
Hari cepat berganti, tidak terasa sudah empat hari mereka menghabiskan waktu liburan di Pulau Jeju.
Tapi sepertinya mereka masih enggan meninggalkan villa dengan suasana indah seperti ini.
Hari-hari mereka isi dengan canda tawa dan kebahagiaan. Tidak lagi terlihat beban diwajah-wajah mereka.
Mereka sudah memutuskan tidak akan membatalkan konser, tapi mereka hanya menundanya.
Bagaimana kondisi di kantor agensi saat ini, tentu saja terjadi kegaduhan. Publik menuntut klarifikasi pada agensi, tapi mereka bahkan tidak bisa memberikan jawaban apapun.
Hari sudah sangat siang tapi belum ada kegiatan didalam Villa. Penghuni villa masih nyaman dalam alam mimpi mereka masing-masing.
Selama berlibur, kebiasaan mereka berubah, siang menjadi malam malam jadi siang.
Jihyo menggeliat meregangkan otot-ototnya, perlahan membuka mata lalu beranjak turun dari tempat tidur.
Pergerakan Jihyo membuat Hyun Soo terganggu, member tertua itu menggeliat lalu ikut bangun.
"jam berapa sekarang..." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"hampir jam dua hyeong..." jawab Jihyo. "aku mandi dulu hyeong..." masuk kedalam kamar mandi.
"hmm..." Hyun Soo kembali menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut.
....
Lima belas menit berlalu, Jihyo keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
Setelah berganti pakaian Jihyo keluar dari kamar, melangkah menuju kamar Zoya.
Ceklek... Membuka pintu kamar Zoya, Jihyo masuk menghambur naik keatas ranjang Zoya.
Ia bisa mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, bisa dipastikan jika Zoya yang sedang ada disana.
Jihyo berguling-guling diatas ranjang, menunggu wanitanya selesai mandi.
"oppa...!" Zoya melempar handuk kecil kearah Jihyo.
"hmm..." menangkap handuk yang Zoya lemparkan.
"kenapa selalu masuk kamar ku tanpa mengetuk pintu." mencubit perut Jihyo. "untung saja aku sudah mengganti pakaian dikamar mandi."
"aku hanya ingin membangunkan mu tadi, tapi ternyata kamu sudah bangun.." Jihyo tersenyum melihat wanita cantik itu kesal.
"alasan..." mengambil hairdryer di laci meja. Mendudukkan diri di sofa dekat ranjang mulai mengeringkan rambutnya.
Jihyo tiba-tiba duduk didepan Zoya, "rambut ku juga basah chagiya..." rengeknya manja.
__ADS_1
Zoya beralih pada kepala Jihyo yang bersandar di pangkuannya. Senyumnya Sedikit tersungging. "manja sekali tuan muda Min Jihyo ini..."
"aku hanya bermanja pada mu..."
Sedang sibuk mengeringkan rambut Jihyo, terdengar bel villa berbunyi dengan nyaring.
"oppa, sepertinya ada tamu ..." Jihyo mendongak, menarik tangan Zoya agar kembali mengusap kepalanya.
"oppa ada tamu..." Zoya menusuk-nusuk pipi Jihyo gemas.
"biarkan saja chagiya... biar Hyun Soo hyeong yang buka pintu, atau member lain."
"mereka masih tidur..." Terdengar lagi suara bel rumah berbunyi. "hmm...dengarkan belum ada yang membuka pintu,"
"Ck..." Jihyo berdecak kesal, lalu beranjak keluar kamar untuk membuka pintu, Zoya berjalan dibelakang Jihyo sambil menahan tawa.
Jihyo membuka pintu utama villa. "hyeong...?" ia nampak terkejut melihat siapa yang datang. "bagaimana hyeong bisa sampai disini..?!"
Zoya mengintip dari balik punggung Jihyo. CEO...? dia kemari. batin Zoya tak kalah terkejut.
"mari masuk hyeong..." Jihyo membuka lebar pintu, mempersilahkan tamunya masuk.
Setelah mereka duduk, Zoya berjalan menuju dapur untuk membuat minuman.
Tidak lama ia kembali ke ruang tamu membawa secangkir teh. Zoya melihat kecanggungan di wajah Jihyo.
Sepertinya mereka belum mulai bicara sejak aku pergi tadi. gumam Zoya.
"tunggu Zoya duduklah." suara CEO sedikit berbeda kali ini.
"apa hyeong akan menyalahkan Zoya atas mundurnya konser kami?!" suara Hyun Soo membuat semua yang ada di ruang tamu menatapnya.
"jangan lakukan hal diluar kewajaran mu hyeong, zoya tidak ada sangkut pautnya dengan kegagalan konser ini," berjalan mendekati sofa, lalu duduk tepat berhadapan dengan CEO agensi. "aku sudah memperingatkan mu sebelnya,"
"Hyun Soo, aku kesini bukan untuk menyalahkan siapapun."
"lalu?!" Jihyo membuka suara.
"aku hanya ingin kalian lebih berhati-hati mulai sekarang." Jihyo dan Hyun Soo mengerutkan kening.
"terutama kamu Zoya..."
Zoya tidak terkejut, dia hanya menatap CEO dengan senyum tipis. "aku tahu oppa..."
"apa maksud mu hyeong?"
"aku sudah mencoba menghubungi kalian berkali-kali tapi kalian mengacuhkan ku, aku hanya ingin kalian tahu, jika Sasaeng yang mencelakai Zoya sudah tertangkap tiga hari yang lalu..."
__ADS_1
" mwo..? hyeong serius?"
"ne... dari keterangan yang dia berikan, jika sasaran utamanya bukanlah kalian, tapi Zoya..."
"wae...?"
"karena aku terlalu dekat dengan mu oppa," Zoya menyahut. "terlalu dekat dengan kalian, terutama Jihyo oppa, selama ini kalian tidak pernah menggunakan asisten pribadi dari luar agensi, tapi sekarang kenapa tiba-tiba Jihyo oppa memilih asisten pribadinya sendiri. itu tentu saja membuat beberapa fans kalian marah. aku pernah mengatakan ini oppa, jika yang mencintai kalian hampir seisi bumi, dan kalian tidak tahu mana yang benar-benar mencintai kalian sebagai fans dan mana yang sangat terobsesi pada kalian." Zoya menatap lembut Jihyo dan Hyun Soo bergantian.
Dia mengatakan itu tanpa beban sama sekali, seolah dia sudah tahu akan apa yang akan terjadi.
"apa yang Zoya katakan itu benar Jihyo..." CEO menepuk pundak Jihyo yang tenggelam pada pikirannya sendiri.
"lalu apa yang harus kami lakukan? menyembunyikan Zoya? itu tidak akan ada gunanya sekarang." Hyun Soo memijat pelipisnya.
"tidak ada Hyun Soo oppa, kita hanya perlu lebih berhati-hati dan waspada itu saja..." jawab Zoya enteng.
"kamu tidak takut?" CEO dan Hyun Soo menatap Zoya.
Ia menggeleng, "tidak, aku sudah memikirkan ini sebelum aku meminta Jihyo oppa membawa ku ke publik sebagai asisten pribadinya."
"lebih baik mereka tahu Jihyo oppa mempunyai asisten pribadi dan mereka perlahan menerima, daripada aku disembunyikan dari publik lalu terungkap dan menjadi isu yang bisa merusak karir kalian."
"aku tidak tahu ternyata kamu punya pemikiran sejauh itu Zoya..." CEO menggenggam tangan Zoya.
"semua harus berjalan seperti biasa, Hyun Soo oppa dan member lain harus segera melakukan persiapan untuk konser yang tertunda, jangan buat fans kalian semakin marah karena penundaan konser ini karena aku." sambung Zoya lagi.
"Zoya benar..." seru CEO.
Jihyo dan Hyun Soo terdiam, mereka tidak tahu harus menjawab apa.
Yang Zoya katakan memang benar, tapi bagaimana jika nanti saat konser berlangsung ada yang ingin mencelakai Zoya atau member.
Setelah mereka berdiskusi cukup lama, akhirnya Hyun Soo memutuskan untuk kembali ke kota dan mempersiapkan diri untuk konser mereka.
.....
Zoya tengah duduk di sofa kamarnya, ia baru saja selesai merapikan kopernya. Mereka akan pulang malam ini.
Tanpa dia sadari Jihyo sudah berdiri di sampingnya.
"Zoya... mianhae..."
"untuk apa oppa meminta maaf..."
"seharusnya aku tidak membawa mu kedalam hidup idol yang rumit ini."
"tapi jika bukan karena mu, aku mungkin sudah membunuh diri ku sendiri. aku tidak masalah dengan semua ini oppa, "
__ADS_1
...****************...
Next....