Amygdala "Penyembuh Luka"

Amygdala "Penyembuh Luka"
Rumah sakit


__ADS_3

Tapi tubuh lemahnya segera didekap oleh Jihyo.


"apa yang kamu lakukan Zoya...." Jihyo terus mendekap Zoya meski dia terus meronta.


"lepaskan aku oppa, lepas!!!" ia memukul-mukul tubuh Jihyo dengan sisa tenaga yang dia miliki. "aku lelah dengan semua ini, aku menyerah!!!"


Tubuh Zoya merosot jatuh terduduk, "apa ada alasan untuk aku hidup lebih lama lagi?" suara Zoya terdengar sangat lirih.


"ada Zoya, ada aku ada Hyun Soo hyeong, ada member yang lain dan ada dua anak mu, kami semua menyayangi mu," Jihyo berjongkok memeluk Zoya, beberapa kali mengecup pucuk kepalanya.


"aku mohon Zoya jangan lakukan apapun yang menyakiti diri mu sendiri, apa kamu tidak memikirkan bagaimana nasib anak-anak mu jika tahu kamu meninggalkan mereka selamanya. Mereka akan merasakan kehilangan yang sangat besar." Jihyo terus menyakinkannya.


"ayo kita pulang..." menuntun Zoya perlahan menjauhi danau. Jihyo menghentikan taksi dan membawa Zoya kembali pulang.


Zoya terlihat sangat berantakan, Jihyo bisa merasakan jika Zoya sedang demam.


Jihyo terus memeluk tubuh wanitanya, tapi dia menjadi panik saat kemejanya berubah menjadi merah karena darah yang keluar dari hidung Zoya.


"Zoy..." Jihyo mendongakkan wajah Zoya, namun ternyata Zoya sudah tak sadarkan diri. Dia pingsan.


Dengan panik dia meminta sopir taksi untuk pergi ke rumah sakit terdekat.


.....


Di rumah sakit ....


Jihyo mondar-mandir didepan pintu ruang pemeriksaan, dia tidak diijinkan masuk mendampingi Zoya.


Sudah cukup lama, tapi belum ada dokter yang memberikan kabar bagaimana keadaan Zoya sekarang, dokter dan suster hanya keluar masuk tanpa bisa dia tanyai.


"sial!!!...." Jihyo mengumpat dan mengacak rambutnya kesal. "aku ingin menjaganya tapi kenapa semua ini justru terjadi. seharusnya sejak awal aku mengganti ponsel dan nomor Zoya, sampai tidak akan orang yang mengusiknya," gerutu Jihyo.


"hyeong....." suara Joo Tae dan Jie Yoon hanya membuat Jihyo melirik sekilas. "bagaimana keadaan nuna hyeong..."


Jihyo hanya menggeleng, "belum ada dokter yang memberi kabar tentang keadaan Zoya..."


"maaf hyeong baru kita yang kesini, Hyun Soo hyeong dan yang lainnya sedang ada urusan mendadak." Jihyo mengangguk.

__ADS_1


"sebenarnya apa yang terjadi hyeong...pagi tadi nuna terlihat baik-baik saja,"


"dia hampir bunuh diri, jika saja aku tidak mengikutinya mungkin dia sudah tiada sekarang..."


"what...?! ta..tapi bagaimana bisa hyeong?"


"siang tadi dia bilang ingin menemui sahabatnya, tapi karena tidak ingin ku antar jadi aku mengikutinya, di tidak bertemu dengan sahabatnya dia pergi ke taman pinggir kota kamu tahu kan? disana aku mendengar semuanya Joo Tae, dia menyimpan banyak luka di masa lalunya, luka yang selama ini dia simpan sendirian, meski terlihat sangat kuat hatinya begitu rapuh." Jihyo mencengkram rambutnya. "aku terlambat mengetahui semuanya."


"hyeong...tenanglah, kita akan bantu nuna kan dia akan baik-baik saja.." Joo Tae memeluk Jihyo agar hyengnya ini lebih tenang.


"permisi....apa anda keluarga pasien didalam?" seorang suster menghampiri mereka.


"iya sus..."


"dokter ingin bicara, masuklah..." Jihyo menerobos masuk sebelum suster menyelesaikan kalimatnya.


"maaf sus,dia memang begitu saat panik.." Joo Tae membungkuk meminta maaf.


......


Di dalam ruang pemeriksaan...


"dia tidak baik, selain kondisi tubuhnya lemah, mentalnya juga tidak baik, dia butuh psikolog, di rumah sakit ini ada, atau kamu ingin membawa dokter dari luar pun tidak masalah."


"tolong panggilkan psikolog di rumah sakit ini saja dokter," dokter mengangguk.


"tunggu dokter tadi hidungnya berdarah sangat banyak apa itu berbahaya?"


"ahh tidak, itu karena dia kelelahan dan terlalu banyak pikiran, untuk kasusnya, nona ini sudah sangat sering mengalaminya. Ada beberapa orang yang mengalami ini saat terlalu banyak tekanan berat." Jihyo mengangguk, setelah dokter pergi kini dia duduk di samping brankar Zoya.


"masih ada banyak hal yang aku tidak tahu dari diri mu Zoya," dia mengecup lembut tangan Zoya. "kamu pandai sekali menutupi semuanya, kamu selalu terlihat tangguh dan baik-baik saja, tapi ternyata ada banyak luka yang kamu simpan sendiri."


"kenapa tidak berbagi pada ku, apa kamu tidak mempercayai ku Zoya?"


"Jihyo..." panggil Hyun Soo.


"hyeong..." Mereka akan melangkah masuk tapi suster melarang.

__ADS_1


"Maaf tuan-tuan sebaiknya kalian tunggu diluar, pasien akan kami pindahkan keruang rawat kalian bisa menjenguknya nanti."


Dengan cepat para suster menarik brankar Zoya menuju ruang rawat, Joo Tae yang mengurus semuanya. Dia tahu saat ini Jihyo tidak bisa meninggalkan Zoya sendiri.


.....


Diruang rawat..


Ruangan yang luas dengan fasilitas lengkap, meski sebagus apapun, ini tetaplah rumah sakit.


"Joo Tae sudah menceritakan semuanya," Hyun Soo mulai bicara. "aku tidak menyangka dia pandai sekali terlihat baik-baik saja saat hati dan tubuhnya terluka."


"aku terlambat mengetahui semuanya hyeong, seandainya aku tahu lebih awal aku pasti mencari cara agar Zoya bisa melupakan semuanya."


"kita bisa lakukan itu mulai sekarang..." Hyun Soo menepuk pundak Jihyo memberi semangat.


Member yang lain pun mendekat dan memeluk Jihyo bersama.


Ini kali pertama bagi mereka melihat Jihyo mencintai seorang wanita, tapi cinta Jihyo tidak akan semudah itu dia taklukkan.


"hyeong... kalian bisa pulang dan istirahat, aku akan menjaga Zoya disini,"


"aku akan bersama mu disini hyeong," ucap Junho. " yang lain bisa pulang,"


Hyun Soo berdiri sebelum pergi dia mendekati Zoya, "hai cantik apa kamu tahu jika adik ku sangat mencintai mu, segeralah sembuh dan kembali pulang jangan biarkan luka dalam hati mu menghalangi kebahagiaan yang akan datang," bisik Hyun Soo lembut.


Kini semua member telah pergi, tinggal Jihyo dan Junho yang menjaga Zoya.


"hyeong sebaiknya kamu istirahat.." pinta Junho.


"tidak, kau saja yang istirahat,"


"dengar hyeong, nuna sangat membutuhkan mu jika kamu sakit nanti siapa yang akan menjaga nuna.." Junho mulai menggeser bad mendekati brankar Zoya, "hyeong kamu bisa tidur disini..."


Tidak lagi membantah, Jihyo membaringkan tubuhnya disamping Zoya.


Dia terlihat sangat berantakan sekarang, bahkan bajunya belum ia ganti. Masih ada bekas darah Zoya di baju yang dia gunakan.

__ADS_1


...****************...


Next....


__ADS_2