Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Personal Asisten.


__ADS_3

Ditempat berbeda seseorang tengah tersenyum melihat rekaman cctv yang memperlihatkan betapa kesalnya Zoya.


Dia terus memperhatikan apapun yang Zoya lakukan.


....


Butuh waktu 30 menit perjalanan, kini Zoya sudah sampai dirumah yang terlihat sangat elegan. Rumah yang ukuranya cukup besar, dengan tatanan yang sangat rapi.


Setelah masuk kedalam rumah, dua orang pria berjas tadi meletakkan koper Zoya didepan sebuah pintu. " Nona, ini kamar mu dan yang ini kamar bos kita." Salah satu dari mereka menunjuk pintu kamar yang saling berhadapan.


"dimana bos yang kamu maksud?"


"Dia akan menemui mu besok, sekarang istirahat lah. kami permisi." Mereka melangkah dengan cepat. Bahkan sebelum Zoya mengajukan pertanyaan lagi.


"mereka ini kenapa kaku sekali sih, menyebalkan!!!" dengusnya.


Zoya menarik koper dan masuk kedalam kamar, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Ia duduk dibibir ranjang, meneliti setiap sudut kamar dengan teliti. Kamar ini terlalu mewah untuknya.


Pekerjaan apa yang akan dia dapatkan disini, bos seperti apa yang memberikan kamar semewah ini untuk pegawai biasa sepertinya.


"sebaiknya aku mandi dan tidur saja."


.....


Selesai mandi Zoya menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Berguling-guling dengan kesal memikirkan apa yang sedang terjadi. Cukup lama hingga ia benar-benar terlelap.


.....


Hari berganti....


Zoya bangun dengan tubuh yang terasa lebih segar.


Selesai membersihkan diri Zoya beranjak keluar kamar. Zoya mengelilingi seluruh ruangan didalam rumah.


Hingga perutnya terasa lapar, Zoya berjalan menuju dapur untuk membuat makanan. Namun sudah ada banyak makanan disana tapi ia tidak tahu siapa yang membuatnya.


Disini Zoya tidak melihat orang lain, bahkan tidak ada foto atau apapun tentang pemilik rumah ini.


Hanya ada karya seni dan lukisan-lukisan yang sangat indah menurutnya.


Diatas meja ia menemukan secarik kertas yang ditujukan padanya.


"Selamat pagi Zoya,nikmati sarapan mu dan bersenang-senang lah hari ini."

__ADS_1


"Kira-kira ini ada racunnya gak ya..? aku disini sendiri mau bersenang-senang seperti apa... " gumam Zoya.


Zoya duduk dan mulai makan, sedikit sangat sedikit. Ia masih tidak bernafsu untuk makan meski perutnya lapar.


Selesai makan Zoya membersihkan meja makan dan kembali masuk kedalam kamar.


Tidak tahu apa yang akan dia lakukan, Zoya hanya duduk menghadap jendela.


Diluar sedang hujan, meski tidak begitu deras, cukup membuat makhluk di bumi merasa malas untuk keluar dari rumah.


Entah sudah berapa lama Zoya duduk disana, angannya menerawang jauh. Disaat seperti inilah Zoya merasakan kerinduan yang sangat pada keluarganya.


Tidak terasa air mata membasahi pipinya tanpa bisa dicegah.


Zoya beberapa kali mencoba menghubungi suaminya, tapi sama sekali tidak ada jawaban. Jika tidak bisa menghubungi suaminya maka dia juga tidak bisa menghubungi anak-anak.


Zoya menyerah, ia meletakkan ponselnya sembarangan. Air matanya semakin deras mengalir.


Karena lelah menangis Zoya tertidur diatas kursi, hingga matahari terbenam, ia baru terbangun.


"ya ampun hari sudah malam..." gumamnya.


Suara gemericik hujan masih jelas terdengar. "hujan masih belum berhenti, lebih baik aku mandi dulu."


Zoya sangat menikmati acara mandinya, sampai ia tidak tahu jika bos barunya sudah menunggunya sejak tadi.


Zoya keluar dari kamar mandi dengan kimono yang menutupi tubuhnya.


Ia berdiri didepan cermin dan mengeringkan rambut tanpa menyadari jika dia tidak sendirian dikamar.


Ekkhheem...


Zoya terkejut dan menjatuhkan hairdryer ditangannya.


"Jihyo..." Teriak Zoya. "kamu disini, bagaimana bisa...."


Bukannya menjawab Jihyo menatap Zoya dengan tatapan sangat tajam. Dia berjalan mendekati Zoya.


Kini Zoya sudah berada dalam Kungkungan tubuh gagah Jihyo. "katakan, kenapa kamu terus menghindar."


Zoya memejamkan matanya, tubuhnya mematung. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


"Zoya katakan..." Paksa Jihyo. "Zoya..." Ulangnya dengan penuh penekanan.


"apa yang kamu inginkan Jihyo,"

__ADS_1


"jawab pertanyaan ku, Zoya"


Karena terus didesak, akhirnya Zoya dengan berani menatap mata Jihyo "kenapa kamu ingin berteman dengan orang seperti ku Jihyo, kasta kita berbeda. aku hanya pegawai rendah dan kamu idol terkenal." Zoya tersenyum getir.


"Jangan berteman dengan ku, itu akan mempengaruhi karir mu. apa yang akan penggemar mu katakan jika tahu kamu berteman dengan buruh."


Jihyo mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa sesak dalam dadanya. "Jangan hancurkan karir yang kamu bangun bertahun-tahun, hanya untuk berteman dengan ku."


Zoya menatap dalam mata Jihyo, "biarkan aku pergi Jihyo, aku mohon."


"tidak akan!!!" Tegas Jihyo


"pikirkan karir mu."


Jihyo merasa sakit mendengar setiap kata-kata Zoya. Ternyata statusnya sebagai idol lah yang membuat Zoya menghindar darinya. "kamu akan tetap disini, bersama ku."


"Jihyo...." lirih Zoya "aku tidak ingin disini." Zoya mendorong pelan tubuh Jihyo agar menjauh darinya.


"kamu bisa pergi, tapi habiskan semua tabungan mu untuk membayar pembatalan kontrak." Zoya mematung menatap Jihyo tidak percaya, apa yang akan dia lakukan sekarang.


Jika Zoya memaksa untuk pergi dia akan kehilangan semua hasil kerja kerasnya.


"aku mohon Zoya, tetaplah disini. Aku jamin tidak akan ada yang berubah. Semua akan tetap sama."


"tapi aku tidak pantas..."


Sssttt...


"Tidak akan ada yang menilai mu begitu, kamu adalah asisten pribadi ku." Jihyo benar-benar berusaha meyakinkan Zoya untuk tetap tinggal.


"aku? asisten pribadi mu? apa kamu bercanda Jihyo, aku bahkan tidak punya pengalaman dan sangat tidak pantas jadi asisten mu,"


"aku sudah memutuskan dan tidak akan ada yang bisa merubahnya." Dia sangat membutuhkan Zoya, dia lemah tanpa Zoya disisinya. "hanya aku yang bisa menilai pantas atau tidak"


Tidak ada lagi yang bisa Zoya lakukan selain menuruti perintah Jihyo. Bagaimana pun Zoya telah mendatangi kontrak kerja itu.


"Zoya..." Jihyo sudah tidak sabar menunggu jawaban Zoya.


"baiklah..." Angguk Zoya.


Mendengar jawaban Zoya, hati Jihyo menjadi tenang. Kini dia bisa menjaga Zoya, kemanapun dia pergi Zoya akan ada bersamanya.


" terima kasih..." Saking bahagianya Jihyo memeluk Zoya dengan erat, membuat Zoya diam mematung.


"aku akan keluar sekarang, aku tunggu dimeja makan." Jihyo mengacak rambut Zoya gemas, lalu melangkah keluar kamar dengan semangat.

__ADS_1


...****************...


Next.....


__ADS_2