
Satu bulan lamanya aku menjalani
hubungan sepihak dengan Aldy, hati kecilku mengatakan untuk mempertahankan
laki-laki baik itu di sisiku, tapi ego ku berkata sebaliknya.
Dan disinilah aku berdiri berhadapan
dengan Aldy yang menatapku dengan sorot mata rumitnya, rumit karena sulit untuk
membacanya seperti ada rasa sedih, kecewa, marah, sesal yang menjadi satu
disana.
"Maaf Al" aku menundukan kepala.
"Gakpapa, makasih sudah jujur" aku menatapnya dengan sorot sedih dan
bersalah, Tuhan, ia laki-laki yang baik.
"Aku me-"
"Aku tau, kamu gak pernah suka sama aku lebih dari teman" aku mengangguk
lemas, rasa bersalah menyelimutiku.
"Makasih sudah singgah thy" katanya lagi lalu memelukku. Aku membalas
pelukannya erat, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan untuk terakhir
kalinya.
Ia mendorong bahuku pelan melepaskan
pelukan, aku tersenyum memaklumi, ia pamit meninggalkan aku dengan sejuta rasa
bersalah. Peri Cinta, di lain waktu jangan kau bidik hati laki-laki lain
untukku, aku takut akan melukai mereka yang berusaha mendekatiku. Cukup Aldy.
Lalu aku meninggalkan tempat itu meninggalkan rasa bersalah yang tadi
menggrogoti hati.
•*•*•*•*•
Aku menepuk pelan punggung Johan
membantu mengurangi rasa sakit akibat tersedak makanan karena ceritaku, ya aku
memberitahu mereka bertiga tentang kandasnya hubunganku dengan Aldy.
"Sayang banget astaga"
"Kamu gak ada rasa gitu sama si Aldy?"
Aku menggeleng pelan lalu tersenyum kecil. Adit membuang nafas kasar,
"Kok bisa barengan sih kalian
putusnya?" Aku menautkan alis bingung dengan pertanyaan Johan.
"Maksudnya?" Ku lirik Johan yang ada di sampingku bingung, ia memberi
tatapan ke arah Bayu.
"Si Bayu juga baru putus sama pacarnya, yang kakak kelas itu" aku
langsung menatap Bayu terkejut, benarkah? Hubungan mereka berakhir? Tapi
kenapa?
"Kok bisa sih? Bukannya masih
baik-bak aja ya?" Tanyaku dengan nada menuntut untuk menutupi rasa senang
di hati, Bayu hanya menggendikan bahu acuh. Adit kembali membuang nafas kasar,
membuatku jenggah.
"Dit, udah berapa kali kamu
buang nafas kasar gitu, cape aku liatnya"
"Ya gak usah liat"
"Tapikan aku punya mata"
"Ya tutup" Aku melongo, ingin sekali aku membantainya.
Johan menahan lenganku lalu
menggeleng,
"Jangan di ladenin, Adit abis putus juga sama cewenya" aku reflek
menutup mulutku dengan tangan.
"Lah kamu han? Putus juga?" Ia menggeleng.
"Akukan emang gak punya pacar" aku ber'oh ria.
"Terus kenapa wajah kamu gitu?"
"Cuma ikut-ikutan menghayati gitu, biar kompak berempat hehe" Bayu
dan Adit melemparkan tatapan tajam mereka kearah Johan. Aku hanya bisa tertawa
__ADS_1
kecil menanggapinya.
"Betewe nich gaes, besok
sabtu" kami bertiga memutar bola mata jenggah mendengar perkataan alay
Johan.
"Terus kalo besok sabtu emang kenapa, hah?"
"Ihh sayang judes banget deh ah" bukan hanya aku tapi Bayu dan Adit
ikut menggendikan bahu geli mendengar panggilan Johan yang kini sudah tertawa terpingkal-pingkal.
"Makanya gak usah sedih-sedih, lagian udah seminggu putus juga"
timpal Johan, ya aku membenarkan perkataannya.
Sudah satu minggu aku mengakhir
hubungnku dengan Aldy tapi baru hari ini aku mengatakannya langsung pada mereka
bertiga, dan selama satu minggu itu pula aku tidak melihat keberadaan Aldy
bahkan saat latihan laki-laki yang pernah mengisi hari-hariku itu tidak
terlihat membuatku semakin tidak enak. Aku mendongkakan wajahku dan menatap
mereka dengan senyum cerah.
"Kenapa?" Tak kurubis
pertanyaan Adit, aku langsung melirik kearah Johan lalu memeluk laki-laki itu
dari samping, jika saja ia tidak menahan tubuhku dengan baik bisa saja kami
jatuh bersamaan, aku tau kedua temanku yang lain sedang menatapku aneh.
"Makasih Han" kataku lalu melepas pelukan, ia menatapku dongkol
membuatku semakin mengembangkan senyum.
"Anjir ini ada apa sebenernya??" Masih dengan senyum yang sama aku
menatap Bayu, lalu menjaab pertanyaannya.
"Karena besok Sabtu"
"Lalu?" Kini giliran Adit yang betanya.
"Ketemu Aldy"
•*•*•*•*•
Kuarahkan pandanganku mencari
keberadaan laki-laki yang selama 1 minggu ini menghindariku, aku ingin
meluruskan segalanya, aku tidak ingin ada dendam atau apapun itu yang membuat
Dengan mantap ku langkahkan kakiku
kearah kerumunan salah satu regu putra, ia tampak terkejut saat menoleh dan
mendapati keberadaanku yang sedang menyentuh pundak laki-laki itu. Aku
tersenyum canggung, kata-kata yang sebelumnya sudah aku persiapkan sebelumnya
hilang dalam sekejap saat retina mata kami saling pandang.
"Emm, Al kita perlu bicara"
Laki-laki yang lebih tinggi dariku itu mengangguk dan mengikuti kemana kakiku melangkah, hingga kami berada di
tempat itu.
"Maaf.." aku mengangkat kepalaku sedikit untuk menatap tepat diiris
matanya.
"Tidak.. aku yang harusnya meminta maaf" aku tersenyum. "Dan aku
tidak ingin kamu menghindariku, maaf aku egois. Jika memang kamu belum bisa
untuk bertemu denganku secara sengaja atau tidak aku memakluminya tapi bisakah
kamu tetap menjalani aktifitasmu sebagaimana mestinya? Aku tidak ingin di
jadikan alasan karena keterpurukanmu, dan sekali lagi aku egois karena tidak
ingin disalahkan."
Ia menatapku lama, apa dia
tercengang dengan perkataanku? Jika iya maka aku juga sama, aku bahkan tidak
tau dari mana asal kata-kata yang tadinya sangat lancar ku ucapkan, tidak
sesuai dengan apa yang ku susun sebelumnya.
"Baiklah, aku gak akan ngehindar lagi" senyum simpul terbit dari
sudut bibirnya.
"Kita sama-sama egois, itu salah satu alasan kenapa aku suka sama
kamu" aku terteguh.
•*•*•*•*•
Perkataan Aldo 3 hari yang lalu
__ADS_1
berhasil membuat ritme jantungku tak teratur setiap kali mengingatnya, aku
mengutuk Peri Cinta yang telat mengirimkan getaran aneh seperti yang pernah ku
rasakan saat bersama Bayu.
"Hoi!!" Aku mendesis tak suka saat Vanya dengan wajah tanpa dosanya
sengaja mengagetkanku.
"Apaan sih"
"Nyesel ya mutusin Aldy" aku menatapnya terkejut.
"Ahh jadi beneran nyesel
ya" katanya lagi lalu tertawa geli.
"Gak tuh!"
"Halah gak pinter boong hahaha. Ngaku aja coba"
"Aku gak nyesel, cuma ya heran aja" Vanya mengerutkan kening bingung,
"Kok heran?"
"Kenapa hati aku baru bereaksi saat kami sudah berpisah"
"Karena cara dia ngedeketin
kamu salah" aku terkejut bukan main saat Ayla tiba-tiba datang dan asal
menyeletuk.
"Ih bikin kaget aja!" Ayla hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya
tanpa merasa bersalah.
"Salah gimana?" Tanyaku mengembalikan topi awal, lalu Ayla mendudukan
diri di samping kananku membuat aku berada di antara 2 perempuan yang mulai
fokus pada permasalahanku.
"Dari awal dia deketin kamu
lewat orang lain makanya kamu gak ada feel sama dia pas awal-awal
pacaran"
"Jadi..." lalu Vanya mengangguk seolah mengetahui apa yang akan aku
sampaikan.
"Cinta datang karena terbiasa thy"
"Sayangnya aku gak terlalu percaya hal yang kek gituan, Van"
"Terus kamu percaya apa? Cinta pada pandangan pertama?"
"Elah kek lagu aja" celetuk Ayla membuat Vanya tertawa.
Aku bangkit berniat untuk pergi
kekelas sendirian, meninggalkan dua orang gadis yang sedang tertawa yang tidak
menyadari kepergianku, berkali-kali aku menghela nafas panjang. Ah aku baru
kelas 8 SMP kenapa sudah berhadapan dengan masalah yang menurutku tidak
penting, tanpa sengaja aku menubruk keras tubuh laki-laki sehingga ia terjatuh
dan aku terhuyung kebelakang bahu kananku terasa sakit.
Ku lirik laki-laki itu lalu berdecak
sebal, "Maaf" kataku dan kembali melangkah pergi tanpa berniat
membantu laki-laki itu yang ku yakin adik kelas.
"Woy minta maaf gak cukup tau gak!" Ku hentikan langkahku lalu
membalikkan tubuh dan menatapnya datar, tidak ada sedikitpun aku berniat untuk
membalas perkataannya. Aku memutar bola mata malas lalu membantunya berdiri,
manja!
"Udah kan?" Tidak perlu
menunggu ia menimpali pertanyaanku, aku langsung pergi sengan cepat
meninggalkannya di koridor sepi itu.
"Loh? Vanya sama Ayla
mana?" Tanya Rizka heran mendapatiku masuk kelas sendiri.
"Aku tinggal di kantin tadi"
Rizka membuang nafas, "Kebiasaan"
"Oh iya tadi si Bayu nyariin kita"
Hati ku berdesit hangat, benarkah?
Dia mencariku juga. Aku menautkan alis menatap Rizka, mencoba terlihat tenang
dan biasa "Ngapain?" Gadis itu menggendikan bahu acuh.
"Ya gak tau, samperin yuk" lalu aku mengangguk mengiyakan
perkataannya. Ah sesenang inikah rasanya jika keberadaanmu di cari seseorang
__ADS_1
yang kamu suka?
•*•*•*•*•