Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Luka Dalam


__ADS_3

Hari libur pertama Mereka habiskan untuk istirahat seharian, setelah makan pagi semua member kembali melanjutkan tidur, sedangkan Zoya memilih merawat tanaman di taman belakang.


Ada sebagian rumput yang mulai tumbuh tinggi tidak beraturan.


Hari sudah semakin siang, Zoya masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri setelah merawat kebun.


Zoya berencana membuat makan siang setelah mandi. Tapi Jihyo ternyata sudah terlebih dulu berkutat didapur dengan Hyun Soo.


"oppa...kalian memasak?"


"sudah selesai mandinya..?" Jihyo menyodorkan sendok didepan mulut Zoya.


Zoya menerima suapan darinya, "hmm ...ini enak sekali.."


"itu buatan Jihyo..." sahut Hyun Soo.


"ohyaa... oppa pandai memasak juga,"


"duduklah Zoya, makanan sudah siap,"


"biar aku bantu oppa," Zoya membawa makanan keatas meja makan. "apa yang lain belum bangun oppa?"


"sepertinya belum..."


"biarkan saja mereka tidur, mari kita makan dulu.." Hyun Soo sudah duduk dan mulai makan.


Jihyo dan Zoya akhirnya duduk menikmati makan siang buatan kedua member tertua ini.


Tidak lama suara gaduh terdengar, member lain sudah bangun dan berjalan menuju dapur.


"hyeong..." seru Junho "kenapa tidak membangunkan kami.." mengerucutkan bibir.


Hyun Soo dan Jihyo tidak menggubris sama sekali, mereka sibuk dengan makanan mereka.


Zoya hanya tersenyum kecil melihat Junho yang masih kekanak-kanakan.


Semua makan dengan sangat lahap. Sesekali mereka saling bertukar makanan. Meski sebenarnya yang mereka makan adalah menu yang sama tapi bertukar makanan biasa mereka lakukan.


Setelah selesai makan dan membersihkan sisa makanan, mereka berkumpul diruang keluarga.


Mereka mengobrol tertawa dan bercanda bersama. Zoya bisa merasakan kehangatan saat bersama mereka.


Melihat kebersamaan mereka membuat Zoya mengingat Ayumi dan Roni.


bagaimana kabar Ayumi dan Roni sekarang, apa mereka bekerja dengan baik sekarang. batin Zoya.


Zoya membuka ponselnya, ia sengaja mengirim pesan pada Ayumi, jika diijinkan oleh Jihyo besok dia ingin menemui Yumi sebentar.


Setelah mengirimkan pesan pada Ayumi, Zoya meletakkan ponselnya lagi.

__ADS_1


Zoya baru saja meraih kaleng minuman saat ponselnya menyala.


eehh... Ayumi cepat sekali dia membalas, tumben. gumamnya.


Zoya membuka ponselnya dan....


Damn!!!!!


Mata Zoya membulat sempurna, rasa sesak begitu terasa menghimpit dadanya.


Jantungnya berpacu dua kali lebih cepat, nafas Zoya terasa tercekat.


Bahkan kaleng yang Zoya pegang terlepas dari genggamannya.


Semua member menatap heran pada Zoya, "nuna ada apa?" tanya Wonbin.


"Zoya, ada apa? Jihyo terlihat khawatir. Mendapat pertanyaan dan tatapan khawatir, Zoya dengan segera mematikan ponselnya.


"ti..tidak ada apa-apa maaf aku menumpahkan minuman." Zoya mencoba mengalihkan pandangannya. Ia takut jika semua orang tahu jika Zoya sedang menahan air matanya agar tidak tumpah.


"tidak masalah, itu hanya sedikit..."


Zoya meraih tissue dan mengelap tumpahan minuman dibawah kakinya.


"emm..ma..maaf oppa, aku ingin kekamar..."


"sudahlah hyeong mungkin nuna lelah..." Wonbin menarik tangan Jihyo sampai dia terduduk lagi.


.....


Setelah kepergian Zoya hati Jihyo merasa sangat tidak tenang. Dia bisa melihat Zoya sedang tidak baik-baik saja.


Lamunan Jihyo buyar saat Junho menyenggolnya, "hyeong ponsel nuna sejak tadi terus menyala."


Jihyo langsung mengambil ponsel Zoya di sofa tempatnya duduk tadi.


Dengan kesal Jihyo membuka ponsel Zoya.


Deg!!!!


Tangan Jihyo mengepal kuat, melihat isi ponsel Zoya. Emosinya benar-benar tidak lagi bisa ia tahan.


Haaahhh....


Teriak Jihyo penuh emosi, membuat semua orang terkejut. Selama mereka bersama Jihyo bahkan tidak pernah marah.


"hyeong ada apa?" tanya Wonbin


"Jihyo ada apa?" Hyun Soo mendekatinya.

__ADS_1


"pria brengsek sialan." umpat Jihyo. " beraninya kau menyakiti wanita ku," ia melemparkan ponsel Zoya begitu saja, tanpa memperdulikan kebingungan sahabatnya dia berlari menuju kamar Zoya.


Hyun Soo memungut ponsel Zoya, beruntung ponsel itu tidak rusak. Ia manatap layar ponsel dan tentu saja membuat Hyun Soo sangat terkejut.


"hyeong ada apa?" mereka mendekat dan ikut melihat layar ponsel Zoya.


"siapa dia hyeong, menjijikan sekali." ucap Wonbin langsung memalingkan wajahnya.


Hyun Soo berjalan cepat menyusul Jihyo kekamar Zoya, diikuti member yang lain.


.....


Di kamar Zoya duduk di ranjang, dia tidak melakukan apapun, tatapan matanya kosong bahkan air mata pun tidak bisa mengalir di pipinya.


Hingga Jihyo masuk kedalam kamar menghampirinya Zoya hanya diam. Perlahan Jihyo mendekatinya, ia duduk didepan Zoya.


Tapi sama sekali tidak ada respon sama sekali dari Zoya.


Sedangkan didepan pintu kamar, Hyun Soo dan member lain berdiri melihat kepanikan Jihyo.


"Zoya..." panggil Jihyo lembut.


Zoya mengedipkan matanya, lalu tersenyum menatap Jihyo. "oppa..." suaranya hampir tak terdengar.


Jihyo menakup wajah Zoya, menatapnya dengan rasa berkecambuk dalam hatinya.


Mendapat perlakuan yang begitu manis dari Jihyo, Zoya tidak lagi bisa menahan air matanya.


Ia memeluk Jihyo dengan sangat erat. Menumpahkan semua air mata didalam pelukan Jihyo.


"apa salah ku oppa, apa aku begitu berdosa kenapa aku harus terluka sedalam ini. aku pergi sejauh ini untuknya dan juga masa depan yang lebih baik, lalu kenapa ini yang aku dapatkan. Apa kebahagiaan anak-anak ku harus aku bayar dengan luka sesakit ini oppa. kenapa..." tangisan Zoya terdengar sangat memilukan. Membuat semua orang yang mendengarnya juga akan ikut merasakan sakit.


"katakan oppa, apa ada manusia lain di dunia ini yang punya nasib seburuk nasib ku. Sejak kecil aku tumbuh dengan kesakitan, pukulan, dan trauma. Aku memilih menikah diusia yang sangat muda hanya untuk keluar dari rumah. Aku berusaha tetap hidup untuk merubah semuanya, aku ingin menyembuhkan luka masa lalu yang bahkan tidak sedikitpun hilang dari hati ku, tapi kini tuhan... tuhan menghancurkan hati ku lagi. aku sakit saat harus pergi sejauh ini aku sakit saat tidak bisa melihat anak-anak ku tumbuh, aku sakit saat mereka sakit. Dulu aku dihina dan direndahkan karena tidak bisa memberikan apapun tapi kenapa sekarang saat aku bisa memberikan segalanya aku masih harus disakiti."


Mulut Jihyo terkunci, dia tidak bisa menjawab apapun. Dia bahkan tidak tahu jika Zoya menyimpan banyak luka sendiri.


"oppa, lihat aku..." Zoya melepaskan pelukannya, "lihat aku oppa, apa manusia seperti ku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan meski hanya kebahagiaan yang kecil. kenapa tuhan sejahat ini oppa, kenapa aku harus menebus kebahagiaan keluarga ku dengan begitu mahal. Jika sekarang aku harus menerima kesakitan lagi kenapa dulu aku harus diberi semangat hidup melalui musik kalian. Jika dulu aku tidak mendengar musik kalian mungkin aku tidak perlu sesakit ini lagi." Zoya memukul dadanya berulang kali.


Kali ini bahkan Jihyo tidak lagi bisa menahan air matanya. Dia meraih tangan Zoya menghentikannya agar tidak menyakiti dirinya sendiri.


Dia memeluk erat Zoya, tidak tahu apa yang harus dia lakukan kecuali memberi pelukan padanya, memberikan energi positif dan semangat bahwa Zoya masih punya dirinya.


Hyun Soo dan yang lain pun berkaca-kaca melihat bagaimana Zoya menumpahkan segala sakit dalam hatinya.


Jihyo terus memeluk dan mengusap lembut punggung Zoya.


...****************...


Next....

__ADS_1


__ADS_2