
Kantor agensi....
Semua orang sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Hari ini Jihyo tidak ada jadwal latihan, dia sedang ada di studio bersama Hyun Soo dan Wonbin.
Zoya baru saja membeli makanan dan dengan cekatan menyiapkan semua diatas meja.
"oppa, ini sudah sangat siang, ayo makan dulu.." Zoya mendekati dan memaksa mereka untuk menghentikan pekerjaan.
"kalian makanlah aku ingin keluar sebentar,"
"mau kemana lagi Zoya..." Jihyo sudah menarik manja tangannya.
"ada hal penting... sebentar saja oppa,"
"kenapa kamu sangat posesif begitu pada Zoya, biarkan dia pergi sebentar." Hyun Soo menatap jengah sikap Jihyo.
huuh...
"baiklah, tapi cepat kem..." sebelum ia selesai bicara Zoya sudah menutup mulut Jihyo.
"hanya sebentar..."
....
Zoya berjalan menyusuri trotoar menuju minimarket tidak jauh dari kantor agensi, disana ada mesin ATM yang bisa Zoya gunakan.
Setelah selesai melakukan transaksi pengiriman uang Zoya membeli beberapa batang coklat, lalu segera kembali ke kantor.
.....
Zoya berjalan menyusuri lorong menuju studio Jihyo, tapi langkahnya sedikit terhambat dengan adanya Junior Jihyo yang sedang berjalan bergerombol.
Zoya memperhatikan interaksi mereka sedikit tersenyum melihat keseruan yang mereka ciptakan.
Sampai mata Zoya beralih pada lukisan besar yang menggantung tidak sempurna.
Tepat dibawah lukisan satu pria sedang berdiri dengan santai. Zoya spontan berlari mendorong pria itu saat tiba-tiba lukisan besar itu jatuh.
Braaakkk....
Lukisan itu jatuh dengan sangat keras. Semua orang yang ada di sana mematung menatap tidak percaya, Zoya masih berdiri tegap meski tubuh kecilnya tertimpa lukisan berat itu.
"nuna..." seru pria yang Zoya tolong. "kening mu berdarah..."
Zoya mengusap keningnya, " tidak masalah, perhatian dimana pun kamu berada, kamu tidak akan tahu kapan nasib sial akan datang,"
"nuna, terima kasih, mari aku bantu bersihkan luka mu,"
"aku bisa lakukan sendiri, permisi..." sebelum Zoya melangkah pergi satu staf datang dengan wajah panik.
__ADS_1
"nona apa kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah khawatir.
"aku baik, bantu dia, pasti dia sangat syok." Zoya pergi tanpa memperdulikan orang yang menatapnya.
....
Didalam toilet Zoya membersihkan luka di keningnya, luka kecil menurutnya.
"jika Jihyo tahu pasti dia akan mengomel seperti ibu-ibu..." gerutu Zoya.
Setelah selesai menempelkan plester pada lukanya, Zoya beranjak keluar toilet.
Benar saja baru saja dia membuka pintu, Jihyo dan Hyun Soo terlihat berlari menghampirinya.
"Zoya ..." seru Jihyo dari kejauhan.
benarkan dugaan ku.. gumamnya.
"aku dengar kamu...." Zoya memasukkan potongan coklat ke dalam mulut Jihyo.
"aku baik-baik saja oppa, jangan berlebihan seperti itu." menarik tangan Jihyo dan Hyun Soo menuju studio.
"tapi lukisan itu sangat berat, " Hyun Soo menyahut.
"Ck... tapi aku baik-baik saja oppa, "
"yakin..?"
Didalam studio Jihyo masih memperhatikan Zoya. Zoya sendiri malah sibuk makan makan coklat tidak terlihat sedikitpun dia kesakitan.
"Zoy...kamu baik?" Jihyo mengulang pertanyaannya.
"apa aku terlihat tidak baik oppa? "
"tapi ini terlihat bengkak..." mengusap lembut kening Zoya. "ayo ke dokter..." bujuknya.
"ini sudah aku obati jadi tidak perlu ke dokter oppa," tersirat jelas kekhawatiran di wajah dingin Jihyo.
Ponsel Wonbin berdering, panggilan telepon dari CEO agensi. Setelah menutup telepon Wonbin mendekati Jihyo. "hyeong kita harus keatas sekarang, ada hal yang perlu kita diskusikan dengan CEO"
"aku akan segera kembali, tetaplah disini," pinta Jihyo, Zoya mengangguk paham.
Setelah kepergian Jihyo, Zoya hanya duduk diam menatap layar ponselnya. Dia merindukan anaknya, sudah beberapa hari tidak bisa melakukan panggilan video membuat Zoya sangat rindu.
"Ekhem.." Hyun Soo berdehem dibelakang Zoya. "siapa mereka..?" tanyanya.
"anak-anak ku oppa," Hyun Soo melebarkan mata tidak percaya mendengar jawaban Zoya.
"jangan bercanda Zoya, aku serius bertanya," gerutunya.
__ADS_1
"aku serius oppa, ini anak-anak ku dan ini suami ku," tanpa ragu ia menunjukkan foto keluarganya.
"berapa usia mu," menakup wajah Zoya dengan kedua tangannya.
"28 tahun.." ia mendorong tangan Hyun Soo menjauh dari wajahnya. "kamu ini kenapa sih oppa.." ketusnya.
"28 tahun? kamu sudah menikah?" gumam Hyun Soo.
Zoya hanya melirik kesal pada Hyun Soo lalu kembali fokus pada ponselnya. Melihat pria itu beranjak keluar dari studio Zoya hanya mengedikkan bahu.
....
Hyun Soo menyusul Jihyo keruang CEO, tidak langsung masuk ia hanya menunggu didepan pintu.
Tidak lama Jihyo dan Wonbin keluar, dengan gerakan cepat Hyun Soo menarik tangan Jihyo masuk kedalam lift membawa Jihyo ke rooftop.
"hyeong kamu ini kenapa," Jihyo tampak bingung dengan sikap Hyun Soo.
"Jihyo katakan pada ku dengan jujur, kamu tahu Zoya sudah menikah dan memiliki anak?"
"iya aku tahu," jawabannya tanpa ragu.
"dan kamu mencintai Zoya meskipun kamu tahu itu?"
"hyeong apa salahnya jika aku mencintainya, dia wanita yang baik dia wanita yang tulus,"
"tapi dia sudah menikah, Jihyo sadarlah dia sudah bersuami. " Hyun Soo mengacak rambutnya. "jika sampai ada yang tahu status Zoya apa yang akan penggemar kita katakan? mereka akan menghujat mu dan Zoya "
"aku memang mencintainya hyeong sangat mencintai Zoya, tapi aku tidak akan melakukan hal bodoh." Jihyo menarik nafas dalam. "jika nanti dia memilih kembali pada keluarganya aku tidak akan kecewa, aku hanya ingin melindungi dan menjaganya selama dia ada disini, itu saja."
"tapi bagaimana jika orang lain berpikir hal yang berbeda, alasan apa yang membuat mu begitu menginginkan Zoya ada banyak perempuan yang bisa kamu dapatkan kenapa harus Zoya yang sudah menikah."
"jika saja aku tahu hyeong, aku tidak akan mencintainya." Jihyo memegang pundak Hyun Soo. "hyeong aku berjanji kehadiran Zoya tidak akan merubah apapun, aku juga tidak akan memaksanya, dia tetap akan menjadi asisten ku hanya sebatas itu, publik akan mengenalnya sebagai asisten ku, "
"apa kamu tidak merasa sakit saat Zoya terus mengingat keluarganya, suaminya, apa hati mu baik-baik saja?"
"sakit yang aku rasakan tidak sebanding dengan sakit yang Zoya rasakan hyeong," ceplos Jihyo.
"maksud mu...? apa lagi yang kamu sembunyikan Jihyo." menatap nyalang Jihyo.
"tidak ada hyeong, mari kita turun, Zoya pasti sudah menunggu,"
huuuhh...
Hyun Soo menghela nafas panjang, dia sangat tahu Jihyo, dia tidak akan senekat ini tanpa alasan yang jelas.
"apapun alasan mu, aku harap itu tidak membuat hati mu terluka Jihyo." gumam Hyun Soo.
...****************...
__ADS_1
Next....