Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Luka Masa Lalu Zoya


__ADS_3

"Ji...Jihyo..." Zoya meneteskan air mata, tangannya mencoba menggenggam tangan Jihyo lebih kuat.


"aniyo... jangan menangis ne..." mengusap air mata di pipi Zoya. "terima kasih sudah berjuang untuk kembali bersama kami chagiya..."


"a...air..." lirih Zoya, tenggorokannya terasa sangat kering karena sudah dua Minggu ia tertidur.


" ah.. dokter apa Zoya boleh minum sekarang?"


"ne..silahkan ..." dokter menyerah segelas air untuk Zoya minum.


Setelah selesai minum, dokter kembali memeriksa kondisi Zoya. Lalu meninggalkan ruangan.


Kini Zoya sudah lebih baik, dia hanya perlu istirahat sedikit lagi untuk memulihkan kembali kondisinya.


Jihyo masih setia duduk disamping wanitanya. Semua member, duduk di sofa tidak jauh dari brankar. Mereka terlihat bahagia melihat Jihyo kembali tersenyum.


"hyeong, lebih baik hyeong mandi sekarang..." Jie Yoon mendekati Jihyo dengan paper bag berisi pakaian untuk Jihyo.


"tidak sekarang, aku akan mandi nanti..." tidak mengalihkan pandangannya.


"hmm...baiklah..." Jie Yoon menyerah, dia berjalan mendekati Hyun Soo dan duduk disampingnya.


Cukup lama Zoya beristirahat, sampai ia kembali membuka mata. Ia menatap Jihyo dengan sedikit senyum di bibirnya.


"Zoya kamu bangun? apa ada yang kamu inginkan?" tanyanya antusias.


Tidak ada jawaban, ia hanya menggeleng tangannya mengusap wajah Jihyo lembut. Kini air mata kembali mengalir membasahi pipi Zoya.


"mianhae...." ucap Zoya lirih.


"Zoya kenapa menangis..." memeluknya mencoba menyalurkan rasa aman padanya.

__ADS_1


"maafkan aku Jihyo...maaf..."


"apa yang harus dimaafkan, kamu tidak berbuat salah Zoya... harusnya aku yang meminta maaf karena melindungi ku, kamu menjadi celaka."


Zoya menunduk, "Jihyo apa kamu tahu, selama aku tertidur aku bisa melihat semuanya aku mendengar semuanya..."


Jihyo nampak terkejut tidak terkecuali member lain, mereka langsung menghambur mendekati Zoya.


"maksud mu nuna..." Junho terlihat bingung.


"aku melihat semuanya, aku mendengar apapun yang kalian katakan. Tapi...aku tidak bisa pergi dari tempat itu aku terkurung disana..."


"tempat apa Zoya dimana?" Jihyo terlihat kebingungan. "bisa minta tolong panggilkan dokter untuk kesini," Wonbin mengangguk lalu berjalan keluar ruangan.


"ceritakan semuanya saat dokter tiba ne..." sebenarnya Jihyo sendiri sudah tidak sabar mengetahui apa yang Zoya alami selama dua Minggu ini. Tapi Dokter harus tahu dan memberikan solusi terbaik.


.....


"baiklah Zoya... bisa kamu ceritakan semuanya,"


Zoya menatap mata Jihyo, ada sedikit ketakutan terpancar dari matanya.


"jika nona Zoya belum siap untuk bercerita tidak masalah, nona bisa menceritakan saat nanti sudah siap..." dokter membuka suara.


"aniyo.... aku akan bercerita dokter..." menarik nafas dalam, Ia meraih tangan Jihyo.


"aku tahu berapa lama aku tertidur, aku tahu apapun yang terjadi disini bahkan ditempat lain, yang terjadi pada anak-anak ku dan sua... emm pria itu..." menggenggam erat tangan Jihyo, ada bulir air mata yang jatuh di pipinya lagi.


"tapi aku tidak bisa keluar dari tempat itu..."


"tempat apa yang nona maksud?" dokter mendekat ikut menggenggam tangan Zoya.

__ADS_1


"tempat itu..." ia mengedikkan bahu.


"aku tidak tahu tempat apa itu, tapi aku terkurung disana selama ini, tempat dimana aku bisa melihat semua luka di masa lalu ku, aku ada disana melihat saat seorang anak perempuan berusia 10 tahun menerima pukulan bertubi-tubi hanya karena kesalahan kecil hanya karena ia meninggalkan satu piring kotor, aku melihat bagaimana hari-harinya dia habiskan hanya untuk belajar dan membantu orang tuanya bekerja, dan jika dia melakukan kesalahan kecil saja tubuhnya akan dipenuhi luka. Seharusnya anak-anak dicintai dan disayangi kan, tapi kenapa dia harus mendapatkan luka sebanyak itu diusia yang masih sangat kecil." isakan Zoya terdengar, air matanya mengalir tanpa bisa dibendung.


"gadis kecil itu aku... aku Jihyo ... disana juga ditempat itu aku seperti ditunjukan sebuah film berisi semua luka dan kesakitan yang aku rasakan selama ini." ia mengusap air matanya sebelum melanjutkan ceritanya.


"aku melihat saat aku hampir menikah tapi aku dikhianati, aku bisa melihat saat aku dijadikan wanita simpanan oleh pria yang sangat aku percayai aku ditipu aku dibohongi dikhianati lagi. Saat aku sudah menikah dengan Vino, awalnya semua terlihat baik tapi ternyata cacian dan hinaan aku terima setiap hari, aku mendengar hal-hal yang sangat menyakiti hati ku, aku dihina karena aku berpendidikan rendah, aku dihina karena aku hanya pekerja dengan gaji kecil aku dihina diremehkan dibanding-bandingkan dengan menantu yang lain, hinaan itu keluar dari mulut ibu mertua ku, wanita yang aku hormati yang aku sayangi setelah ibu ku sendiri." ia menarik nafas panjang, memegangi dadanya yang terasa nyeri, hatinya begitu sakit saat mengingat kejadian-kejadian buruk itu.


Bukan hanya Jihyo yang terlihat sangat terkejut bahkan dokter pun terlihat kebingungan ia mencerna setiap kata-kata yang Zoya ceritakan.


"Jihyo... aku bahkan melihatnya.... dia..." Zoya memeluk Jihyo dengan isakan tertahan. "aku melihat dia sedang berbahagia dia bersenang-senang dia bercumbu dengan wanita lain tanpa rasa bersalah sedikitpun, aku bisa melihat semua itu, Jihyo aku melihatnya. Selama dua minggu ini aku terkurung disana setiap hari aku melihat semua luka itu, sangat menyakitkan Jihyo .... sakit sekali... tapi sekuat apapun aku berusaha untuk keluar dari sana tetap saja tidak bisa, aku mencoba berteriak memanggil kalian aku menangis, seperti ada dinding kaca tebal yang memisahkan antara dunia masa lalu ku dan masa sekarang."


Dokter menutup mulutnya mendengar cerita Zoya, ini benar-benar diluar perkiraan mereka. Apa yang Zoya alami selama ia koma itu sangat mengejutkan.


Jihyo mencoba menahan air matanya agar tidak keluar, member lain memalingkan wajah agar Zoya tidak melihat kesedihan mereka.


"terima kasih Jihyo..." Zoya kembali membuka suara. "karena kamu aku bisa kembali, tadinya aku bahkan tidak lagi ingin kembali, aku menyerah, aku menyerah untuk berusaha bangun. Aku tidak sanggup lagi merasakan luka di hati ku, tapi saat aku mendengar kamu memanggil ku tiba-tiba aku sudah ada disini lagi,"


"Daebak.... cinta hyeong benar-benar memberikan kekuatan yang besar untuk nuna..." Jie Yoon menghambur memeluk Jihyo dan Zoya.


Dokter bangkit dari duduknya, ia menepuk pundak Jihyo. "aku akan menceritakan ini pada dokter khusus psikologi, dia yang bisa menjelaskan semuanya,"


"tunggu dokter, bisakah aku membawa psikolog lain dari luar rumah sakit ini, dokter yang sama yang dulu menangani Zoya." ucap Jihyo.


"tentu saja bisa tuan, itu akan lebih mudah baginya nanti..." dokter undur diri meninggalkan semua orang dengan rasa tidak menentu.


"jangan menangis Zoya ..." Hyun Soo mengusap air mata Zoya. "jangan takut jangan bersedih lagi, ada kami disini kami akan menjaga kamu, terutama Jihyo dia akan menjaga mu dengan baik, dia tidak akan membuat mu menangis atau terluka, iya kan Jihyo..."


"Ne hyeong... tentu saja,"


...****************...

__ADS_1


Next....


__ADS_2