
Aktivitas kembali seperti biasa, sudah satu minggu sejak pengiriman paket misterius itu. Zoya bahkan sudah melupakannya.
Kini ia sedang duduk memperhatikan Jihyo yang sedang berlatih bersama member lain.
Sesekali melihat ponselnya, dia sedang menunggu update terkini gugatan cerai yang sudah disidangkan.
Hari ini adalah sidang terakhir, jadi jika semua berjalan lancar bisa dipastikan hari ini juga statusnya akan resmi menjadi seorang single parents.
Jihyo benar-benar menepati janjinya, dia menyiapkan segalanya. Bahkan bukti-bukti perselingkuhan Vino yang Jihyo simpan membuat semuanya menjadi lebih mudah.
Keluarga Zoya? mereka masih belum mengetahui jika Zoya menggugat cerai Vino, ia tidak ingin anak-anak dan orangtuanya marah lalu membenci Vino karena perselingkuhan yang pria itu lakukan.
Biarkan semua berjalan seperti biasanya, dia juga meminta Vino untuk tidak melupakan tanggung jawabnya pada anak-anak. Bukan soal materi tapi kasih sayang, Zoya hanya berharap meski status mereka bukan lagi suami istri tapi Vino bisa sering menjenguk dan bermain dengan anak-anak mereka.
"nona Zoya..." panggil seorang pria dengan jas hitam.
"ne...?" Zoya meletakkan ponsel yang dia genggam.
"saya diminta tuan Mike untuk menjemput anda.."
"mwo?" terlihat sedikit bingung, "tapi untuk apa?"
"apa tuan Jihyo tidak memberitahu anda jika hari ini ada pemotretan?"
"Aniyo..." menggeleng. "tapi bukankah jadwal pemotretan masih dua hari lagi?"
"aa... besok pagi tuan Mike akan berangkat ke Jepang jadi beberapa jadwal ada yang dipercepat dan sebagian lagi ditunda."
"oh begitu, jadi jadwal ku termasuk yang di percepat?" Zoya mengangguk.
"ne..."
"baiklah aku ambil tas ku dulu..." Zoya berdiri dari kursi. Meraih tasnya yang terletak sedikit jauh darinya.
Zoya menatap Jihyo lalu memberikan isyarat jika dia kan pergi. Jihyo tersenyum dan mengangguk padanya.
Zoya berjalan mengikuti langkah staf Mike, biasanya Jihyo sendiri yang mengantarnya atau supir agensi. Tapi hari ini staf Mike yang menjemputnya.
Rasanya aku malas sekali pemotretan hari ini. gumam Zoya saat masuk kedalam mobil, menghela nafas panjang.
"ada apa nona..?" tanya pria dibalik kemudi mendengar helaan nafas Zoya.
"gwaenchanayo sonsaengnim..." menggeleng tersenyum samar.
Rasanya dia sangat tidak nyaman, meski sudah beberapa kali bertemu Mike dan melakukan pekerjaan bersamanya.
Tapi hari ini rasanya ia sangat berat pergi tanpa Jihyo.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota. Sepanjang perjalanan Zoya hanya memperhatikan jalan yang sedikit asing baginya. Ia belum pernah melewati jalan ini.
"Mianhae...tapi ini bukan jalan menuju studio tuan Mike.." Zoya membuka suara.
"Ahh... pemotretan memang bukan di studio nona, kita ke tempat lain.."
"oh begitu..." Kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri.
__ADS_1
"sebaiknya aku mengirim pesan pada Jihyo oppa..." batinnya.
Menarik ponsel dari dalam tas, saat akan mengetikkan pesan untuk Jihyo mobil sudah berhenti di tempat yang cukup sepi.
"kita sampai nona..." turun dari dalam mobil dan membuka pintu untuk Zoya.
"ne..." Zoya mengembalikan ponselnya dalam tas, lalu melangkah turun.
Mata Zoya menyapu setiap sudut tempat itu, sedikit merasa aneh karena tempat yang Mike pilih sepi dan terlihat agak menyeramkan.
"mari nona ikut dengan ku.." staf menuntun Zoya masuk kedalam gedung.
"baiklah..."
Saat dia tiba didalam gedung, ya semua terlihat seperti studio pada umumnya hanya saja orang-orang disana sangat asing.
Beberapa kali Zoya pemotretan dengan Mike dia sedikit banyak tahu wajah-wajah staf Mike.
Tapi disini tidak satupun Zoya mengenal mereka.
"nona bisa bersiap sekarang, setelah menyelesaikan dengan model-model itu nanti giliran nona." staf wanita menunjukkan ruang ganti untuknya.
"dimana tuan Mike eonni, kenapa aku tidak melihatnya?"
"maaf nona, tuan Mike sudah pergi sebelum nona datang, dia ada urusan penting, jadi yang mengambil gambar nanti orang kepercayaan tuan Mike. " jawab staf wanita lalu dengan cepat meninggalkan Zoya diruang ganti.
"Ck..." Zoya berdecih. Ia segera mengganti pakaiannya dengan gaun untuk pemotretan.
Menatap pantulan dirinya didepan kaca, "pakaian apa ini, terbuka sekali" gumam Zoya.
"ini tidak nyaman." ucapnya lagi.
Zoya meraih ponselnya ia ingin menghubungi Jihyo dan menanyakan kenapa dia harus menggunakan pakaian kurang bahan seperti ini.
Dua kali panggilan telepon tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"apa latihannya masih belum selesai?" Zoya duduk dengan tidak nyaman. "lebih baik aku mengirim pesan saja pada Jihyo oppa.."
"oppa jika sudah selesai latihan bisakah menghubungi ku, aku merasa tidak nyaman pemotretan hari ini." isi pesan Zoya.
Tidak lama staf wanita masuk dan memintanya untuk segera keluar karena hanya tinggal dirinya yang belum melakukan pemotretan.
"mianhae... eonni apa tidak ada baju lain? aku sangat tidak nyaman dengan pakaian ini." tanya Zoya.
Tapi bukannya mendapat jawaban Zoya justru diperlakukan kasar. Ia ditarik keluar dengan paksa.
"Keluar sekarang, fotografer sudah menunggu. jangan mempersulit pekerjaan ku!" sentaknya.
Terpaksa Zoya keluar ruangan meski sebenarnya dia tidak ingin. Pandangan mata Zoya memperhatikan setiap sudut ruangan, kenapa sudah sangat sepi.
"kenapa sepi?" gumam Zoya.
"karena kau datang terlambat dan semua orang sudah selesai," ketus wanita itu.
Zoya berdiri kikuk didepan fotografer yang menatapnya penuh arti.
__ADS_1
Ia meras sangat tidak nyaman mendapat tatapan seperti itu dari pria asing didepannya.
"bisa kita mulai nona Zoya?" tanya pria itu dengan sebelah mata mengedip.
"ne..."
"sesi foto ini akan sedikit lebih lama tapi nanti kau bisa istirahat sebentar..." ucap pria itu lagi. Zoya hanya mengangguk.
.....
Di kantor agensi...
Jihyo duduk setelah latihan berakhir, ia menyandarkan kepala pada di sandaran kursi. Mengusap keringatnya dengan handuk kecil.
"hyeong.." Wonbin duduk disampingnya.
"hmm.."
"dimana Nuna?"
"pemotretan dengan Mike..." jawabnya singkat.
"pantas saja hyeong terlihat kusut, tidak bisa bermanja-manja dengan Nuna ternyata..." seloroh Wonbin dengan nada mengejek.
"diam..." Jihyo malas menanggapi celotehan adiknya itu.
Jihyo meraih ponselnya, segera membuka ponselnya saat melihat notifikasi panggilan dan pesan dari Zoya.
"tidak biasanya Zoya mengirim pesan dan menelfon saat aku sedang latihan." gumam Jihyo.
Keningnya mengkerut saat membaca pesan dari Zoya.
"ada apa hyeong?" tanya Wonbin lagi.
"Zoya mengirimkan pesan, dia bilang tidak nyaman pemotretan hari ini." Jihyo mendial nomor Zoya. Tapi sambungan teleponnya tidak dijawab.
"mungkin nuna sudah mulai pemotretan hyeong," Wonbin menepuk pundak Jihyo.
"mungkin..."
Saat Jihyo kembali meletakkan ponselnya, pintu ruang latihan terbuka. Mike berdiri didepan pintu dengan wajah kesal.
"Jihyo..." seru Mike dari kejauhan.
"Mike kau..." Jihyo berdiri menghampiri Mike.
"dimana Zoya, aku sudah lama menunggunya. besok pagi aku sudah harus berangkat ke Jepang, kenapa Zoya masih belum ke studio ku," cerocos Mike.
Jihyo terlihat bingung dengan apa yang katakan. "Mike Zoya sudah ikut bersama staf mu sejak satu jam yang lalu..."
"what?!"
...****************...
Next....
__ADS_1