Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Sasaeng 2


__ADS_3

"jika tidak bisa melukainya secara langsung kenapa tidak mencoba melukai Jihyo saja. Jika dia tahu Jihyo dalam bahaya wanita itu akan berusaha melindunginya kan?!" seseorang bicara pada diri sendiri didepan sebuah cermin.


......................


Rombongan Jihyo baru saja tiba di hotel tempatnya akan melakukan wawancara.


Jihyo berjalan paling depan, pengawalan tidak terlalu ketat karena biasanya keamanan sudah sangat terjaga.


Zoya paling akhir keluar dari mobil karena dia sedang merapikan pakaiannya.


Dia tidak tampil sebagai model, tapi sebagai asisten Min Jihyo.


Zoya keluar dengan rambut yang di kuncir kuda dengan topi kacamata serta masker.


Pakaian yang ia kenakan pun sangat sederhana, kaos jaket celana jeans yang semua berwarna hitam.


Dia menenteng tas milik Jihyo, berjalan dengan cepat menyusul yang lain.


Baru beberapa langkah Zoya melihat seseorang berjalan kearah Jihyo yang dengan santai menyapa penggemarnya didepan lobi hotel.


Mata Zoya tertuju pada tangan orang misterius itu, dia membawa pisau.


Sial!!! Beraninya dia!!! dengan sedikit berlari Zoya mendekati Jihyo. Agar tidak membuat semua orang panik Zoya berusaha setenang mungkin.


Greeppp... Ia berdiri tepat didepan orang misterius itu.


"jangan coba-coba mendekati Jihyo oppa..." sentak Zoya sambil mencekal tangan orang itu.


jleeb....


Satu tangan yang lain berhasil menancapkan pisau di pinggang Zoya.


Meski tidak dalam ia bisa merasakan luka yang ditimbulkan itu sangat sakit.


Satu pengawal Jihyo baru menyadari sesaat setelah Zoya terlihat limbung karena didorong.


"nona...." meraih tangan Zoya agar tidak jatuh.


Orang misterius itu sudah berlari menjauh, "dia ingin mencelakai Jihyo oppa..."


Beberapa orang mencoba mengejar orang itu tapi lagi-lagi dia berhasil lolos.


"Zoya kau tidak apa-apa?" Jihyo menghampirinya.


"hmm..."


"dia melukai mu?"


"ti..tidak oppa, dia hanya mendorong ku..." Zoya mencoba berdiri dengan tegak.


jangan sampai Jihyo oppa membatalkan acara hari ini karena luka kecil ini . batin Zoya.


"kita harus segera masuk oppa, ini sudah waktunya."


Mereka berjalan masuk ke ballroom hotel tempat acara diselenggarakan. Disini Jihyo adalah bintang tamu utama.


Selain melakukan sesi wawancara, Jihyo juga akan menyanyikan dua lagu.


Tiba diruang yang disediakan khusus, beberapa staf dari agensi mempersiapkan penampilan Jihyo agar semakin sempurna.

__ADS_1


Zoya sendiri masih setia berdiri disamping Jihyo. Berusaha menyembunyikan luka di pinggangnya.


Ia mengatur nafasnya, entah kenapa luka sekecil ini terasa sangat menyakitkan.


Perlahan pandangan matanya semakin kabur, detak jantungnya pun tidak beraturan.


Biarkan Jihyo oppa naik ke atas panggung dulu baru aku akan memeriksa luka ini.


"Zoy...." Jihyo menatap lekat wajah Zoya, meski tertutup masker dia bisa melihat keringat diwajahnya. "Zoya ada apa? apa disini terlalu panas untuk mu?"


"ehh...ti..tidak oppa, aku hanya masih terkejut saja karena kejadian tadi."


"kamu yakin?"


"oppa tidak percaya padaku?" Zoya membuka topi dan kacamatanya. "sekarang sudah waktunya oppa naik panggung, mereka sudah menunggu..."sambungnya sambil menyapu keringat diwajahnya.


Jihyo mengangguk, "istirahat lah... aku tidak akan lama ..." ia berjalan keluar ruangan.


Ceklek....


Bruukk....


Tepat saat pintu tertutup tubuh Zoya ambruk begitu saja, membuat beberapa staf dan pengawal Jihyo tadi panik.


"eonni....."


"nona...."


Mengangkat tubuh Zoya naik keatas sofa. Banyak darah ditangan Zoya.


"oppa... eonni berdarah..."


"astaga....nona apa orang tadi melukai mu?"


"dia mencoba melukai Jihyo oppa..." suara Zoya lirih. "jangan sampai Jihyo oppa tahu soal ini, setidaknya sampai acara ini selesai."


"ya nona..." memberikan botol tabung oksigen kecil pada Zoya. "cepat panggilkan tim medis, tapi jangan sampai membuat keributan," titah si pengawal pada staf wanita.


"baiklah...."


Tidak lama beberapa tim medis datang, mereka menyingkap baju Zoya sedikit.


"Lukanya tidak dalam, tapi kenapa sudah membiru ini seperti..." tim medis saling menatap satu sama lain.


Dengan cepat mereka membersihkan luka Zoya, "dia harus segera dibawa kerumah sakit sekarang..."


"jangan sekarang.... jalan keluar dari ruangan ini harus melewati tempat acara kan? itu akan membuat Jihyo oppa curiga.." bisik Zoya.


"ta..tapi nona...ini akan memperburuk kondisi mu, pisau yang orang itu gunakan sepertinya telah diberi racun, tapi kami tidak tahu itu racun jenis apa, kita harus segera kerumah sakit untuk memberikan obat yang tepat."


Zoya menggeleng, "aku masih bisa menahannya, setidaknya sampai Jihyo oppa menyelesaikan tanggungjawabnya."


Mendapat penolakan dari Zoya, tim medis tidak lagi bisa melakukan apapun selain memberikan pereda nyeri dan oksigen untuknya.


Menit demi menit berlalu, tim medis bisa melihat bagaimana Zoya semakin kesulitan bernafas. Kesadarannya pun semakin menurun.


"hyeong...kita tidak punya pilihan lain selain membawanya kerumah sakit, keadaannya semakin memburuk." ucap salah satu tim medis.


"Aku akan menggendongnya..." pengawal Jihyo mencoba mengangkat tubuh Zoya tapi masih saja ditolak olehnya.

__ADS_1


"ja..jangan sekarang oppa... a...aku mohon..."


"tapi nona..."


"please..."


Apa yang terjadi pada Zoya menjadi topik pembicaraan di antara para staf dan tim keamanan disana.


Bahkan penanggung jawab acara meminta agar acara dipercepat.


Jihyo diatas panggung pun merasa tidak nyaman, dia terus saja melirik pintu dimana dia meninggalkan Zoya.


Hatinya tidak tenang, terlebih melihat beberapa staf berbisik satu sama lain membuat Jihyo semakin gelisah.


ada apa ini sebenarnya, kenapa aku jadi gelisah begini. batin Jihyo.


Ia berusaha seprofesional mungkin menanggapi setiap pertanyaan dari pembawa acara.


Sampai tanpa sengaja dia melihat tim medis dengan panik keluar dari ruangannya tadi.


Zoya....


Hatinya semakin diliputi kegelisahan, pikiran Jihyo hanya Zoya.


Karena rasa gelisah Jihyo mengisyaratkan pada pembawa acara untuk menyudahi wawancara.


Lagi pula Jihyo sudah tampil membawakan dua lagu tadi.


Mengerti akan ketidaknyamanan Jihyo, si pembawa acara segera menutup acara dan mempersilahkan Jihyo turun panggung.


Dengan langkah cepat Jihyo turun dari panggung dan segera menuju ruangan tadi.


Ceklek...


"Zoya...."


Deg...


Dia terkejut melihat Zoya tergeletak di sofa dengan jarum infus ditangan serta selang oksigen.


Tim medis mendongak melihat Jihyo sudah masuk kedalam ruangan.


"Zo...Zoya..." menghambur mendekatinya. "kamu kenapa?" memeluk tubuh Zoya yang sudah sangat lemas.


"tuan... nona Zoya terkena tusuk orang misterius tadi," pengawal membuka suara.


"apa kata mu, lalu kenapa kalian diam saja, kenapa tidak membawanya kerumah sakit." Jihyo terlihat murka.


"op...oppa...aku yang minta..." suara Zoya sangat lirih, tangannya menarik Jihyo agar tidak marah kepada semua orang disana.


"Ck... kenapa kamu membahayakan diri mu Zoya ..." Mengangkat tubuh Zoya, berjalan secepat mungkin menuju ambulan diikuti tim medis.


Tatapan mata semua orang ditempat acara tadi jelas tertuju pada Jihyo yang terlihat pias karena khawatir.


"apa wanita itu asisten Min Jihyo? dia sangat berani menghalangi Sasaeng yang ingin menyerang Jihyo diluar tadi." ucap seorang penggemar pada yang lainnya.


"ya...dia benar-benar pemberani," sambung yang lain.


"pantas saja Jihyo tidak bisa jauh-jauh darinya, lihat saja bahkan dia berani mempertaruhkan nyawanya untuk Jihyo."

__ADS_1


...****************...


Next....


__ADS_2