Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Idol K-Pop


__ADS_3

Hari semakin siang....


Jihyo masih berada di apartemen Zoya, hatinya begitu tidak tenang setelah mengetahui kebenaran yang begitu menyakitkan.


Dia tidak masalah jika Zoya sudah menikah, tapi kenapa wanita sebaik Zoya justru dikhianati.


Jihyo bertekad akan menjaga dan melindungi Zoya, ia tidak ingin siapapun menyakiti wanita itu. Hatinya benar-benar telah terpaut pada Zoya.


Meski akhirnya nanti Zoya tidak bisa ia miliki setidaknya ia sudah berusaha menjaganya.


Dengan bantuan aplikasi translate bahasa, tanpa pikir panjang Jihyo menghapus video itu dari ponsel Zoya, lalu memblokir nomor yang mengirimkan video tidak pantas itu.


"jika kamu berani menyakiti Zoya, maka kamu juga harus berani kehilangan dia." Sumpah Jihyo dalam hati.


Jihyo menyandarkan tubuhnya pada sofa, hatinya begitu sakit dengan kenyataan yang ada. Perlahan matanya terpejam, selain tubuhnya yang lelah kini hati dan pikirannya pun menjadi sangat lelah sekarang.


Waktu cepat berlalu...


Tanpa mereka sadari hari sudah sore, Zoya bangun dan merasa tubuhnya sudah lebih baik. Setelah membersihkan diri Zoya melangkah keluar kamar.


Astaga... Jihyo dia masih disini. Zoya menatap Jihyo yang sedang terlelap di sofa.


akan aku buatkan makan malam untuknya. berjalan perlahan agar Jihyo tidak terbangun.


......................


Tidak butuh waktu lama Zoya sudah menyelesaikan masakannya, lalu meletakkan semuanya diatas meja makan kecil.


Sepertinya dia benar-benar kelelahan, aku tidak tega membangunkannya. Zoya duduk tepat disamping Jihyo.


Karena dia tinggal sendiri dan apartemennya sangat sempit jadi hanya ada 1 sofa yang tidak terlalu panjang diruang tamunya.


Lagi pula sebelum ini tidak ada yang bertamu ke apartemennya selain Ayumi dan Roni, itu pun mereka hanya akan meminta dimasakkan lalu segera pulang.


Sambil menunggu Jihyo bangun Zoya memainkan ponselnya, ia sibukkan diri dengan membuka aplikasi sosial medianya.


Melihat-lihat idol K-Pop yang musiknya biasa ia dengarkan, meski Zoya sangat menyukai musik K-Pop tapi bahkan dia tidak tahu nama mereka. Melihat wajah mereka hanya difoto saja sangat jarang sekali.


Tentu saja semua itu karena Zoya selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Hingga salah satu foto membuat Zoya menghentikan gerakan jarinya. Jihyo...?! lirihnya


Matanya berulang kali melihat ponsel dan Jihyo secara bergantian.


Tunggu, kenapa Jihyo sangat mirip dengan idol ini. gumamnya.


Zoya masih terus menatap Jihyo dan sesekali membandingkan dengan foto di ponselnya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Jihyo membuka mata, Zoya masih menatapnya dengan serius.


"Zoya..." Jihyo merasa tidak nyaman dengan tatapan Zoya.


"kenapa Zoya melihat ku seperti itu." Jihyo dengan susah payah menelan ludah karena tatapan Zoya yang begitu menakutkan baginya.


"Zoya, ada apa?" ucap Jihyo gugup.


Zoya dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada Jihyo hingga berjarak beberapa Senti saja, "Jihyo, katakan sejujurnya siapa kamu? kenapa kamu sangat mirip dengan idol ini." Menunjuk foto idol dalam ponselnya.


"Zoya, apa kamu sedang menggoda ku?" Jihyo menatap Zoya dengan tatapan menggoda. "dengar, aku pria normal jika kamu seperti ini aku bisa melahap mu tanpa ampun." bisik Jihyo tepat ditelinga Zoya.


Dengan gerakan cepat Zoya menjauh dari Jihyo, "kamu pria gila."


Melihat reaksi Zoya membuatnya terkikik geli. Jihyo bernafas lega saat Zoya langsung melupakan pertanyaannya.


Ia belum menyiapkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Zoya. Dia tentu saja akan mengatakan semuanya pada Zoya, tapi tidak sekarang.


"sudahlah, ayo makan kamu pasti lapar kan?" Zoya berdiri dan berjalan ke dapur dan diikuti Jihyo.


Mereka makan dengan tenang, tidak ada yang bicara. Sesekali mereka saling lirik satu sama lain.


Meski makanan yang Zoya siapkan hanya makanan sederhana tapi Jihyo tampak sangat menikmatinya.


Zoya menyunggingkan bibir saat Jihyo lagi dan lagi memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "makanlah dengan perlahan." Zoya mengusap ujung bibir Jihyo karena ada sisa makanan.


"ya, kamu bisa menghabiskan semuanya." Zoya menyudahi acara makannya, dan menikmati pemandangan di depannya.


Zoya beberapa kali menggelengkan kepala melihat Jihyo sangat menikmati makanan yang dia masak. Sampai akhirnya semua makanan habis tak tersisa.


"sudah kenyang?" Jihyo menganggukkan kepala.


Zoya merapikan meja makan lalu dengan segera menuju wastafel untuk mencuci semuanya.


"biar aku membantu mu," Jihyo sudah berdiri di belakangnya.


"Tidak perlu."


Tapi bagaimana Zoya menolak jika tatapan Jihyo mengisyaratkan tidak ingin ada penolakan.


.......


"Jihyo...."


Hhmm


"aku serius dengan pertanyaan ku tadi, siapa kamu sebenarnya, wajah mu benar-benar mirip dengan idol itu." Zoya menatapnya dengan rasa penasaran yang besar.

__ADS_1


Melihat raut wajah Zoya membuat Jihyo menarik nafas dalam-dalam.


Ia meraih tangan Zoya lalu membawanya duduk di sofa.


"Zoya, dengarkan aku siapapun aku, aku adalah teman mu."


"apa yang sebenarnya ingin kamu katakan Jihyo?" Menatap mata pria itu dalam, Zoya masih mencoba mencerna setiap kata-kata Jihyo. "kamu tahu Jihyo, meskipun aku sangat menyukai musik mereka aku bahkan tidak tahu siapa mereka."


"Ya, aku tahu itu." Ia menggenggam erat tangan Zoya. "aku memang Min Jihyo, idol itu."


"Deg ..."


Zoya yang merasa terkejut menjadi tidak bisa berkata apapun. Ia hanya menatap Jihyo tidak percaya.


Bagaimana orang seperti dirinya bisa bertemu dan berteman dengan member boyband K-Pop terkenal seperti Jihyo.


"Zoya...


"apa aku sedang bermimpi sekarang?" Zoya menusuk-nusuk pipi Jihyo.


"apa yang kamu katakan, aku tidak mengerti."


Zoya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "kenapa kamu tidak mengatakan ini dari awal?"


"apa kamu marah pada ku?"


Zoya menggeleng, "kenapa aku akan marah? seharusnya aku berterima kasih kan, kamu mau berteman dengan orang biasa seperti aku. Itu menunjukkan jika kamu orang yang baik."


"maaf, aku tidak bermaksud berbohong."


Zoya bisa melihat penyesalan di mata Jihyo. "tidak masalah."


hmmm....


"Jihyo, ini sudah malam." Rasanya tidak pantas jika kamu disini semalam ini.


Jihyo terus menatap Zoya, ia tahu ada kekecewaan yang sedang Zoya sembunyikan darinya. Tapi Jihyo tidak bisa melakukan apapun sekarang.


"baiklah, aku akan pulang sekarang." Jihyo bangun dari duduknya, mengusap lembut pipi Zoya.


"Jihyo, terima kasih sudah peduli pada ku tadi."


"jika kamu butuh apapun segera hubungi aku." Zoya hanya mengangguk lemah sebelum menutup pintu apartemennya.


...****************...


Next....

__ADS_1


__ADS_2