Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Bukan seperti asisten


__ADS_3

Ceklek ...


Zoya membuka pintu dan berjalan santai menghampiri Jihyo yang berdiri di depan pintu utama.


"oppa...aku sudah siap.." Jihyo membalikkan badan dan ternganga melihat penampilan Zoya.


Dengan jaket kulit, kaos di bagian dalam dan celana jeans dengan warna segaram, hitam. Ditambah topi, masker dan kacamata hitam Zoya sama sekali tidak seperti asisten.


"Zo...Zoya.. kau terlihat seperti polisi yang menyamar ketimbang asisten pribadi."


"aku tidak ingin orang-orang tahu jika asisten mu ini pernah bekerja menjadi buruh. apa kata penggemar mu nanti." Zoya meraih tas Jihyo. "apa kamu keberatan dengan penampilan ku?"


Ck... Jihyo berdecih kesal, lagi-lagi Zoya mengungkit pekerjaan lamanya.


"kamu sangat cocok dengan penampilan seperti ini, pria diluar sana akan berpikir seribu kali untuk mendekati mu."


Zoya mengerutkan kening mendengar kalimat Jihyo, "siapa yang akan mendekati wanita seperti ku tuan, aku ini hanya perantau biasa."


"jangan mengungkit-ngukit tentang hal itu Zoya, aku tidak suka." Menghembuskan nafas kesal.


hmmm...


Setelah perdebatan singkat mereka berjalan keluar rumah, disana sudah ada seorang supir yang berdiri disamping mobil milik Jihyo.


Dia membungkuk saat Jihyo dan Zoya sudah mendekat. Meski membungkuk Jihyo bisa melihat tatapan mata sang supir tidak lepas dari Zoya.


Zoya mendudukkan diri di dalam mobil, Jihyo sudah akan melangkah masuk saat dia mengucapkan ultimatum pada sang supir.


"jaga pandangan mata mu dari Zoya. Jika kamu masih membutuhkan pekerjaan ini." tegasnya.


"maaf bos..." si supir membungkuk meminta maaf.


.....


Sepanjang perjalanan Jihyo masih terus menatap Zoya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Zoya sendiri tengah sibuk membuka tablet khusus berisi jadwal kerja Jihyo.


"kamu sangat cantik dan istimewa Zoya.... dengan penampilan mu seperti ini aku yakin tidak akan ada pria lain yang berani mendekati mu..." batinnya.


.....


Tiba di kantor agensi...


Mereka turun dari mobil, Zoya berjalan dibelakang Jihyo dengan membawa tas Jihyo.


Sebelumnya Jihyo sudah melarang Zoya membawakan tasnya, tapi tentu saja Zoya bersikukuh ingin menjadi asisten yang baik.


"Zoya...bisakah kamu menunggu di lobi sebentar aku harus menemui seseorang dulu..."

__ADS_1


"tentu..."


Banyak mata yang memperhatikan kebersamaan mereka, sebelum ini Jihyo tidak pernah mengajak siapapun ke kantor agensi.


Tapi tidak ada yang menaruh curiga pada Zoya, Dengan penampilannya yang seperti itu, meski kecil tubuh Zoya tegap dengan tangan yang sedikit berotot, tentu semua itu Zoya dapatkan karena sering mengerjakan pekerjaan yang berat.


Zoya berdiri didekat jendela dilobi, memperhatikan keramaian jalanan kota. Dan tangannya menggenggam secangkir kopi.


Dilantai atas Jihyo sedang berhadapan dengan CEO agensinya. Tentu saja untuk membahas Zoya.


"hyeong... mulai hari ini aku membawa asisten pribadi sendiri."


"sejak kapan kamu punya asisten pribadi Jihyo? " Sedikit terkejut.


"sekarang...aku tidak pernah meminta apapun dari agensi, sekarang apa kamu akan keberatan jika aku bersamanya? aku butuh dia hyeong.." paksa Jihyo.


"tapi kita punya cukup staf untuk membantu kalian, kenapa harus menambah asisten lagi?" Jihyo menatap tajam pada sang CEO.


"aku memang idol disini dan semua idol harus tunduk pada aturan mu. Tapi jangan lupa hyeong aku punya saham 40% di agensi ini, jika aku menariknya kau tahu apa yang akan terjadi kan." Jihyo bangkit dari duduknya. "aku bukan meminta izin pada mu, aku hanya memberi tahu keberadaan asisten pribadi ku, dan tidak ada yang boleh memerintahnya selain aku sendiri."


"Jihyo.... " Seru sang CEO tapi tidak digubris sama sekali oleh Jihyo. "dia ini kenapa.."


.....


Seorang wanita dengan pakaian sangat rapi menghampiri Zoya. "nona...anda diminta tuan Jihyo untuk naik kelantai atas, dia menunggu mu di ruang latihan. naiklah lift ke lantai tiga, lalu belok kiri ruangan paling ujung."


Zoya membungkuk sebelum dia pergi, "terima kasih.."


Jihyo sudah menunggu Zoya didepan ruang latihan, melihat Zoya berjalan mendekat membuatnya terkagum.


"kamu bukan seperti asisten pribadi ku Zoya, kamu lebih mirip bodyguard pribadi ku. Apa kamu menyadari jika sebagai seorang wanita tubuh mu terlihat sangat gagah dengan pakaian seperti ini," bisik Jihyo saat Zoya sudah berdiri di depannya.


"ya... aku tahu itu... aku hanya tidak terlalu tinggi saja," cueknya.


Jihyo terkekeh mendengar jawabannya. "aku akan latihan kamu bisa menunggu ku didalam, ini latihan pertama ku setelah Hiatus, aku yakin semua tidak akan berjalan dengan mudah,"


"semangat!!!" Zoya mengepalkan tangan didepan wajah Jihyo seperti hendak melayangkan pukulan padanya.


"Zoya...."


"masuklah tuan muda Min.... semua pasti sudah menunggu mu, aku akan menunggu disini," Mendorong Jihyo.


"tidak...tidak...kamu harus ikut masuk, ayo ...." membawa Zoya masuk kedalam ruang latihan.


Kini semua mata tertuju pada mereka berdua. Dalam hati Zoya sebenarnya tidak nyaman dengan keadaan ini, tapi dia berusaha seprofesional mungkin.


Meski wajahnya tertutupi oleh masker, Zoya harus terlihat tenang.


Ia membantu Jihyo bersiap, lalu meletakkan semua perlengkapannya pada meja yang sudah disediakan.

__ADS_1


"aku akan berlatih Zoya, jika kamu merasa bosan kamu bisa memanggil ku nanti..."


"pergilah, aku tidak akan bosan disini," Zoya menunjuk telinganya yang terpasang earphone. "ada banyak coklat di tas ku juga," bisiknya.


"baiklah...."


Jihyo mulai melakukan sesi latihan dengan grupnya, meski belum semua member bisa hadir tapi mereka sangat bersemangat.


Sudah sangat lama mereka Hiatus dan ini kali pertama bertemu sebagai idol lagi.


Latihan berjalan sudah hampir 3 jam, tapi masih belum ada tanda-tanda latihan akan usai. Zoya masih tetap setia menunggu Jihyo.


Saat Zoya fokus memperhatikan setiap gerakan mereka, tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya.


Zoya hanya melirik sekilas dibalik kacamata hitamnya, "apa kamu asisten pribadi Min Jihyo.." Tanya pria itu.


"iya..." singkatnya.


"aku tidak tahu alasan apa yang membuat Jihyo menjadikan mu asisten, tapi melihat penampilan mu, aku yakin kamu bukan asisten biasa, benarkan?" Zoya tersenyum smirk.


"apa ada maksud tertentu dari pertanyaan mu, tuan?" Dia melepas kacamatanya lalu menatap tajam mata pria didepannya.


Gluup...


CEO agensi itu tidak menyangka bahwa asisten idolnya memiliki mata yang begitu tajam. "tidak ada nona, aku hanya ingin kamu bisa bekerjasama dengan staf disini."


"tentu .."


"baiklah, aku harus pergi sekarang,"


Hmmm....


Sepeninggalan sang CEO, Jihyo menghampiri Zoya. "apa yang dia katakan pada mu Zoya?"


Zoya menggeleng, "tidak ada,"


"apa kamu berkata jujur?"


"memangnya aku pernah berbohong pada mu?" ketus Zoya.


"tentu tidak pernah ...." Jihyo mengusap keringat diwajahnya, "aku benar-benar lelah kali ini," keluhnya.


"selesaikan latihan mu dulu, baru mengeluh," memberikan sebotol air minum untuk Jihyo.


"untuk hari ini latihan selesai..." ia mengisyaratkan agar Zoya mengusap keringat dilehernya. "kita bisa pulang sekarang ada pekerjaan lain yang harus aku kerjakan di rumah.."


Hmmm...


...****************...

__ADS_1


Next....


__ADS_2