Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Paket Misterius


__ADS_3

"ada apa kamu kemari Hae Ji?" Suara bariton seorang pria menyambut Sim Hae Ji yang baru saja sampai di apartemennya.


Siapa pria itu? dia adalah Jose, mantan kekasih Sim Hae Ji. Meskipun mereka sudah mengakhiri hubungan, tapi mereka masih sering bertemu.


Kenapa? tentu saja karena Jose lah satu-satunya orang yang bisa Sim Hae Ji andalkan untuk membantunya.


"aku butuh bantuan mu, Jose..." mengalungkan lengannya di leher Jose.


"huhhh...." menghela nafas. "aku sudah menduga itu, kau hanya kemari saat kau butuh bantuan ku saja." menurunkan tangan wanita itu.


"hanya kamu yang bisa aku andalkan, " Hae Ji menjatuhkan diri diatasi sofa.


"apa ini tentang wanita itu? kau masih belum puas?" Jose menuangkan anggur kedalam gelas lalu menyerahkannya pada Hae Ji.


"ya..." menyeruput anggur. "aku tidak akan puas sampai dia pergi dari hidup Jihyo."


"ha..ha..ha.." Jose tertawa sarkas. "apa yang istimewa dari pria itu, kenapa harus dia?"


"aku sangat mencintai Jihyo, "


"mencintai Jihyo atau uang Jihyo? kau terlalu terobsesi padanya" ucap Jose sinis.


Jose tahu benar bagaimana perangai Sim Hae Ji. Dia wanita yang gila harta dan tahta. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.


"keduanya..."


"tapi dia menolak mu, kau sudah berusaha mendekatinya tapi hasilnya apa? nol dia bahkan menolak sebelum kau bisa bertemu dengannya."


"Jose.... aku tidak peduli, aku harus mendapatkan Jihyo lagi. Apapun caranya."


"baiklah..." Jose meletakkan gelasnya diatas meja. "dan kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?" ia menyandarkan tubuhnya melonggarkan dasi.


Sim Hae Ji tersenyum lalu dengan gerakan cepat menghambur duduk tepat di atas pangkuan Jose. "membuat mu puas..." bisik Hae Ji ditelinga Jose dengan suara menggoda.


"hmm...lakukanlah sekarang..."


Tanpa menunggu aba-aba wanita itu langsung menyambar bibir Jose dengan rakusnya. Tangannya tidak tinggal diam, menyentuh setiap titik sensitif pria gagah itu.


Tubuh Jose meremang mendapat sentuhan menggoda dari Hae Ji. Sesekali terdengar ******* tertahan dari mulutnya karena keagresifan wanita ini.


Malam itu apartemen Jose diliputi dengan aura panas pergumulan. Mereka berdua sedang bergulat menikmati surga dunia.


.....


Hari berlalu....


Di kantor agensi, Zoya menemani Jihyo latihan seperti biasa. Hari ini Zoya tidak ada jadwal diluar jadi dia fokus menjadi asisten Min Jihyo lagi.


Dia membantu staf mempersiapkan segala keperluan Jihyo dan member lain, juga menyiapkan makanan untuk mereka.


Waktu berlalu begitu cepat, sudah waktunya member istirahat. Zoya sudah meletakkan handuk kecil di setiap kursi member, juga air dan pakaian ganti.


Member duduk dengan nafas terengah-engah, keringat memenuhi wajah dan tubuh mereka.


Jihyo? dia duduk didepan Zoya menyandarkan kepalanya di pangkuan Zoya.


"aku sangat lelah..." gumamnya.

__ADS_1


"itu karena kalian Hiatus cukup lama, jadi tubuh kalian belum terbiasa dengan latihan berat lagi..." mengusap keringat di kening Jihyo.


"hmm..."


"ayo minum dulu oppa..." menyerahkan sebotol air untuk Jihyo.


"terima kasih chagiya..."


"iisshh..." meski sudah mulai terbiasa dengan panggilan itu, tapi Zoya masih tidak nyaman.


"Nuna...apa Nuna bisa mengusap keringat ku juga..." Joo Tae berseloroh.


"Joo..." dengus Jihyo.


"hyeong terlalu manja pada nuna, itu membuat kami iri..." ketusnya.


"kalau begitu cari pacar sana..." member lain hanya menatap jengah pada Jihyo dan Joo Tae.


"nuna saja belum resmi jadi pacar hyeong..." balasnya acuh.


"apa kata mu? Zoya milik ku, nanti akan langsung jadi istri ku..." Jihyo melempar kan handuk kecilnya tepat diwajahnya Joo Tae.


"oppa... kenapa sensitif sekali, Joo Tae hanya bercanda..." Zoya melerai pertengkaran mereka.


"marahi saja dia nuna..." membalas lemparan Jihyo. "apa Nuna mau punya suami posesif seperti hyeong?"


Jihyo sudah akan membalas kalimat Joo Tae tapi Zoya langsung memasukkan potongan buah jeruk kedalam mulutnya. "diam dan istirahat"


Jihyo kembali menunduk menyandarkan kepalanya pada pangkuan Zoya. Mengunyah buah yang diberikan Zoya padanya.


"nee..." Zoya mengalihkan perhatiannya.


"ada paket untuk mu," menyerahkan kotak hitam yang lumayan besar padanya.


"untuk ku?" terlihat bingung. "dari siapa?"


"nee... mungkin didalam kotak terdapat nama pengirimnya eonni..."


"ahh...baiklah terimakasih..."


Setelah menyerahkan paket itu, staf wanita itu pergi. Semua orang menatap Zoya yang seperti orang bingung.


"bukalah Nuna, itu pasti dari penggemar Nuna..." Wonbin terlihat penasaran dengan isi paket.


"itu pasti hadiah yang bagus..." sambung Jie Yoon.


Jika yang lain berpikir itu hadiah yang bagus, Zoya sendiri malah mendapat firasat yang tidak enak.


Rasanya dia ingin langsung membuang kotak itu keluar, hatinya menolak untuk membuka paket itu.


"Zoya..kenapa tidak membukanya?" Hyun Soo menimpali.


"Emm... aku buka nanti saja..." meletakkan paket di atas meja.


"aiihh... nuna ayolah dibuka..." paksa Jie Yoon.


"hmm...baiklah..." mengambil kembali paket itu. Jihyo kini sudah duduk di kursi samping Zoya, kepalanya bersandar pada pundak wanita cantik itu.

__ADS_1


"oppa...kenapa kamu menjadi sangat manja sekali..." gumam Zoya lirih.


"hanya pada mu..." bisiknya.


Perlahan Zoya menarik pita yang mengikat kotak itu, membuka tutup kotak dan....


Damn!!!!


Jantung Zoya seketika berdetak sangat kencang saat melihat isi paket itu.


Saking terkejutnya bahkan paket itu jatuh dari tangannya. Semua mata menatap paket yang jatuh ke lantai.


Bangkai kucing berbulu putih yang berubah merah karena darah. Leher kucing itu digorok dengan sangat mengerikan.


Jihyo spontan memeluk Zoya yang terlihat syok.


Hyun Soo meraih secarik kertas yang ditulis dengan darah.


"kau akan mati Zoya."


Mata Jihyo berkabut emosi, tangannya mengepal menahan amarahnya.


"aku akan mencari siapa pengirimnya." gumam Jihyo.


"panggil kan OB untuk membersihkan ini Wonbin." titah Hyun Soo. "Zoya tenang lah jangan takut kami akan melindungi mu."


"aku baik-baik saja oppa..." jawab Zoya dalam dekapan Jihyo. "aku hanya terkejut."


Mereka meninggalkan ruang latihan, menunggu diluar ruangan saat OB membersihkan bangkai kucing itu.


Semua orang diam dengan pikiran dan hati yang tidak karuan.


Tidak lama CEO agensi tiba, menghampiri Jihyo dan Zoya. "Kalian baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah panik. Dia sudah mendengar tentang paket yang diterima Zoya.


"hyeong..." Jihyo menatap tajam pada CEO. "bagaimana bisa ada paket tidak jelas kalian ijinkan masuk!!!"


"Jihyo aku tidak tahu sama sekali."


"tapi apa keamanan di kantor ini sudah terlalu lemah!!! paket itu sangat menjijikkan!!!" Jihyo semakin tersulut emosi.


"oppa..." Zoya berdiri didepan Jihyo mencegah agar Jihyo tidak lepas kendali. "tenangkan diri mu."


"aniyo!!" menatap Zoya. "ini sudah sangat keterlaluan Zoya."


Zoya hanya menggeleng mengusap-usap lengan Jihyo dengan lembut. Senyum hangat Zoya jelas membuat Jihyo tidak lagi melanjutkan amarahnya pada CEO.


"perketat pengamanan untuk kami semua, hyeong!" titah Jihyo tegas.


"aku akan berusaha sebaik mungkin," CEO hanya bisa mengangguk.


Hyun Soo tersenyum smirk melihat wajah Pias CEO.


"kau boleh CEO agensi ini, tapi kekuatan terbesar agensi ini ada pada Jihyo." gumam Hyun Soo.


...****************...


Next....

__ADS_1


__ADS_2