Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Tidak ingin jauh-jauh....


__ADS_3

...Hari berganti dengan cepat......


Tidak terasa Jihyo dan Zoya sudah menghabiskan waktu bersama selama lebih dari satu Minggu.


Selama itu juga Jihyo masih belum mau menerima pekerjaan diluar rumah. Sedangkan Zoya, masih belum diberikan pekerjaan apapun oleh Jihyo.


Sebenarnya Zoya sudah beberapa kali mengeluh pada Jihyo tapi pria itu hanya meminta Zoya untuk terus berada didekatnya.


Ponsel Jihyo berdering, pesan masuk dari agensi masa istirahat telah usai, besok dia harus sudah menjalankan aktivitasnya seperti idol pada umumnya.


Dia melirik Zoya, lalu menghela nafas panjang. "aku masih ingin menghabiskan banyak waktu dengan mu Zoya..." keluh Jihyo lirih.


"apa kamu mengatakan sesuatu oppa?"


"tidak..."


Oppa... panggilan yang beberapa hari ini Zoya sematkan padanya, alasannya karena Zoya adalah asistennya jadi akan terlihat kurang ajar jika dia hanya memanggil nama Jihyo saja.


"Zoya..."


Hmm


"besok aku sudah akan mulai latihan, agensi sudah menghubungi ku untuk kembali ke aktivitas idol ku."


"itu sudah kewajiban mu oppa," Zoya meletakkan piring berisi potongan buah diatas meja. "lalu apa yang bisa aku kerjakan besok?"


"tidak ada..." Jihyo mengedikkan bahu.


"bisakah oppa berikan aku pekerjaan sesuai dengan status ku sebagai asisten mu, aku sudah bosan hanya diam saja dirumah ," dengusnya.


"Zoy...."


"sudahlah, aku menyerah memohon pada mu, terserah tuan saja." Zoya bangkit dari duduknya berjalan cepat memasuki kamar.


"Zoya....jangan marah seperti itu..." teriakan Jihyo sama sekali tidak digubris.


huuffft.... aku membawa mu bersama ku agar kamu tidak terus bekerja untuk orang yang sama sekali tidak menghargai mu Zoya... aku ingin kamu merasakan kenyamanan. gumamnya.


Sudah hampir satu jam lamanya Zoya belum juga keluar dari kamar.


Dia benar-benar marah kali ini. Jihyo menyerah, akhirnya dia menerobos masuk dalam kamar Zoya.


Didalam kamar Zoya hanya duduk menghadap jendela, rasanya dia sangat kesal pada Jihyo, kali ini benar-benar kesal.


"Zoya..." Jihyo melangkah mendekati Zoya. "apa kamu masih marah pada ku?"


"....."


Tidak ada jawaban, "Zoya ayolah, jangan marah begini "

__ADS_1


"....."


"Zoya..." Jihyo berjongkok didepan Zoya, menggenggam tangannya. "aku hanya tidak ingin kamu bekerja terlalu keras Zoya..."


Zoya menatap tajam mata Jihyo. "lalu, dengan membiarkan aku hanya menjadi benalu di hidup mu itu akan membuat ku bahagia?" menarik tangannya. " orang-orang akan semakin memandang ku sangat rendah karena mereka akan mengira aku memanfaatkan kebaikan mu."


"kamu bukan benalu Zoya, berhenti berpikir yang tidak-tidak,"


"jika kamu ingin membantu ku, tolong bantulah aku sewajarnya, kamu membawa ku kemari untuk menjadi asisten mu, maka berikan aku pekerjaan sebagai seorang asisten," Kali ini Zoya menumpahkan unek-unek dalam hatinya.


"aku mohon... perlakukan aku seperti seorang asisten, aku bukan ratu dirumah ini. Aku asisten tuan Min Jihyo." kalimat Zoya penuh dengan penekanan.


Jihyo hanya bisa diam mendengar semua kalimat Zoya.


Tapi di hati ku, kamu adalah ratunya. batin Jihyo.


"jika tidak bisa memberi ku pekerjaan yang sesuai, tolong batalkan kontrak kerja itu, aku bisa kembali bekerja di perusahaan seperti dulu."


Deg...


"aku tidak akan membatalkan kontrak itu sampai kapanpun." tegas Jihyo.


"apa untungnya bagi mu membawa aku kemari, kamu kehilangan uang untuk membayar ku setiap bulan tapi aku tidak melakukan apapun untuk hidup mu." Zoya bangun dari duduknya. "atau kamu lebih suka aku pergi tidak dengan baik?"


Mata Jihyo melebar, "apa maksud mu? kamu ingin pergi dari sini? jika kamu melanggar kontrak itu bisa membuat mu berurusan dengan hukum,"


"lalu apa gunanya aku disini?"


Jihyo tahu apa yang dia lakukan pada Zoya sangat berlebihan, tapi dia juga tidak ingin Zoya bekerja terlalu keras.


"aku tidak seharusnya ada disini tuan." Zoya melangkah menjauh dari Jihyo. Tapi tangannya dicekal.


"kamu bisa ikut bersama ku kemanapun aku pergi sebagai asisten pribadi ku, kamu bisa melakukan pekerjaan sebagai asisten ku mulai besok." Dengan berat hati Jihyo mengatakan itu.


"anda serius?"


"Zoya berhenti bicara formal pada ku, panggil aku Jihyo. aku tidak suka kamu bersikap seperti itu pada ku. itu menyakitkan." Jihyo mengacak-acak rambutnya.


"baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak melarang ku melakukan pekerjaan seperti layaknya asisten lainnya." Zoya mengulurkan jari kelingkingnya.


"kamu seperti anak kecil Zoya..."


"berjanjilah tuan Jihyo..." Paksa Zoya.


"baiklah, aku berjanji..." Jihyo menarik Zoya keluar dari kamar, "baiklah asisten ku yang cantik, tolong temani aku nonton dan makan malam ini,"


"tunggu..." Zoya menghentikan langkahnya, "satu lagi..."


"apa...?"

__ADS_1


"bisakah kamu bersikap normal, bersikap layaknya pada asisten mu?"


"memangnya aku tidak bersikap normal selama ini?"


"kamu terlalu berlebihan oppa, jangan sampai karir mu rusak Karena aku,"


huufftt


"sudahlah jangan pikirkan yang lain dulu, aku ingin nonton film sepuasnya malam ini. "


hmmm


Mereka duduk berdampingan, Zoya menyalakan monitor, menyiapkan beberapa makanan agar mudah dijangkau. Perlahan lampu mulai redup.


Zoya duduk dengan nyaman, matanya fokus pada layar monitor.


Tapi Jihyo tidak benar-benar menikmati film yang diputar. Jihyo berpikir keras, agensi tidak mengijinkan ada staf atau asisten selain pilihan dari agensi sendiri. Lalu bagaimana besok dia akan menghadapi mereka.


Dia sendiri juga tidak mau mengambil resiko, jika Zoya ia biarkan dirumah tanpa melakukan apapun dia bisa saja jenuh dan pergi darinya.


Belum lagi besok semua member akan berkumpul dan tentu saja akan banyak pertanyaan yang harus dia jawab.


Jihyo menuang anggur dalam gelas, tapi sebelum ia bisa meminumnya Zoya sudah mengeluarkan ultimatumnya. " jika kamu minum sekarang besok kamu tidak akan bisa bangun pagi. disitu ada jus kenapa tidak minum jus saja," ucapnya tanpa mengalihkan pandangan.


"kamu benar Zoya ..." gumam Jihyo


"tentu saja, selain memastikan semua kebutuhan mu terpenuhi aku juga punya hak untuk mengingatkan mu kan oppa?" kini Zoya tersenyum manis padanya.


"hidup ku semua milik mu.." ceplos Jihyo.


Zoya hanya menggeleng dan tertawa mendengar kalimat Jihyo.


.....


Malam panjang telah berlalu....


Dinginya udara pagi masik begitu terasa, membuat siapapun akan enggan beranjak dari kasur.


Zoya sudah bangun dan bersiap, begitu juga dengan Jihyo. Hari ini adalah hari pertama Zoya bekerja asisten sungguhan untuk Jihyo.


Sebenarnya dia sendiri masih ragu-ragu dengan pekerjaannya ini. Dia takut akan menjadi masalah untuk Jihyo.


tok..tok..tok...


"Zoya... apa kamu sudah siap? " seru Jihyo dari luar kamar.


"Hmm... tunggu sebentar oppa aku hampir selesai..." Zoya masih berdiri didepan cermin, meneliti setiap bagian tubuhnya agar penampilannya tidak terlalu mencolok.


Ini sudah seperti bodyguard kan... gumamnya.

__ADS_1


...****************...


Next ...


__ADS_2