Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Sasaeng


__ADS_3

Hati....


Tempat dimana segala perasaan dirasai oleh manusia. Tempat dimana rasa sayang, cinta kasih tumbuh memberikan kebahagiaan.


Tapi hati juga bisa menyimpan amarah kebencian dan juga dendam yang akan menghancurkan.


Jika disini cinta mulai tumbuh dan berkembang, ditempat lain ada banyak kebencian dan dendam yang akan berusaha dilampiaskan.


Perlahan tapi pasti seorang wanita muda dengan wajah cantik dan hati yang tulus membangun karirnya. Bisa dibilang ini kebetulan atau keberuntungan.


Jika sebelumnya dia hidup dengan menyimpan banyak luka dan kenangan buruk, kini ia mulai mengikhlaskan masa lalunya yang buruk.


Ia bangkit dengan dukungan dari orang-orang yang menyayanginya. Orang asing yang belum lama ia kenal, tapi kepedulian dan kasih sayang mereka lah yang membuatnya berusaha menemukan kebahagiaan.


Jika Zoya berusaha membangun karir dengan kejujuran dan profesionalitas. Dilain tempat ada yang sengaja ingin membuat karir Zoya runtuh secepat mungkin.


Zoya sangat beruntung bukan?


Sangat beruntung.


Matahari siang bergulir berganti dengan gelapnya langit malam.


Zoya tengah berdiri diluar gedung perusahaan. Sudah lama sekali Zoya tidak bertemu dengan Ayumi dan Roni. Ia berencana memberikan kejutan pada mereka.


Tidak lama, kerumunan karyawan perusahaan keluar dari gedung. Mata Zoya terus fokus mencari keberadaan Ayumi dan Roni.


Senyum Zoya mengembang saat melihat Ayumi dan Roni berjalan beriringan. Ia memang menggunakan masker dan juga kacamata hitam, jadi tidak ada orang yang mengenalinya.


Zoya mencekal tangan kedua teman seperjuangannya itu. Membuat siempunya terlonjak terkejut.


"heii lepaskan..." Ayumi mengibaskan tangan Zoya sedikit kasar.


"siapa anda..?" tanya Roni dengan tatapan nyalang.


"Ck...." Zoya berdecak. "kalian melupakan aku?" membuka kacamata dan juga masker yang dia gunakan. "jahat sekali..." Zoya mengerucutkan bibir.


"aaaaahh...." Ayumi berteriak dengan sangat kencang, bahkan dia melompat kegirangan melihat Zoya. "kakak...."


Ayumi dan Roni langsung memeluk tubuh Zoya.


"kakak kenapa baru sekarang datang," cerocos Ayumi. "kakak tidak rindu kamu ya...?"


"Roni..?"


"iya kak..."

__ADS_1


"apa gadis ini masih saja banyak bicara?" tanya Zoya dengan sedikit meledek Ayumi.


"iihh... kak Zoya..." mereka tertawa bersama.


"maafkan aku ya, aku benar-benar disibukkan dengan pekerjaan baru ku.." Zoya menggiring Ayumi dan Roni masuk kedalam mobil.


"yah aku tahu kakak pasti sangat sibuk," Roni memaklumi Zoya.


"aku sangat bangga dengan pencapaian kakak sekarang, apa kakak tahu jika semua orang di perusahaan sering sekali membicarakan kak Zoya. Betapa mereka bangga karena kakak pernah bekerja disana." Ayumi bercerita dengan sangat bersemangat.


"bagaimana kakak bisa menjadi model, kak Zoya terlihat sangat cuantiiiik di setiap pose, Ayumi sering sekali menirukan gaya kakak di majalah," giliran Roni yang menggebu-gebu.


Zoya hanya menggeleng mendengar celotehan adik-adiknya ini.


Zoya merindukan mereka yang sangat cerewet ini.


"ceritanya sangat panjang sekali ... aku sangat beruntung bisa mencapai titik ini sekarang, kalian tahu ada banyak hal yang aku alami setelah keluar dari perusahaan." bayangan Zoya menerawang jauh ke masa-masa dimana dia baru masuk kedalam dunia Jihyo.


"hmm...kalian belum makan?" tanya Zoya. Ayumi dan Roni hanya menggeleng. "apa kalian keberatan jika aku mentraktir kalian?"


"tentu saja tidak kak,"


Zoya mengisyaratkan pada supirnya untuk segera melajukan mobil menuju restoran yang sudah Zoya pesan tadi.


Dia ingin acara makan malam bersama Ayumi dan Roni tidak terganggu oleh tatapan mata orang-orang pengunjung restoran, jadi Zoya memesan tempat private untuk mereka bertiga.


Tiba di restoran....


Semua makan sudah tersaji memenuhi meja. Dengan mata berbinar Ayumi dan Roni terlihat antusias dengan apa yang Zoya siapkan.


"kakak... terima kasih sudah mengajak kita makan makanan mahal ini," seloroh Roni.


"kenapa berterima kasih, aku sangat bahagia melihat kalian..." mengusap pucuk kepala mereka. "baiklah ayo mulai makan..." Zoya mengangkat sumpit dan mulai makan diikuti oleh Roni dan Ayumi.


Sambil menikmati makanan, mereka saling bertukar cerita satu sama lain. Menumpahkan rasa rindu yang mereka rasakan.


Ditengah-tengah acara makan mereka, Jihyo tiba-tiba muncul dengan sedikit tergesa.


"Zoya...."


"oppa .... kenapa menyusul ku kemari?" Zoya bangkit dari duduknya menghampiri Jihyo.


"ehh... hai..." Jihyo melambaikan tangan pada Ayumi dan Roni yang masih menatapnya tidak percaya, mulut mereka bahkan terbuka sangat lebar.


"tutup mulut kalian..." seloroh Zoya. "air liur kalian menetes..." sambungnya mengejek.

__ADS_1


"emm... maaf kak" Ayumi menutup mulutnya dengan kedua tangan. "apa dia Min Jihyo? waaahhh dia sangat tampan sekali kak..."


"kambing pake kolor juga ganteng menurut mu..." Roni mencolek dagu gadis itu kesal.


"oppa...kamu belum menjawab kenapa menyusul ku kemari?"


"aku merindukan mu..." bisik Jihyo nakal.


"Ck...jangan bercanda oppa ..."


"sebaiknya kita pulang sekarang Zoya,"


"tapi kenapa? oppa kan sudah mengijinkan aku menemui mereka, tapi kenapa malah mengajak ku pulang." Zoya terlihat kesal. "oppa aku masih merindukan mereka."


"kalian bisa lanjut ngobrol nanti, sekarang kamu harus pulang Zoya..." Dengan wajah kebingungan Zoya mengikuti langkah cepat Jihyo. Ayumi dan Roni juga ikut bersama mereka.


Ada kabar jika beberapa Sasaeng mengikuti Zoya sejak dia keluar dari kantor agensi.


Jihyo yang sudah lama berkecimpung di dunia hiburan Korea sangat tahu jika Sasaeng bisa melakukan hal-hal buruk pada idol, aktor atau model yang mereka incar.


Jihyo sendiri bahkan sering mendapatkan kiriman barang atau ancaman dari Sasaeng.


Baru saja Zoya keluar dari restoran tiba-tiba muncul seorang wanita yang langsung mencoba mencakar wajah Zoya tapi beruntung ia bisa segera menghindar hingga cakaran itu hanya mengenai tangannya.


Karena terkejut dengan serangan tiba-tiba Zoya sampai jatuh dengan sedikit keras.


"aaiihhh...." Zoya meringis merasakan tangannya yang perih.


Supir yang membawa mereka dengan cepat menarik Sasaeng itu menjauh dari Jihyo dan Zoya.


"Zoya...kamu terluka .." Jihyo meraih tangan Zoya untuk berdiri. Membuka pintu mobil agar Zoya Ayumi dan Roni bisa masuk lebih dulu.


"beraninya kau!!!" Jihyo menatap nyalang pada wanita yang menyerang Zoya. "akan aku pastikan kau mendekam dipenjara!!!" Amarah Jihyo benar-benar tidak bisa dibendung lagi.


Sasaeng itu melemparkan batu kearah kaca mobil, sebelum dia berhasil lari dan masuk kedalam mobil dan melaju pergi dengan cepat.


"sial...!!!" teriak Jihyo. Batu yang wanita itu lempar dibungkus dengan sebuah kertas.


Jihyo memungut batu dan membaca tulisan didalam kertas itu.


Akan aku pastikan hidup mu menderita jika kau tidak pergi menjauh dari Min Jihyo. Wanita sialan!!!


Tulisan dalam kertas itu berisi ancaman. "sepertinya aku harus lebih memperketat penjagaan untuk Zoya." gumam Jihyo dengan raut wajah khawatir.


Jangan sampai ia lengah dan menyebabkan Zoya berada dalam bahaya. Dia tidak bisa memprediksi kapan Sasaeng akan muncul dan mencelakai wanitanya.

__ADS_1


...****************...


Next.....


__ADS_2