
Setelah pengakuan Jihyo pada Zoya tempo hari, ia menyadari bahwa Zoya semakin sulit ia hubungi.
Bahkan meski Jihyo berusaha untuk bertemu dengannya, Zoya selalu punya alasan untuk tidak berlama-lama bersama dirinya.
Apa yang Zoya lakukan tentu saja membuat Jihyo tidak tenang, ia bahkan menjadi lebih sensitif terhadap apapun.
Semua pekerjaan yang dia lakukan tidak berjalan dengan baik karena pikiran dan hatinya hanya dipenuhi oleh Zoya.
" hyeong..." Junho melemparkan bantal kearah Jihyo dengan kesal.
"....." bukannya menanggapi kekesalan sahabatnya itu Jihyo justru langsung duduk dan meminum anggur milik Junho diatas meja.
"hyeong... ada apa dengan mu?" kini Junho menjadi khawatir melihat Jihyo seperti itu. "apa hyeong seperti ini karena wanita?"
Hhmmm...
"hyeong kamu tidak pernah seperti ini," Junho menepuk pundak Jihyo. "wanita mana yang bisa membuat mu jadi begini?"
"dia wanita yang istimewa Junho, aku bahkan tidak tahu kenapa aku begitu menginginkannya." Suara Jihyo terdengar sangat putus asa, membuat Junho merasa iba padanya.
"hyeong, masa wajib militer kita akan segera habis, setelah ini kamu pasti tahu bagaimana kesibukan kita nanti." Mendengar kalimat Junho semakin membuat Jihyo frustasi.
"lalu aku akan semakin sulit menemuinya!"
Gluup... gluup... gluup....
Jihyo terus menenggak anggur dari botol tanpa jeda.
Junho hanya meringis melihat cara Jihyo minum, "hyeong kamu sudah gila."
.....
"apa aku terlihat buruk?" Gumam Jihyo.
"apa yang kamu katakan hyeong, kamu pria yang baik."
"tapi kenapa dia terus menghindari ku, saat tahu aku ini idol."
Mata Junho melebar mendengar kalimat hyeong nya itu. " apa hyeong serius?"
"apa aku terlihat sedang bercanda?" nyali Junho menciut melihat tatapan membunuh Jihyo.
"ti..tidak hyeong." Menggeleng dengan cepat. " hyeong tapi kau bisa mendapatkan wanita manapun yang kau mau."
"hanya dia yang aku inginkan." Jihyo menyadarkan kepalanya pada sofa.
__ADS_1
"sebenarnya siapa wanita itu hyeong?"
Tidak ada jawaban, Jihyo malah semakin banyak meminum anggur, membuat Junho jadi kesal.
"sudah cukup hyeong, berhentilah mabuk. Lebih baik hyeong mencari cara agar bisa mendapatkan hatinya." Junho merebut botol anggur lalu meninggalkan Jihyo sendiri.
Sebenarnya Junho merasa kasihan pada Jihyo, tapi ia tidak tahu harus melakukan apa. Terlebih Jihyo masih saja tidak mau bercerita siapa wanita itu.
Cukup lama Jihyo duduk di sofa tanpa melakukan apapun, untuk berpikir saja sepertinya sudah tidak sanggup.
Hingga akhirnya Jihyo terlelap, setelah beberapa hari tidak bisa tidur dengan baik.
......................
Zoya...
Kenyataan jika Jihyo adalah seorang idol membuatnya mengambil keputusan untuk tidak lagi berhubungan dengan Jihyo.
Bukan karena dia marah, tapi Zoya merasa dirinya tidak pantas menjalin pertemanan dengan idol terkenal seperti Jihyo.
Zoya selalu mengabaikan pesan dan panggilan telepon dari Jihyo, meski begitu pria itu terus saja mencarinya ditempat kerja dan apartemen.
Saat Jihyo mengenakan seragam tentara bahkan dia sama sekali bukan seperti idol. Dia sangat gagah dan benar-benar seperti seorang abdi negara.
Tapi apapun itu, Jihyo adalah idol terkenal yang status sosialnya jauh diatas Zoya.
Zoya memang mudah bergaul dan memiliki banyak kenalan, tapi hanya sebatas itu saja.
Dia tidak suka berkumpul dengan mereka karena ia merasa tidak pantas berada dilingkungan mereka.
Meski sebenarnya mungkin tidak ada yang akan merendahkan status Zoya.
Tapi pikiran Zoya sendiri yang membuatnya begitu tertutup dan tidak suka berada di keramaian.
"kak, tidak pulang? ini sudah malam" Ayumi menghampiri Zoya yang masih duduk dibelakang meja kerjanya.
"kamu duluan saja dengan Roni, aku masih akan lembur satu sampai dua jam lagi."
"kak, sekali ini saja dengarkan saran ku," Yumi mengusap lembut punggung tangan Zoya.
"apa....?" Zoya memutar kursinya menghadap Ayumi.
"jika kakak sedang ada masalah cobalah mencari hiburan diluar, jangan terus-terusan bekerja dan bekerja tanpa memperdulikan diri kakak seperti ini." Ayumi terlihat sangat khawatir pada Zoya. "kita ini perantau kak jika bukan kita yang menjaga diri sendiri lalu siapa, kita jauh dari keluarga," Roni yang sejak tadi berada dibelakang Ayumi ikut mengangguk.
Zoya tersenyum simpul, "aku tidak ada masalah apapun Yumi, aku hanya bosan jika terlalu lama berada di apartemen jadi aku pikir lebih baik aku lembur saja. Lagi pula semakin sering aku lembur semakin banyak bonus yang aku dapatkan,"
__ADS_1
"kakak, kenapa kita tidak jalan-jalan saja sekarang," ajaknya keras kepala.
"tapi Yumi, aku sudah bilang pada atasan jika aku akan lembur hari ini..."
"kakak kami mohon, ayo lah..." sahut Roni meyakinkan.
"tapi bagaimana...." belum selesai Zoya bicara suara dari belakang mereka membuatnya terkejut.
"Zoya, kau bisa pulang sekarang... Permintaan lembur mu dibatalkan." Manajer menghampiri mereka.
" tapi kenapa?" Zoya menatap manajer dengan tatapan tajam.
"karena selama dua minggu belakangan ini kamu tidak libur dan terus lembur." ucap manajer tegas.
"tapi manajer sebelum ini aku bahkan sebulan tanpa libur dan terus lembur, kenapa sekarang tidak boleh?." Zoya masih saja keras kepala.
"sudahlah kak, ayo pulang jika tidak nanti manajer akan marah," Roni menarik Zoya diikuti oleh Ayumi
"Roni benar kak," sambungnya.
"selamat malam manajer.." Tanpa menunggu jawaban dari sang manajer mereka melangkah dengan cepat.
Zoya masih saja terlihat kesal, membuat Ayumi dan Roni tidak tahu harus berbuat apa.
Tidak lama setelah mereka keluar dari gedung perusahaan langkah Zoya terhenti karena Jihyo sudah menghadang jalan mereka.
Zoya hanya menatap Jihyo canggung, tapi Jihyo menatapnya dengan penuh arti. Melihat dua orang sedang didepan mereka hanya saling pandang tanpa berkata apa-apa Ayumi dan Roni memutuskan untuk pergi.
"kak, kita pulang dulu..." bisik Ayumi.
"tunggu aku juga ingin pulang..." namun dengan cepat tangan Zoya dicekal oleh Jihyo.
"Zoya tunggu..."
Ayumi dan Roni berjalan dengan cepat saat mendapat isyarat dari Jihyo agar mereka segera pergi.
"Jihyo lepaskan, aku ingin pulang." Bukannya melepas tangan Zoya, Jihyo justru mempererat cengkramannya.
"kenapa kamu menghindari aku?" Jihyo mendekatkan wajahnya pada Zoya.
Dengan jarak sedekat ini Zoya bisa mencium aroma anggur dari mulut Jihyo, bahkan wajah Jihyo sudah sangat memerah.
dia mabuk... batin Zoya
"kamu mabuk Jihyo, pulanglah..."
__ADS_1
...****************...
Next.....