ALL: Aku, Lalu Luka

ALL: Aku, Lalu Luka
Episode 5


__ADS_3

Sudah 1 minggu lamanya aku


menghindari Bayu, bahkan aku bolos latihan basket dan pramuka agar tidak


bertemu dengan Bayu, jika tidak sengaja bertemu di kantin atau koridor sekolah


aku langsung mengalihkan pandangan dan pergi begitu saja.


Tapi sepertinya aku harus


menghentikannya sekarang, karena Dewi keberuntungan tidaklah berpihak kepadaku


lagi. Buktinya saja kini Bayu sedang menarik tanganku, entah kemana tempat yang


akan ia tuju untuk membawaku. Aku menahan diri agar Bayu tidak mendengar


debaran jantungku yang kini berpacu sangat cepat bahkan aku sendiri mampu


mendengarnya tanpa alat bantu apapun.


 


 


"Kamu kenapa sih thy?"


Tanya Bayu to the point setelah tiba di taman sekolah.


"Maksud kamu apa?"


"Kenapa kamu mnghindar? Kalo aku punya salah, aku minta maaf tapi aku


mohon jangan kaya gini"


Aku menundukkan kepala tanpa berniat


menjawab perkataannya, jujur aku setelah mengetahui aku jatuh cinta pada Bayu


aku tidak punya rangkaian kata yang bisa ku ucapkan bahkan hanya sekedar


kalimat sapaan pun tidak ada. Mungkin terdengar seperti alasan tapi itulah


kenyataannya."Thy..."


 


 


 


 


"Athanasia" aku mendongak


ia menepis jarak di antara kami dan memeluk tubuhku erat. Aku terkejut tidak


tau harus berekasi seperti apa, tubuhku yang awalnya membeku lama-kelamaan


seakan mencair dan membalas pelukannya.


"Maaf" kata itulah yang


hanya bsa ku berikan padanya.


 


•*•*•*•*•


Aku mendudukan diri di pinggir


lapangan membenahi ikat tali sepatu sebelum memulai permainan setelah pemanasan


terlebih dahulu, aku datang lebih awal dari biasanya atau mungkin mereka yang


terlambat. Bola yang baru saja ku giring tiba-tiba di rebut oleh orang lain,


aku yang belum siap tentu saja merasa kecolongan. Ku tatap laki-laki yang baru


saja menshooting bola basket yang ia rebut dariku.


Ia menoleh kearahku, Aldy?


Oh aku lupa, apa kalian masih ingat


dengan adik kelas yang berani memberiku sebuah coklat? Nah nama dia Aldy.


 


 


"Kenapa minggu lalu gak

__ADS_1


latihan?" Tanya Aldy yang sudah di hadapanku.


"Hanya ingin" belum sempatku ambil bola yang ada di tangannya, ia


menjauhkan bola itu dari jangkauanku, aku mendengus.


 


 


"Kesiniin bolanya"


"Kalo mau ambil sendiri" Aku tau ia sedang mengejekku karena pendek,


kenapa tubuhnya sangat tinggi sih? Kan jadi susah ngambil bolanya apa lagi dia


mengangkat bola itu tinggi-tinggi.


"Ah sudahlah, ambil saja!"


Ketusku lalu mendudukan diri di kursi yang tidak jauh dari lapangan basket. Ia


terkekeh dan ikut mendudukan diri di sampingku.


"Tipe cowomu seperti apa?"


Aku menaikan sebelah alisku. "Aku hanya bertanya" katanya lagi seolah


mengerti arti tatapanku sebelumnya.


Aku menghela nafas,


"Entahlah" jawabku apa adanya. Tidak mungkinkan aku menjawabnya 'seperti


Bayu'.


 


 


"Kamu pernah suka sama


seseorang?" Tanyanya lagi.


"Entahlah, aku tidak yakin" aku tersenyum melihatnya seperti orang ke


bingungan, ah ingin sekali tadi aku menjawab 'Bayu' entah apa reaksinya


Tekatku bulat untuk menyembunyikan


perasaan yang tidak seharusnya ada itu. Berharap Peri Cinta segera menyadari


kesalahannya dan menarik kembali panah yang bersarang di hatiku karena ia telah


salah mengarahkanya padaku.


"Misalnya ada laki-laki yang


menyatakan cintanya sama kamu gimana?" Pertanyaan random miliknya


membuatku menoleh dan menatapnya dengan pandangan yang aku sendiri tidak tau


artinya apa.


Aku hanya diam, tidak mampu menjawab


pertanyaan yang ia berikan. Hingga anggota yang lainnya berdatangan dan memulai


latihan seperti biasa. Saat istirahat Rini dan Shilla menghampiriku, "Kamu


tadi abis ngobrol apa aja sama Aldy?" Aku mengerutkan kening kearah Rini


yang tiba-tiba memberi pertanyaan yang tidak biasa.


 


 


"Dia cuma ngasih aku pertanyaan


random"


"Kamu suka dia?" Kini Shilla yang bertanya dengan mata berbinar.


"Mungkin" Jawabku apa adanya, karena aku lumayan menyukai Aldy


sebagai temanku. Rini dan Shilla beranjak pergi meninggalkan aku setelah


menjawab pertanyaan random mereka.


 

__ADS_1


 


Aku menghela nafas lalu membenahi


kunciran rambutku yang melonggar. Ini pertama kalinya aku memanjangkan rambut


setelah lulus dari TK.


"Kenapa kamu thy?"


"Ribet punya rambut panjang"


"Tapi kamu cantik kalo rambut panjang"


 


 


Astaga?! Ingin rasanya aku berteriak


dan mengutarakan isi hatiku di depannya, tapi sayang aku tidak bisa. Aku


memutar bola mata malas lalu memasang ekspresi sejenggah mungkin, "Basi


Bay, gombalanmu gak mempan sama aku"


Bayu tertawa kecil menanggapi perkataanku.


Peri Cinta, bantu aku. Debaran ini


sungguh menyiksa!


•*•*•*•*•


Karena perkataannya aku jadi terus


kepikiran sampai-sampai memandangi diri sendiri lewat cermin, ku geraikan


rambutku yang mulai mencapai sebahu lalu ku sisir halus.


 


 


"Kamu ngapain neng?" Aku


tersentak.


"Astaga mamah ngagetin aja"


"Abisnya kamu, tumben cerminan sambil nyisir lagi"


"Ya kan pengen ngeliat muka eneng kek gimana kalo rambut di gerai, gitu


loh mah" Mamah menatapku aneh.


"Wajahmu gak bakal berubah kalo cuma di pandangin di cermin, perawatan


coba" setelah mengatakan itu mamah pergi berlalu.


Sekarang aku tau dapat dari mana


sifat sarkas yang selalu keluar dari mulutku, perkataan mamah membuat aku sadar


kalo cantik perlu usaha. Tapi jika di ingat lagi rata-rata mantan sama


perempuan yang deket sama Bayu cantik-cantik semua, mengingat hal itu membuatku


sedikit patah semangat.


Ku hempaskan tubuhku kekasur menatap


langit menerawang masa yang akan datang akan seperti apa aku jadinya, lalu


kehidupanku di bangku SMA dan Perkuliahan, lalu bagaimana kelak aku menjandi


pengantin Bayu.


Aku langsung terduduk dari posisi


awal ketika bayangan itu terlintas begitu saja tanpa permisi, aku merasa


wajahku mulai memanas mengingat bayangan tentangku bersama Bayu di masa depan.


Astaga! Ku tampar diriku sendiri agar terbangun dari angan yang tidak semestinya


kembali di ingat atau di bicarakan.


Lagi-lagi debaran ini kembali hadir


menyuarakan pendapat hati yang tak ku mengerti apa isinya.

__ADS_1


•*•*•*•*•


__ADS_2