
Zoya POV
Meski merasa sangat tidak nyaman, Zoya berusaha sebisa mungkin untuk profesional.
Ia melakukan pose yang diarahkan oleh fotografer, meski bukan pose yang berani dan menggoda tapi ia tidak suka pada tatapan mata fotografer itu.
Terlebih di ruangan itu hanya ada dirinya dan pria itu.
"Zoya... kau bisa istirahat dulu aku akan mengambil air minum, kau bisa duduk disana..." pria itu tersenyum penuh arti pada Zoya.
"ne tuan..."
"Ck .. panggil aku Zack, tidak perlu pakai tuan.."
"arraso..." Zoya duduk. Matanya beralih pada ponselnya yang terlihat berkedip.
"apa Jihyo oppa menghubungi ku?" gumam Zoya, meraih ponselnya.
Benar saja, ia melihat banyak notifikasi panggilan dan pesan dari Jihyo.
Ia baru akan membalas pesan Jihyo saat lagi-lagi bos nya itu menelponnya.
"tidak sabar sekali tuan Min Jihyo ini.." gumam Zoya sedikit tersenyum.
Baru saja Zoya akan mengangkat panggilan telepon Jihyo, Zack sudah menjatuhkan dirinya disamping Zoya.
"ehh..." saking terkejutnya Zoya sampai lupa pada ponselnya.
"maaf Zoya, apa aku membuat mu terkejut?" tanyanya berbisik.
"ahh emm ti..tidak Zack.." ia merasa risih dengan tatapan pria itu.
"kamu manis sekali saat sedang terkejut..." tersenyum smirk.
Tidak ingin menanggapi Zoya kembali fokus pada ponselnya yang kembali bergetar.
Kali ini dia mengangkat panggilan dari Jihyo. Tapi saat ia ingin berbicara pada Jihyo, Zack menyodorkan gelas tepat didepan mulutnya.
Dengan terpaksa Zoya meminum air didalam gelas sebelum bisa menjawab pertanyaan Jihyo.
....
Tanpa diduga tangan Zack mengusap paha Zoya yang tidak tertutup kain gaun panjangnya.
Zoya spontan menjatuhkan ponsel dan gelas ditangannya.
"aniyooo.... hajimaaaa..." teriak Zoya kencang.
Karena ia berteriak, pria itu langsung membekap mulut Zoya dengan kasar.
"diam sayang... aku tidak suka ada yang berteriak didepan ku.." bisiknya dengan suara serak tepat di telinga Zoya.
__ADS_1
"eemmm...." Zoya berusaha melepaskan diri dari pria itu, tapi semakin dia berontak semakin kencang pula mulutnya dibekap. Bahkan kini tangannya sudah di cengkram sangat kuat.
Zack mencium aroma tubuh Zoya dengan mata berkilat nafsu. Ya pria itu sangat tergoda dengan tubuh indah Zoya.
"aku tidak menyesal membantu wanita gila itu, jika bayarannya adalah tubuh mu yang indah ini..." kembali mencium leher jenjang Zoya. "hmm... aku suka aroma tubuh mu yang harum ini, membuat ku semakin bersemangat..."
Mata Zoya membulat, wanita mana yang pria ini maksud.
"eemmm...." Zoya sekuat tenaga melepaskan diri dari kungkungan Zack. Sampai akhirnya Zoya berhasil menendang aset berharga milik pria itu.
Bugh...
" Aakkhhh... Jegiral.... beraninya kau!!!" Zack meringis merasakan miliknya ngilu danq sangat sakit.
Zoya berlari ke arah pintu, tapi sayangnya pintu keluar studio itu terkunci.
Brak...brak...brak... Zoya menggedor pintu sekuat mungkin.
"juseyo... siapapun, buka pintunya..." teriaknya.
aakkhhh... air mata Zoya menetes saat merasakan rambutnya ditarik sangat kuat.
"juseyo lepaskan aku..." pintanya.
"melepaskan mu tanpa menikmati mu?" pria itu tersenyum smirk. "tentu tidak akan aku lakukan!!" Menariknya kearah sofa yang sangat lebar.
"ayo kita mulai sayang..." sebelum pria itu berhasil mencium bibirnya, tangan Zoya berhasil meraih botol anggur disampingnya.
Dughhh... memukul tepat di kepala Zack.
"shibal sekiyaaaa!!!" sentak Zack. Ia mencengkram kuat kaki Zoya saat hendak lari darinya.
Plaakkk
Menampar pipi wanita cantik itu dengan emosi membara.
Zoya jatuh tersungkur, pelipisnya membentur ujung meja hingga darah mengalir. Bukan hanya dari pelipis bibirnya juga berdarah karena tamparan Zack.
Ia tidak bisa segera bangkit, pandangannya mulai buram.
Melihat Zoya tidak lagi berdaya, Zack menarik sesuatu dari dalam tasnya. Ia mendekati Zoya yang masih terduduk merintih kesakitan.
Zack mencengkram tangan Zoya lalu menancapkan jarum suntik dilengannya.
"ha...hajimaa..." mendorong tubuh Zoya begitu saja. Zack berdiri menyilangkan tangan didepan dada.
Ia tersenyum smirk menunggu obat yang dia suntikkan bereaksi pada wanita itu.
....
Sepuluh menit berlalu, Zack kembali mendekati Zoya yang masih tergeletak dilantai.
__ADS_1
"ottoke? apa kau sudah menyerah cantik? aku sudah tidak sabar lagi.." mencoba mencium bibir Zoya lagi, tapi dengan sisa tenaganya Zoya masih bisa menampar pipi Zack kuat.
"lepaskan aku!!!" teriak Zoya. "aku bisa memberi mu uang berapapun yang kau minta tapi lepaskan aku," mendorong Zack menjauh darinya.
"Jihyooo oppaa..." air mata Zoya menetes "juseyooo..."
hiks...hiks..hiks...
kali ini Zoya benar-benar menangis, ia mencoba merangkak menjauh dari Zack.
Pria itu hanya tertawa melihat usaha Zoya. "berteriak lah sampai suara mu habis tidak akan ada orang yang menolong mu!!" ia kembali mencari-cari sesuatu didalam tas nya.
Setelah menemukan jarum suntik lagi, ia menyalakan kamera dan mengarahkannya pada Zoya yang mencoba meraih ponselnya di bawah sofa.
Dengan gerakan cepat Zack menarik kaki Zoya, ia membuka ikat pinggang yang ia gunakan.
Claashhh... Menganyunkannya tepat di paha mulus Zoya.
Iiissshhh Zoya memejamkan mata menahan perih.
Bukan hanya sekali Zack terus mengayunkan ikat pinggang itu ke tubuh lemah Zoya beberapa kali. Bahkan juga sengaja mencekik wanita itu hingga membuat Zoya semakin lemah.
"bunuh aku sekarang!!!" seru Zoya dengan suara tercekat.
"akan aku lakukan nanti setelah aku puas menikmati mu..." Zack kembali menyuntikkan cairan ketubuh Zoya.
"aku tidak menyangka satu suntikan masih tidak membuat mu memohon pada ku!" bidiknya sambil membuka kemeja yang dia kenakan.
"ayolah sayang... aku tidak sabar lagi mendengar mu memohon..." sengaja mengusap kaki Zoya hingga batas paha. "memohon lah... sentuh aku Zack sentuh aku. katakan itu Zoya!!!" teriak dengan suara lantang.
Plaaakkk.... menampar pipi Zoya lagi karena Zoya masih bungkam tidak bereaksi apapun.
Bahkan sepertinya obat yang Zack suntikkan sama sekali tidak menunjukkan hasil.
"aku tidak bisa lagi menunggu!!!" Zack berusaha mencium bibir Zoya sambil membuka celananya.
Braakkkk!!!!! Pintu studio didobrak dengan paksa. Jihyo menatap nyalang pada Zack yang mematung di atas tubuh lemah Zoya.
"shibaaallll beraninya kau menyentuh wanita ku!!!" Jihyo berlari mendekati Zack lalu satu tendangan melayang tepat diperut pria mesum itu.
Bugh...bugh...bugh... menghajar Zack dengan membabi buta.
Amarah jihyo benar-benar tidak lagi bisa dikendalikan.
Hyun Soo berlari mendekati Zoya yang tidak berdaya dengan darah mengalir di pelipis dan sudut bibirnya.
Ia melepaskan jaket yang dia gunakan, lalu menutupi tubuh Zoya. Member lain ikut menghajar Zack tanpa ampun.
"Jihyo bawa Zoya kerumah sakit sekarang." seru Hyun Soo. "pria itu akan aku urus dengan yang lain." titahnya.
Jihyo menghentikan gerakannya, "aku pastikan kau akan membusuk dipenjara." teriak Jihyo.
__ADS_1
...****************...
Next....