
Sudah di dalam mobil ambulans...
Jihyo tidak melepaskan tangannya dari Zoya bahkan hanya sedetik.
Sedangkan tim medis berusaha membuat agar Zoya tidak kehilangan kesadaran.
"lukanya sudah sangat membiru, ini sangat buruk," seorang tim medis wanita masih terus memantau luka di pinggang Zoya.
"apa lukanya sangat dalam?" tanya Jihyo.
"ak..aku baik-baik saja oppa, jangan khawatir.." Zoya masih bisa tersenyum meski matanya sudah terpejam.
"Zoya..." Jihyo mengecup tangan Zoya. "Jangan pernah lakukan ini lagi, jangan membuat ku ketakutan. "
Uhhukkk....Uhhukk...
Zoya terbatuk dengan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya.
"lakukan sesuatu..." teriak Jihyo pada tim medis. "Zoya... bertahanlah aku mohon."
"kita sudah sampai tuan..." tim medis membuka pintu ambulans dan menarik keluar brankar Zoya.
Dengan langkah cepat membawa Zoya masuk kedalam ruang ICU yang sudah disiapkan.
"tolong tunggu diluar..." seorang perawat menghentikan langkah Jihyo.
"ta..tapi Zoya..."
"dokter akan melakukan yang terbaik untuknya tuan, jangan khawatir..."
pintu ruang ICU ditutup, Jihyo jatuh terduduk dilantai. Tubuhnya terasa lemas, tidak ada lagi sisa tenaga.
"hyeong...." Junho berlari menghampirinya bersama dengan member lain.
"Jihyo apa yang terjadi..."
Dibantu Junho ia bangkit berdiri, menatap lekat Hyun Soo. "hyeong...." menghambur memeluk Hyun Soo tangis Jihyo pecah. "Zoya menghalangi Sasaeng yang akan menyerang ku, dia tertusuk tapi bahkan dia tidak memberitahu ku."
"nuna...." Junho merinding mendengar Zoya tertusuk.
"dia akan baik-baik saja Jihyo tenanglah,"
"ta..tapi dia terlihat sangat kesakitan, ada darah keluar dari mulut dan hidungnya hyeong."
Hyun Soo menuntun Jihyo duduk di kursi tunggu, meyakinkan Jihyo bahwa Zoya akan baik-baik saja.
Cukup lama mereka menunggu, hingga seorang dokter keluar dari ICU.
"keluarga pasien..."
Jihyo langsung berdiri, "saya dok... bagaimana keadaannya dia baik-baik saja kan, dia sudah sadar kan?"
__ADS_1
Dokter itu memegang pundak Jihyo. " maaf tuan, tapi pasien mengalami koma saat ini,"
Duar.... bagai disambar petir Jihyo kehilangan keseimbangannya, mendengar Zoya koma.
Menggeleng tidak percaya, "tidak dok jangan bercanda tim medis bilang luka Zoya tidak dalam, lalu bagaimana dia bisa koma sekarang. Jangan bercanda ini bukan lelucon." berteriak tepat didepan wajah sang dokter.
"tolong tenang dulu tuan aku akan menjelaskan.." Mengusap pundak Jihyo lagi. "lukanya memang tidak dalam, tapi pisau yang digunakan pelaku diberi racun, kalian sedikit terlambat membawanya kemari, racun itu sudah menyebar tuan, kita masih berusaha memberikan perawatan yang terbaik, semoga nona Zoya bisa berjuang untuk kesadarannya."
Mendengar penjelasan dari dokter wajah Jihyo menjadi pucat pasi. Ia kehilangan kekuatan tubuhnya benar-benar lemas.
Kekhawatiran dan amarah terlihat jelas di wajah para member.
"ini sudah keterlaluan hyeong, aku akan mencari dan menghajar Sasaeng itu. " Wonbin berjalan meninggalkan member.
"hyeong tunggu, aku ikut.." Junho mengikuti langkah Wonbin. "kita ke kantor polisi sekarang." ucapnya.
Jihyo memukul lantai rumah sakit dengan sangat keras berulang kali.
"Jihyo apa yang kamu lakukan..." Hyun Soo mencoba menghentikan Jihyo. "tangan mu berdarah."
"seharusnya aku yang ada didalam sana kan hyeong, harusnya aku!!" teriak Jihyo terus memukuli lantai tidak peduli tangannya yang sudah berdarah.
"hyeong hentikan, jangan begini..." Jie Yoon memeluk Jihyo dengan erat, selama ini Jihyo tidak pernah sekalipun kesal pada Jie Yoon karena ia sangat menyayangi member termuda ini. "jangan sakiti diri hyeong sendiri... nuna pasti tidak suka itu..."
"harusnya aku yang didalam sana, kenapa harus Zoya... dia sudah terlalu banyak mengalami kesulitan," Jihyo menangis didalam pelukan erat Jie Yoon.
"nuna akan segera sadar Hyeong percayalah..." mengusap punggung Jihyo. "ayo bangun hyeong, kita obati tangan mu,"
Bukannya bangun, Jihyo malah menyandarkan tubuhnya pada dinding.
Joo Tae sudah datang membawa seorang perawat, untuk mengobati tangan Jihyo.
Mereka menatap iba pada Jihyo, di terlihat sangat berantakan dan kehilangan kekuatan.
"aku ingin menemani Zoya didalam sana..." lirih suara Jihyo.
"aku akan bicara pada dokter, semoga saja kamu diijinkan masuk.." Hyun Soo pergi menemui dokter yang merawat Zoya.
"hyeong apa seperti ini saat kita mencintai seseorang dan dia terluka?" dengan polosnya Jie Yoon mengajukan pertanyaan pada Joo Tae.
"Hmm...begitulah ..." mengusap pucuk kepala Jie Yoon. "kamu tahu, terkadang cinta itu sangat rumit, saat kita jatuh cinta kita bisa melakukan apapun agar yang kita cintai tetap bahagia dan jauh dari hal buruk."
"apa itu artinya nuna juga mencintai Jihyo hyeong?"
Joo Tae menatap wajah Jie Yoon, "entahlah..." mengedikkan bahu. Mungkin iya tapi Zoya masih belum menyadarinya karena dia ada dalam ikatan dengan pria lain.
"aku tidak mengerti hyeong..." menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kamu masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini..."
Tap ..tap...tap... Hyun Soo datang dengan perawat.
__ADS_1
"Jihyo kamu boleh masuk, perawat ini akan mengantar mu.." Hyun Soo duduk mensejajari Jihyo.
Ia langsung berdiri dan berjalan masuk keruang ICU. "tunggu tuan gunakan pakaian ini.." perawat itu menyerahkan pakaian khusus.
Jihyo mengangguk, lalu mengganti pakaian diruang yang disediakan.
......................
Jihyo perlahan melangkah mendekati brankar Zoya, hatinya terasa nyeri melihat wanita yang dia cintai terbaring tidak berdaya. Tidak disadari air mata Jihyo tumpah begitu saja.
Ia duduk disamping Zoya, menggenggam tangannya. "kenapa kamu melindungi ku tadi hmm?" mengusap pipi Zoya.
"apa kamu sengaja menghukum ku Zoya, jika kamu marah karena aku mencium mu semalam jangan berikan aku hukuman seberat ini." mencium tangan Zoya lagi. "seharusnya aku yang terbaring disini, seharusnya aku yang merasakan kesakitan mu."
"bangun Zoya... bangun dan pukul aku sesuka mu sampai kamu puas, bangun Zoya aku mohon ..."
Jihyo terus terisak, menenggelamkan wajahnya disamping tangan Zoya. Sangat lama sampai Hyun Soo menghampirinya dan mengajak Jihyo keluar dari ruangan ICU.
"kita harus menemui dokter," Jihyo merangkul pundak Jihyo berjalan menuju ruang dokter.
.....
"dokter kapan Zoya akan sadar?" Jihyo terlihat tidak sabar menunggu jawaban.
Dokter menggeleng samar, "kami tidak bisa memastikan itu, pasien harus berjuang dengan keras untuk bisa kembali sadar dan bersama kita lagi..."
Deg...
"maksud dokter?"
"kita sudah melakukan semua yang terbaik tuan, tapi kekuatan terbesar adalah dari pasien sendiri, kita harus lebih banyak berdoa agar nona Zoya lekas sadar."
Jihyo tertunduk lemas, "...."
"tuan, permintaan mu untuk memindahkan nona Zoya keruangan khusus sudah disetujui, kami telah menyiapkan semuanya. Kalian bisa mengikuti dengan tim dokter nanti." Jihyo sedikit mengerutkan kening.
"terima kasih dok.. baiklah kami permisi," Hyun Soo membawa Jihyo kembali keruang ICU.
"aku yang meminta dokter memindahkan ruangan Zoya, agar kita lebih leluasa dan tentu saja agar pengamanan lebih diperketat." Hyun Soo menjelaskan.
"terima kasih hyeong..."
"bersihkan tubuh mu dan makanlah dulu, siapa yang akan menjaga Zoya jika kamu nanti sakit."
"hmm..."
"aku sudah menunda semua pekerjaan mu diagensi dan mereka setuju, kamu bisa menjaga Zoya tanpa takut diganggu dengan pekerjaan."
Jihyo menatap Hyun Soo lalu menghambur memeluknya.... "hyeong terima kasih, kamu selalu membantu ku.."
"kamu adik ku yang paling penurut, jadi tidak masalah jika aku membantu mu mendapatkan cinta mu..." jawab Hyun Soo.
__ADS_1
...****************...
Next.....