" terang sang potografer yang telah mengambil gambar kami berempat lalu di lanjutkan dengan berfoto bersama Vanya, Ayla dan Rizka tentunya.


"Kamu mau lanjut kemana Van?"


"Em.. mungkin ke SMK, kalo kamu La?" Ayla mengangkat bahunya acuh,


"Belum tau" singkatnya lalu menatap kearahku.


"Kalo kamu sendiri mau kemana thy?"


"Paling SMA Negeri biasa" sahutku asal. Mereka bertiga hanya mengangguk, "Ntar seringin ngumpul, jangan pada asik sendiri" ucap Rizka lalu menatap kearahk sengit. "Apa lagi kamu thy" sambungnya.


"Loh kok aku?"


"Ya kan kamu yang paling menyibukan diri diantara kita-kita, ya gak?" Sahut Vanya yang di iyakan semuanya dan kubalas dengan senyum pasrah.


"Iya deh iya" lalu ku edarkan pandanganku mencari sosok yang tadi tiba-tiba menghilang.


"Nyari Bayu?" Aku tersentak mendengar pertanyaan Rizka yang tepat sasaran. "Bayu? Ngapain?" Aku tersenyum sambil menggeleng pelan membalas Ayla.

__ADS_1


"Athy suka dia" bukan hanya aku bahkan mereka semua terkejut dan menatapku meminta jawaban,


"Rizka!" Seruku sedikit tertahan, gadis berkebaya hijau itu hanya tertawa pelan.


"Udah ceritain aja"


Aku menghela nafas lelah, perkataan Rizka benar-benar tidak dapat ku diprediksi sebelumnya membuatku kebingungan sendiri harus bagaimana menjelaskan cerita lengkapnya pada kedua temanku yang lainnya. "Jadi, apa aja yang sudah kami lewatin?"


"Sabar Van sabar" gadis itu masih menatapku dengan pandangan menuntutnya.


"Oke, aku bakal cerita"


•*•*•*•*•*•


Teh hangat dengan senandung ringan menghantarkanku pada ketenangannya sendiri terlebih dengan hembusan angin sore yang menerpa tanpa sungkan. Entah sudah berapa lama aku berdiam diri di halaman depan ditemani pemandangan manis anak-anak yang bermain tanpa beban. Iris mataku tidak luput memandangi aktivitas para anak tentangga yang asik pada dunianya, hingga berandai aku berada di tengahnya dalam wujud gadis lugu yang hanya tau bermain, tanpa sadar sudut bibirku tertarik membentuk lengkungan manis beberapa saat lalu berubah masam. Berandai itu sangat mudah ternyata.


"Apa lagi yang kamu lamunin?"


Aku tidak menanggapi ataupun menoleh, fokusku seolah terkunci pada kegiatan yang ada didepan mataku. Terdengar suara helaan nafas dari samping kiriku, "Dasar abg labil" ucapnya lagi, aku terkekeh pelan lalu mengesap teh hangat yang masih terlihat mengepulkan uap panas meski tidak sebanyak sebelumnya.


"Hormon perempuan emang kek gini ya" alisku terangkat satu lalu menoleh menampikkan wajah kesal Ka Riza, "Oh" acuhku tanpa sadar bisa kulihat perubahan ekspresinya yang semakin kantara.


"Pantas aja laki-laki pada nyerah semua, yang di pacarin bentuknya kek gini" sambil menelitiku dari ujung kepala hingga kaki, "Udah cuek, jutek, nakal, jarang senyum lagi" ucapnya lagi namun tetap ku anggap angin lalu.


"Ini sudah satu tahun" aku bergeming.


"Lalu?"


"Mau sampai kapan?" Kulirik sekilas Ka Riza lalu mengangkat bahu tidak tau.


"Yang suka kamu banyak, temen Kakak aja jatuh hati sama kamu" tatapan malas ku lemparkan pada pribadi samping kiriku.


"Terus aku harus apa? Mau ya, aku pacarin temen kakak satu-satu"


"Ya gak gitu juga. Lagian Bayu uda-" Ka Riza membengkap bibirnya rapat, aku hanya tersenyum tipis.


"Aku tau, dia telihat senang. Bahkan dia datang saat pertandingan dengan gandengan tentunya" aku terkekeh pelan mengingat hari itu, hari dimana ia laki-laki yang ku ukir namanya dihati datang dihari aku berkompetisi mempertaruhkan fisik di arena pertandingan. Dan tanpa ia sadari, ia memaksaku ikut serta mempertaruhkan batin dengan membawa seorang gadis cantik didepan mataku.


"Kenalin, dia pacarku"


Masih terekam jelas ingatan tersebut didalam sana, terlebih gambaran wajah berseri miliknya yang tidak mudah kulupakan. "Please deh jangan mandang aku iba kek gitu" keluh kesal ku lontarkan pada pribadi yang menyorot sedih kearahku.


Gerak-gerik Ka Riza tidak luput dari mataku, ia berdeham sejenak. "Terus kenapa kamu sering-"


"Ganti pacar?" Potongku tepat sasaran melihat ekspresi Ka Riza yang terdiam seakan menunggu kelanjutan kalimat yang akan ku suarakan. Ku renggangkan otot-ototku sejenak sembari memfokuskan mata lurus dengan tenang, "Mungkin efek perkataan Rama dulu"

__ADS_1


"Rama?" Aku hanya menganggu tanpa mengalihkan pandangan.


"Mantan kamu diSMP itu" yang hanya ku sahuti dengan dehaman kecil.


"Bukannya obat patah hati itu hati yang baru?" Ungkapku menatap Ka Riza dengan senyum nakal tercetak jelas di wajah.


•*•*•*•*•


"Athanasia"


"Iya bu?" Sahutku sopan, Ibu Rauda tersenyum lalu memberiku sebuah map berkas.


"Tolong antarkan ini di ruang Wakasek Kurikulum, di meja Bapak Herman"


"Baik bu" lalu melangkah menjauh, sebelum itu beliau memaksaku untuk berbalik dengan menyerukan namaku.


"Kebetulan banget, tolong kalian anterin ini sekalian ya" ucap Ibu Rauda sambil menunjukan 2 buah kotak berukuran sedang yang aku sendiri tidak tau apa isinya. Tapi kata 'kalian' yang di lontarkan Ibu Rauda sukses menapikkan wajah bertanya pada sang guru cantik tersebut.


Beliau menyerong menyerukan nama seseorang yang pastinya tidak aku kenal, laki-laki itu datang dengan senyum sopannya lalu mengangkat sebuah kotak sedang yang ada di samping meja Ibu Rauda di ikuti denganku, ternyata tidak seberat yang aku kira.


"Hati-hati ya" kami mengangguk lalu pamit undur diri.


"Kamu Athy ya?" Tanyanya memulai percakapan dan hanya ku balas dengan anggukan singkat. Jujur saja saat ini aku sedang malas berbincang dengan seseorang telebih untuk orang yang baru saja kutemui, seperti laki-laki disampingku ini.


"Jaka, 11 Ipa 5. Salam kenal"


Aku berhenti dan meletakan kardus sedang tersebut di samping meja Bapak Herman seperti yang Ibu Rauda sampaikan serta map berkas di atas meja, ku selipkan anak rambut yang turun ke belakang daun telinga lalu tersenyum tipis kepada laki-laki itu, "Athanasia, 11 Ips 6. Salam kenal.. Jaka"


Kami berjaba tangan, ia membalas senyumku tak kalah manis. Ah.. sepertinya aku dapat mainan baru.


•*•*•*•*•


•*•*•*•*•


Hello readers!!


So aku di sini mau mengklarifikasi alasan aku jarang update, aw bahasanya keren ya klarifikasi 🤣🤣


Okay back to topic, aku disini mau minta maaf kepada para readers setia novel ALL: Aku, Lalu Luka dan jugai can't say I Love You . Aku udah ngeusahain banget bisa upload naskah di masing" novel setiap minggu tapi sayangnya aku cuma mampu ngirim 1 naskah novel itupun perlu perjuangan banget.


Apa lagi senin ini aku udah mulai UTS dan senin yang lalu juga UTS karena dosen minta UTS duluan untuk mata kuliah beliau and beginilah jadinya, pengiriman naskah berantakan:')))


Semoga kalian dapat maklumin ya hehe, ini udah aku update 3 sekaligus (walau berjarak ngirimnya hehe) Jangan lupa buat klik favorite comment and klik tanda like di setiap episode nya anggap aja nyemangatin aku lewat onlinee hehe😂💜


-chioo_coco

__ADS_1


__ADS_2