
Zoya......
Jihyo terbangun, nafasnya terengah-engah, menatap sekelilingnya. "Zoya..."
"hyeong, ada apa?" Jie Yoon memeluk tubuh Jihyo.
"Jie Yoon... Zoya... ak..aku melihat dia pergi meninggalkan ku,"
"tidak hyeong...nuna ada dikamar rawat sebelah, nuna masih dalam perawatan dokter."
Jihyo turun dari brankar, menarik paksa infus ditangannya hingga terlepas.
"hyeong apa yang kamu lakukan, tangan mu berdarah..." Jie Yoon mencoba mencegah Jihyo tapi sia-sia. Pria tampan itu terus berjalan keluar dengan tubuh lemahnya.
"Jihyo..." Hyun Soo yang berada diluar ruangan langsung menangkap tubuh Jihyo yang hampir terjatuh.
"Zoya... hyeong aku ingin menemani Zoya..." terus berjalan menuju ruangan Zoya.
"tidak Jihyo, kamu harus istirahat tubuh mu sangat lemah saat ini.."
"aku mohon hyeong, aku tidak ingin Zoya pergi..."
"dia akan baik-baik saja Jihyo, dengarkan aku kamu harus istirahat sekarang..."
Tidak mendengarkan nasehat Hyun Soo, ia terus melangkah masuk kedalam ruangan Zoya. Disana masih ada dokter dan perawat yang sibuk memberikan perawatan.
"apa yang tuan lakukan disini, tuan harus menunggu diluar..." seorang perawat wanita mencegah Jihyo mendekati brankar.
"aku mohon suster biarkan aku bersama Zoya..."
"tidak bisa tuan, dokter sedang melakukan tindakan, nona Zoya mengalami gagal jantung."
Duar.... Tubuh Jihyo merosot mendengar apa yang perawat katakan.
Bukan hanya Jihyo yang terkejut, Hyun Soo yang berdiri dibelakang Jihyo pun ikut terkejut, ia bahkan harus menopang tubuhnya ditembok saking terkejutnya.
Jihyo menggeleng kuat, "tidak...Zoya pasti baik-baik saja.... mimpi itu tidak akan terjadi..."
Jihyo mencoba berdiri, ia ingin meraih tangan Zoya ia ingin memeluk tubuh wanitanya. Tapi perawat terus mencegah dirinya.
Suara alat-alat medis mendenging ditelinga, tanda jika detak jantung Zoya tidak lagi bisa terdeteksi.
Jihyo terus meronta, namun tidak berhasil.
Sampai dokter menghentikan usahanya untuk mengembalikan detak jantung Zoya. Ia menggeleng pada perawat, mengisyaratkan jika sudah tidak ada lagi harapan.
__ADS_1
Dokter mundur, perawat melepaskan Jihyo yang masih meronta. Hyun Soo mematung melihat dokter menyerah.
Jihyo menghambur memeluk tubuh Zoya, ia menangis sejadi-jadinya. Hyun Soo memalingkan pandangannya, ia tidak sanggup melihat adik tertuanya menangis seperti sekarang.
Semua member yang berdiri di luar ruangan terduduk dengan air mata tertahan.
Mereka merasakan sesak saat melihat Jihyo menangis begitu menyayat hati.
"Zoya ....." teriak Jihyo dengan lantang, suaranya bahkan sampai terdengar diluar ruangan.
Jihyo menghapus air matanya, menyembunyikan wajahnya diceruk leher Zoya. "bangun Zoya... bangun, aku mencintaimu sangat mencintaimu...." bisiknya. "bangunlah ... apa kamu benar-benar ingin menyerah sekarang, hmm... anak-anak mu ahh bukan anak-anak kita mereka akan menjadi anak ku juga kan? mereka menunggu mu kembali dan memeluk mereka dengan kasih sayang Zoya..."
"bangun chagiya... aku berjanji akan membawa mu kembali pada mereka aku akan memberikan kebahagiaan pada kalian... hidup ku tidak akan berarti tanpa mu Zoya ...." Semua orang disana masih belum beranjak, dokter perawat dan member hanya bisa menahan air mata mereka mendengar keputusasaan Jihyo.
"biarkan aku berdua dengan Zoya disini...." titah Jihyo tanpa menoleh.
"ta..tapi tuan, kami harus melepaskan alat-alat medis ditubuh pasien..." seorang perawat menjawab.
"Keluar aku bilang!!!!" sentak Jihyo.
Hyun Soo mendekati dokter dan perawat, "bisakah kita tunggu diluar sampai Jihyo tenang dokter, sebentar saja, aku mohon..."
Dokter mengangguk, mereka semua berjalan keluar lalu menutup pintu.
Jihyo naik keatas brankar, merebahkan dirinya disamping Zoya. Melingkarkan tangannya diatas perut Zoya.
Jihyo menutup matanya, "jika kamu pergi sekarang, maka bawalah aku bersama mu. Jangan biarkan aku kesepian tanpa mu..." Terus menggenggam tangan Zoya erat.
Hampir lima belas menit Jihyo berbaring di samping Zoya. Sampai Hyun Soo kembali masuk dan mendekatinya.
"Jihyo ..." mengusap lengan Jihyo.
"ssttt ... diamlah hyeong Zoya sedang istirahat..."
"Jihyo, kamu harus merelakan kepergian Zoya .."
Kalimat Hyun Soo membuat Jihyo kesal, dia segera bangun dan menarik kerah baju Hyun Soo. "Zoya milikku hanya milikku, tidak akan ada yang bisa membawanya pergi bahkan tuhan sekalipun." sentak Jihyo.
Hyun Soo menggeleng, "tapi Zoya sudah pergi, kita harus mengurus kepulangannya ke Indonesia."
"Tidak!!!" teriak Jihyo menggenggam tangan Zoya lagi. "pergi hyeong keluar dari sini sebelum aku menghajar mu!!! dengar hyeong Zoya akan kembali pada ku kembali bersama kita, aku yakin itu."
Joo Tae dan Jie Yoon ikut masuk, mereka bertiga menarik Jihyo untuk menjauh dari brankar. Dokter harus sedang melepas alat medis ditubuh Zoya.
"apa yang kalian lakukan!!!" Jihyo terus berontak. "Zoya akan kembali pada ku!!" Teriaknya.
__ADS_1
Dokter perlahan mulai melepaskan alat-alat medis.
"tidak!!!!! hajima... aku mohon.. jangan.." Jie Yoon memeluk erat tubuh Jihyo.
"hyeong biarkan nuna pergi dengan damai, relakan nuna hyeong..." meski sebenarnya dalam hatinya pun tidak rela tapi Jie Yoon berusaha kuat didepan semua orang.
"Zoyaaa.... aku mohon kembalilah... aku mencintaimu Zoya...." teriakan Jihyo menggema. Tubuhnya luruh kelantai, ia memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
"Jihyo, kuatkan diri mu..." Hyun Soo mengeratkan pelukan.
"Dokter tunggu..." seorang perawat menghentikan gerakan dokter yang sedang melepas alat pernafasan pada tubuh Zoya.
"ada apa?"
"apa aku salah lihat dokter," ia menunjuk ke arah dada Zoya. "pasien bernafas lagi,"
Dokter ikut memperhatikan dada Zoya, benar saja terlihat tarikan nafas halus. Dengan senyum mengembang dokter dan perawat memasang kembali alat medis.
"ini sebuah keajaiban dokter, benar-benar keajaiban..." perawat wanita mengusap air matanya yang jatuh.
Alat-alat medis yang kembali terpasang mulai memperlihatkan detak jantung Zoya yang perlahan mulai kembali normal.
Mereka saling berpelukan, tanpa menyadari dibelakang mereka Hyun Soo dan member lain masih mencoba menenangkan Jihyo yang terus memanggil nama Zoya meski sangat lirih.
Diatas brankar perlahan mata Zoya terbuka, dokter memperhatikan setiap gerakan yang Zoya lakukan.
"Ji... Jihyo..." sangat lirih bahkan tidak terdengar sama sekali, Zoya memanggil nama Jihyo.
Sadar jika pasiennya sudah sadar dan memanggil nama Jihyo, dokter berjalan menghampiri Jihyo yang masih terisak dipelukan Hyun Soo dan Jie Yoon.
"permisi tuan..." dokter menunduk meraih tangan Jihyo. "tolong hapus air mata mu tuan..." Mereka berdiri.
Jie Yoon mengusap air mata Jihyo, "berhentilah menangis hyeong..." lirih Jie Yoon.
Dokter menuntun Jihyo yang terus menunduk mendekati brankar, "pasien sudah sadar..."
Deg...
Jihyo mendongak menatap dokter dengan tatapan tak percaya. Dokter tersenyum mengangguk lalu mengisyaratkan agar Jihyo melihat Zoya.
"Zo ... Zoya...." tangis Jihyo kembali pecah saat netranya bertemu dengan netra Zoya. " aku tahu kamu akan kembali..." ia menciumi tangan Zoya.
Semua orang yang menyaksikan ini menarik nafas lega, terharu dan bahagia bercampur menjadi satu.
Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik.
__ADS_1
...****************...
Next.....