
Cinta...
Adalah rasa yang hadir tanpa bisa memilih pada siapa ia menjatuhkan hati. Rasa yang terkadang memberikan kekuatan, terkadang pula justru menjadi kelemahan seseorang.
Untuk Zoya cintanya pada keluarga adalah kekuatan utamanya untuk terus berjuang tidak kenal lelah. Ia rela melakukan apa saja, keadaan sesulit apapun tidak akan dia keluhkan jika jaminannya adalah kebahagiaan keluarganya.
Dan untuk Jihyo cinta yang baru saja mengembang dalam hatinya adalah sebuah kelemahan, Ia lemah saat cintanya tersakiti, ia lemah saat cintanya dikhianati, ia lemah saat tidak bisa bersamanya.
Jihyo tidak pernah menautkan hati pada wanita manapun, tapi entah apa yang membuatnya begitu terpaut pada Zoya, wanita sederhana yang bahkan statusnya adalah seorang ibu juga istri pria lain.
Cinta memang tidak memandang status dan kasta, tidak bisa memilih dimana harus berlabuh. Bahkan tidak pula memandang fisik dan usia. Tidak ada alasan kenapa cinta bisa tumbuh mengembang dalam hati setiap insan di bumi.
......................
Satu Minggu berlalu...
Jihyo semakin putus asa dengan keadaan, Zoya tidak pernah lagi bisa ia temui bahkan hanya untuk sekejap pun tidak bisa.
Entah bagaimana caranya Zoya bisa menghindari dirinya seperti ini.
Dua hari lagi masa wajib militernya telah usai, dan selanjutnya ia akan kembali di kehidupan idolnya. Kehidupan yang akan membuatnya semakin kesulitan bertemu dengan Zoya.
Ditempat lain...
Zoya sedang berjalan santai saat memasuki gedung tempatnya bekerja, ia bisa sedikit bernafas lega karena Jihyo tidak bisa lagi menemuinya.
Meski Jihyo masih terus mengirim pesan dan meneleponnya tapi tidak ia pedulikan.
Sebenarnya dalam hati Zoya pun merasa tidak enak tapi ia harus menjaga jarak dengannya, itu untuk kebaikan Jihyo sendiri pikir Zoya.
.....
Pekerjaan Zoya berjalan sebagaimana mestinya, semua selesai tepat waktu dan tidak ada kesalahan apapun.
Hari sudah sore Zoya masih disibukkan dengan beberapa pekerjaan.
Hingga semua terhenti saat Ayumi menghampirinya "kak, kau dipanggil manajer,"
Zoya mengerutkan kening "ada apa?"
"entahlah, kakak diminta keruangan nya sekarang" Ayumi mengedikkan bahu.
"apa dia terlihat marah?"
"tidak kak,"
"lalu ada apa?" Zoya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"kakak kesana saja sekarang," raut wajah Ayumi pun terlihat tegang.
Dengan segera Zoya melangkah menuju ruang kerja manajernya.
tok...tok...tok...
"permisi, apa anda memanggil saya?"
"ya, Zoya masuklah"
Setelah mendapatkan isyarat untuk duduk, Zoya duduk dengan tidak nyaman. "ada apa pak?"
Manajer Zoya menarik nafas panjang sebelum mulai bicara, "Zoya, kamu akan dipindahkan tugaskan."
"apa...?" Zoya melebarkan mata mendengar jika dia akan dipindahkan. "tapi kenapa...?"
"maaf, Zoya aku hanya menjalankan tugas." Sang manajer mengedikkan bahu, dia memang tidak tahu kenapa Zoya harus pindah dia hanya menjalankan perintah CEO. "ini kontrak kerja baru mu, kamu bisa menandatanganinya."
Zoya masih diam, menatap tidak percaya pada sang manajer.
Melihat tatapan Zoya membuat sang manajer ciut nyali, Zoya memang terkenal tegas dan berani melawan ketidakadilan. Tapi dia sendiri hanya menjalankan tugas dari CEO.
"Zoya saya mohon. aku hanya diberi perintah."
"kenapa bukan orang lain." Ketus Zoya.
"karena tidak ada yang sebaik diri mu." Zoya menyeringai dengan tatapan sangat tajam. "apa kamu tega melihat ku kehilangan pekerjaan? meskipun kamu dipindahkan hidup mu akan lebih baik." Manajer tertunduk lesu.
Setelah selesai Zoya langsung bangkit dan melangkah keluar ruangan.
" Zoya pulanglah, kamu bisa mengemasi barang-barang mu, nanti akan ada yang menjemput mu ketempat kerja baru."
"Ya...." Zoya kembali menghampiri manajernya, "terima kasih sudah membantu ku selama ini pak. semoga kita bisa bertemu lagi." Zoya mengeluarkan tangan dan disambut hangat oleh sang manajer.
"Jagan terlalu keras pada diri mu Zoya, berbahagia lah ditempat baru mu." Zoya tersenyum mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan.
Dibalik pintu Zoya menyapu ruangan dengan matanya, ada banyak hal yang dia dapat dari sini.
Teman-teman baru, pengalaman baru dan banyak pelajaran yang tidak dia dapat di tempat lain. Kini ia harus pergi ke tempat baru ia harus beradaptasi lagi.
Rasanya sangat sulit, tapi ia sadar menolak pun percuma. Zoya butuh pekerjaan ini apapun itu dia harus berjuang untuk keluarganya.
Zoya berjalan dengan tidak bersemangat, dan mulai mengemasi barang-barangnya.
Ayumi dan Roni menghampiri Zoya, "kak ada apa?" tanya Ayumi
"aku harus dipindah tugaskan," jawab singkat Zoya.
__ADS_1
"tapi kenapa kak?" Roni menyahut.
"mendadak sekali..." Ayumi memeluk Zoya, matanya sudah berkaca-kaca.
"kalian jaga diri baik-baik, jangan terlalu sering membuat kesalahan, bekerjalah dengan giat" Zoya memeluk Ayumi dan Roni bergantian.
"apa kakak akan pindah dari apartemen juga?"
hhmmm...
Ayumi menangis mendengar jawabannya. "Kakak akan pindah kemana?"
"aku masih belum tahu Yumi, sudahlah jangan menangis kita masih bisa bertemu nanti."
"kakak ...." rengek Ayumi
"kembalilah bekerja, aku harus pulang dan berkemas sekarang. Sebelum aku pergi nanti aku akan menyimpan makanan diunit kalian." Zoya menepuk-nepuk pundak Ayumi dan Roni.
Ia sendiri sebenarnya tidak tahan melihat kesedihan mereka, tapi Zoya tidak ingin terlihat lemah.
.....
Pindah tugas... kenapa semendadak ini. Gumam Zoya.
Perjalanan pulangnya sedikit lebih lama dari biasanya. Ia benar-benar tidak bersemangat.
Kenapa tidak besok saja pindahnya, kenapa harus malam ini juga. Apa ditempat baru ia sangat dibutuhkan. Begitu pikirnya.
.....
Saat tiba diapartemen Zoya terkejut karena semua barang-barangnya sudah berada diluar. Dan ada dua pria dengan jas hitam berdiri menunggunya.
"maaf nona, kita harus pergi sekarang. Bos sudah menunggu mu."
"tapi barang-barang ku."
"kami sudah mengemas semua, tidak ada yang tertinggal."
"tapi...."
Tidak mau menunggu lagi, dua pria berjas itu mengangkat koper dan menggiring Zoya untuk pergi dari sana.
Selama didalam mobil Zoya terus bertanya kemana dia akan dibawa, tapi sama sekali tidak ada jawaban.
Dua pria ini benar-benar membuat Zoya kesal bukan main.
"Apa kalian ini robot? kenapa kalian kaku sekali. menjawab pertanyaan seorang perempuan saja tidak tahu. apa kalian tidak lahir dari seorang perempuan." Zoya terus mengoceh dengan bahasa yang tentu saja tidak dimengerti oleh mereka.
__ADS_1
...****************...
Next.....