Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Pulau Jeju


__ADS_3

Setelah tiba di Villa mereka masuk kedalam kamar masing-masing, disana jelas sudah disediakan segala macam fasilitas.


Mereka mulai beristirahat, melepaskan penat perjalanan.


Jihyo dan Hyun Soo tidur di kamar yang sama, yang lain tidur dikamar mereka seorang diri.


Waktu cepat berlalu, matahari sore telah bersembunyi, berganti langit malam dengan bintang dan bulan yang bersinar sempurna.


Zoya menggeliat, tidurnya sangat nyenyak. Tubuhnya terasa lebih segar saat dia bangun.


Ia mengerjapkan mata, melirik kearah jendela diluar sudah sangat gelap. Sudah malam batinnya.


Dia memilih beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, dia ingin menyegarkan tubuhnya.


Tiga puluh menit berlalu kini Zoya sudah selesai mandi, setelah berganti pakaian dia berdiri di depan kaca.


Mencoba mengganti perban di pinggangnya yang basah karena mandi tadi.


"iisshhhh ini sulit sekali." gerutunya.


Saking fokusnya, dia bahkan tidak tahu jika Jihyo sudah masuk kedalam kamarnya.


"perlu aku bantu?" suara Jihyo membuat Zoya terlonjak.


"aniyo..." menarik turun bajunya. "sejak kapan oppa disini? mengagetkan saja." bibirnya mengerucut.


Jihyo mendekatinya, mencubit pipi Zoya gemas. "jangan mencibik seperti itu, itu membuat ku gemas,"


"oppa.." sengaja menyikut perut Jihyo.


"aiihh..." meringis tapi dengan senyum mengembang. "kamu yakin tidak butuh bantuan untuk mengganti perban mu, hmm...?"


"tidak oppa aku bisa sendiri, keluarlah..."


"baiklah..." bukannya keluar Jihyo justru merebahkan diri di atas ranjang. "aku tunggu disini cepat ganti perban mu.." ucapnya.


"jangan coba-coba melihat kearah sini, ne..."


"hmm..." Jihyo menggeleng. kamu itu lucu sekali jika sedang malu. batinnya.


Zoya berusaha cukup lama untuk mengganti perbannya sendiri, tapi dia benar-benar kesulitan.


aku menyerah. gumam Zoya.


"oppa...apa disini tidak ada maid wanita?"


"untuk apa?"


"membantu ku mengganti perban, aku tidak bisa melakukannya sendiri ini sangat sulit."


"disini hanya ada kita dan member, tidak ada maid atau siapapun." Jihyo tidak bergerak sama sekali. "jadi apa kamu akan membiarkan perban basah itu tanpa diganti?"


"tapi aku tidak bisa menggantinya sendiri oppa..."


"tidak mau aku tolong?"


"eh..."


"yakin? luka mu bisa infeksi nanti," Jihyo bicara masih dengan mata terpejam.


"ta...tapi...aku malu.."

__ADS_1


Ck... Jihyo melompat dari tempat tidur. Wajahnya terlihat kesal.


"malu apanya, tidak perlu malu." meraih obat-obatan Zoya lalu menariknya untuk duduk diatas ranjang. "ini keadaan urgent, jadi menurut saja."


Perlahan Jihyo menarik baju Zoya sedikit, ia meringis melihat luka jahitan di pinggang Zoya.


"jangan banyak bergerak, ini mungkin akan sedikit sakit." Jihyo mulai melepaskan perban basah, memberikan obat tepat diatas luka jahitan. Ia bisa melihat Zoya menahan rasa perih, Jihyo meniup luka itu perlahan.


Setelah selesai memberikan obat, Jihyo kembali menutup luka Zoya dengan perban baru.


"sudah selesai, " ia berdiri meraih tangan Zoya, "mari keluar member sudah menunggu kita untuk makan." membawa Zoya ke taman belakang Villa.


Dari sana mereka bisa melihat hamparan pantai yang indah. Member yang lain sedang sibuk dengan alat pemanggang dan daging-daging berbumbu yang terlihat begitu lezat.


"selamat malam nuna..." Joo Tae menyambut Zoya dengan senyum manisnya.


"malam Joo..." mengusap lengan Joo Tae. "ada yang bisa aku bantu?"


"no...no...no... nuna duduk saja kami yang akan menyiapkan semuanya, " Joo Tae meletakkan piring berisi daging panggang diatas meja.


"tapi aku ingin membantu..."


"jangan chagiya.... tetap duduk dan nikmati makan malam ini .."


Zoya terkekeh mendengar kalimat Jihyo. "makan malam yang sudah terlalu larut, ini sudah tengah malam..." meraih kaleng minuman, "ehh chagiya..?!" matanya menatap Jihyo.


Jihyo sedikit tersenyum, alis matanya terangkat menggoda. "ada apa chagiya..." sengaja menekan kalimatnya.


"jangan bicara yang bukan-bukan oppa..."


Jihyo terkekeh melihat wajah Zoya yang terlihat kesal.


.....


"nuna..."


"hmm..." Zoya melirik Jie Yoon.


"bagaimana nuna bisa bertemu hyeong dan bagaimana hyeong bisa jatuh cinta pada nuna?"


uhuk...uhukk... Zoya terbatuk mendengar pertanyaan Jie Yoon.


"Jie Yoon...." Jihyo meliriknya kesal.


"aku hanya ingin tahu cerita dari sisi nuna..." entengnya.


"....." Zoya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak tahu harus bicara apa.


"jangan dengarkan dia Zoya...." Hyun Soo bisa melihat Zoya yang bingung bercampur malu.


"ahh hyeong..." bibir Jie Yoon mengerucut. "dengar ini, jika nanti aku menemukan wanita yang bisa mencuri hati ku, aku akan mencintainya sama seperti Jihyo hyeong mencintai nuna..."


Zoya menatap mata Jihyo yang juga menatap dirinya. Ada rasa tidak menentu yang Zoya rasakan.


"kamu sangat mengidolakan Jihyo hyeong, sampai dalam hal cinta saja kamu ingin seperti Jihyo hyeong." Joo Tae mengacak rambut Jie Yoon.


"apa salahnya hyeong, Jihyo hyeong memang sangat keren, Daebak," selorohnya.


Zoya benar-benar menjadi canggung ada diantara semua orang. Rasanya dia ingin tenggelam dilaut saja.


Hyun Soo menyenggol kaki Jihyo, mengisyaratkan agar dia membawa Zoya berjalan-jalan menyusuri pantai.

__ADS_1


Ia bisa melihat Zoya mulai canggung berada diantara mereka.


.....


Ditepi pantai ... meski malam begitu pekat tapi sinar bulan dengan indah memancarkan cahayanya diatas bumi.


Jihyo dan Zoya sedang duduk ditepi pantai dengan angin yang berhembus kuat.


Jihyo menatap Zoya dengan cinta yang tersirat jelas di matanya.


Zoya, dia terus mencoba memalingkan wajahnya agar tidak bertatap muka dengan Jihyo. Dia benar-benar malu menghadapi pria tampan ini sekarang.


"Zoya... "


"i..iya..."


"aku ingin mengatakan sesuatu..." menggenggam tangan Zoya, membuatnya sedikit terkejut.


"emm... apa?" Zoya menunduk.


"lihat aku Zoya .." mengangkat dagu Zoya agar ia bisa melihat mata indah wanita cantik ini.


Jihyo menakup wajah Zoya, tatapan matanya sangat dalam, membuat jantungnya berdebar sangat kuat.


Tidak jauh berbeda dengan Zoya, Jihyo sendiri juga merasakan hal yang sama. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat.


"Zoya... bisakah kamu memberi ku kesempatan untuk membahagiakan mu, Zoya... aku mencintai mu..."


Apa yang Jihyo katakan membuat tenggorokan Zoya tercekat. Lidahnya terasa kelu, ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.


"Zoya ...."


"amm...emm... oppa... a..aku..." Zoya benar-benar sangat gugup sekarang.


"dengarkan kata hati mu Zoya, aku tidak akan memaksa mu menjawabnya sekarang, kamu bisa memikirkan ini dulu. Tapi yang harus kamu tahu, aku sungguh-sungguh ingin hidup bahagia bersama mu, bersama anak-anak kita..." Zoya bisa melihat ketulusan Jihyo. Pria ini bersungguh-sungguh dengan setiap kata-katanya.


"oppa aku akan menjawabnya nanti, aku harap oppa bisa sedikit bersabar. "


"ne.. tentu saja," mengecup lembut kening Zoya. Lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Zoya tidak menolak, tidak juga membalas pelukan Jihyo. Dia tahu apa yang mereka lakukan sekarang ini salah.


Zoya tahu rasanya dikhianati, tapi dia tidak ingin juga membalas pengkhianatan yang telah dia terima.


Aku akan menunggu sampai hati mu siap menerima cinta ku Zoya. Aku tahu ini terlalu cepat untuk mu setelah luka yang kamu terima dari laki-laki itu. batin Jihyo.


Dia bertekad akan membuktikan cintanya pada Zoya.


Dari kejauhan, Hyun Soo dan member lain menyaksikan dua anak manusia yang sedang mengungkapkan isi hatinya.


"kenapa mereka sangat serasi sekali...." Wonbin memeluk tubuh Joo Tae dengan mulut mengerucut seperti hendak mencium.


"aniyoo .... apa yang kamu lakukan!!" Joo Tae mengibaskan tangan Wonbin. "kamu benar-benar mengerikan!!! aku masih sangat normal kau tahu.." dengusnya.


"tapi aku ingin seperti mereka..."


"cari pacar sana!!!" beralih berdiri disamping Hyun Soo.


...****************...


Next...

__ADS_1


__ADS_2