
Sudah di rumah....
Zoya baru saja selesai membersihkan diri, keluar kamar dengan baju sederhananya.
Berjalan menuju dapur, dia ingin menyiapkan cemilan dan secangkir kopi untuk Jihyo.
Zoya ingat jika ada pesta malam ini untuk Jihyo dan member lainnya.
tok...tok...tok...
"oppa... boleh aku masuk?"
Jihyo membuka pintu untuk Zoya "kenapa harus meminta izin, ayo masuk..."
"aku buatkan kopi untuk mu,"
"ahh, terima kasih nona..."
Jihyo menyeruput kopi buatan Zoya. "hmm... ini sangat nikmat,"
"iisshhh lebay sekali..."
"apa itu? lebay?"
"tampan," jawabnya asal.
"aku memang tampan, apa kamu baru menyadari itu?"
Zoya menghembuskan nafas panjang, "sudah lupakan itu, oppa harus bersiap kan?"
"bersiap untuk apa?"
"pesta bersama member, oppa lupa?"
"astaga aku lupa, Zoya kamu harus ikut jadi mari bersiap sekarang."
Zoya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "aku tidak ikut oppa, ini pesta kalian,"
"Ck...disana juga ada staf agensi, jadi ayo ikut,"
"tidak..."
"tapi aku memaksa..." Jihyo memegang pundak Zoya.
"hhuufft...selalu saja..."
Zoya berjalan keluar studio Jihyo dengan langkah kesal. Ia tidak suka pesta, apalagi di Korea pesta selalu identik dengan alkohol.
Tapi jika dia tidak ikut, bisa dipastikan Jihyo juga akan batal ke pesta.
Huuh...
Zoya membuka lemari besar dikamarnya, akhirnya dia tahu kenapa ada banyak gaun dan pakaian branded disana dan semua itu pas ditubuhnya.
"Aku harus memakai yang mana" gumamnya.
Selama ini dia tidak pernah memakai gaun, akan sangat aneh jika sekarang dia menggunakan gaun.
Setelah berpikir cukup lama, Zoya menjatuhkan pilihan pada baju casual untuk dia gunakan, membiarkan rambut panjangnya tergerai. "pesta ini tidak terlalu formal, ini sudah cukup," pikirnya.
"Zoya apa kamu sudah siap?" panggil Jihyo dari luar kamar.
"yaa..."
Jihyo tersenyum melihat Zoya, "kamu terlihat sangat cantik,"
"karena aku perempuan,"
"aku serius Zoya..."
"aku juga tidak sedang bercanda tuan, aku perempuan wajar jika cantik, yang aneh itu jika perempuan tampan,"
"itulah kenapa aku menyukaimu, kamu selalu apa adanya." bisiknya.
"ayo berangkat," Zoya sengaja mendorong Jihyo agar dia tidak terus meracau.
Sepanjang perjalanan mereka menikmati musik yang Jihyo putar, musik yang selama ini menjadi teman Zoya saat sendiri.
__ADS_1
Tidak terasa saking menghayatinya Zoya ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu.
"suara mu sangat bagus..."
"terima kasih..." jawab Zoya sambil tergelak.
"apanya yang lucu?"
"kamu meledek ku kan?"
"meledek apanya, aku memuji suara mu..." Jihyo mencubit pipi Zoya "mari berduet dengan ku," ucapnya dengan penuh semangat.
"perhatikan jalan, apa kita akan segera sampai atau belum,"
"Zoya...." goda Jihyo dengan suara manja.
"Sssttt....diam Jihyo, kamu ini menyebalkan sekali."
Jihyo tersenyum melihat Zoya kesal, menurutnya dia terlihat sangat manis saat kesal.
.....
Mereka telah sampai di hotel tempat pesta berlangsung. Mereka berjalan beriringan memasuki hotel.
"oppa, bergabunglah dengan member yang lain, aku bisa menunggu dimeja itu," Jihyo mengalihkan pandangan pada meja yang ditunjuk Zoya.
Meja paling ujung, tidak terlalu banyak orang disana, hanya beberapa orang yang duduk cukup jauh dari meja itu.
"disana...?" Jihyo memastikan lagi.
"iya..."
"itu terlalu jauh Zoya..."
"Ck...Aku tidak nyaman berada di pesta ini oppa, aku mohon mengertilah..."
Dengan terpaksa Jihyo menuruti kemauan Zoya, dia berjalan mendekati member lain. Zoya segera berjalan menuju meja diujung ruangan.
"ini pesta yang membosankan..." gerutunya.
.....
"tidak jangan itu, berikan aku jus saja, jika tidak ada minuman bersoda tanpa alkohol." jawab Zoya dengan sopan, si pelayan pun menunduk mengerti.
Tidak lama pelayan itu kembali dengan segelas jus jeruk, setelah memberikannya pada Zoya ia segera pergi.
Tidak ada yang Zoya bisa lakukan disana sekarang. Akhirnya Zoya memilih keluar menuju taman disamping aula hotel.
Zoya duduk di kursi taman sendiri, sambil memainkan ponselnya.
Ekkhheem...
Suara seseorang membuat Zoya mendongak.
"hai nona, kita bertemu lagi..." pria itu tersenyum pada Zoya.
"maaf, apa tuan bicara dengan ku?"
"tentu saja, disini hanya ada kita berdua,"
"tapi aku tidak mengenal mu, memangnya kapan kita bertemu," acuh Zoya.
"dia tidak tahu aku..." batin pria itu.
"kamu pasti lupa, tempo hari aku menabrak mu dan membuat tanganmu terluka, apa kamu ingat?"
Zoya menatap pria itu intens, "ohh...itu kamu? maaf aku tidak tahu."
"apa luka mu sudah sembuh?"
"sudah,"
"kamu staf barukan?"
"dari mana kamu tahu?"
"karena tidak ada orang luar yang boleh masuk dalam pesta ini," jelasnya. "bisakah aku tahu nama mu, kita akan sering bertemu kan,"
__ADS_1
"Zoya..." singkatnya.
"aku Kim Hyun Soo,"
" baiklah, senang bertemu dengan mu," Zoya tersenyum simpul padanya.
"kenapa tidak masuk Zoya?" Hyun Soo duduk disamping Zoya.
"tidak apa,"
"Zoya....." suara Jihyo terdengar dari arah belakang.
Zoya menoleh melihat Jihyo mencibikkan bibirnya, "kamu bilang menunggu di sana tapi kenapa kamu malah disini,"
"disana terlalu ramai oppa, aku tidak suka," bisik Zoya.
Kim Hyun Soo berdiri dari duduknya, matanya menatap pada Jihyo dan Zoya.
"kamu disini Hyun Soo hyeong?" tanya Jihyo
"Hmmm... apa kalian saling kenal? sepertinya kalian sangat akrab.."
"aahh hyeong aku belum mengenalkan Zoya pada mu, ini Zoya asisten pribadi ku," ucap Jihyo dengan antusias.
"asisten...? sejak kapan?"
"iya hyeong Zoya bersama ku sudah hampir 1 bulan, tapi dia baru hari ini ikut ke agensi," jelas Jihyo.
"oh..baiklah aku harus kembali ke dalam Jihyo, ajak lah Zoya kedalam udara malam tidak baik untuk kesehatan kalian." Hyun Soo berlalu meninggalkan Zoya dan Jihyo berdua.
"Zoya, apa hyeong menggangu mu?"
"tidak, dia hanya meminta maaf saja," jujur Zoya
"maaf? untuk apa?"
"tempo hari dia yang menabrak ku dan membuat aku terjatuh, sampai tangan ku terluka, tapi aku bahkan tidak ingat dan tidak tahu dia sampai kamu kemari," jelasnya.
"ternyata kalian sudah pernah bertemu... apa kamu juga tidak mengenalinya sebagai idol?"
Zoya menggeleng "tidak..."
Jihyo tertawa mendengar jawaban Zoya, "siapa idol atau artis Korea yang kamu tahu Zoya, Kim Hyun Soo itu visual di grup kami, kamu tidak tahu dia?"
"aku menikmati musik kalian, bukan wajah kalian...aku bahkan mulai menyukai musik kalian 3tahun belakangan ini, saat..." Zoya menutup mulut tidak melanjutkan kalimatnya.
"saat... apa Zoya?" tanya Jihyo dengan penuh rasa penasaran.
"tidak, lupakan saja oppa.." Zoya menarik tangan Jihyo masuk kedalam aula. "sebaiknya oppa kembali bergabung dengan member,"
"Zoya...kenapa tidak lanjutkan cerita mu..."
"Ck.. mereka akan marah pada ku nanti kalau pesta ini berlangsung tanpa mu oppa," paksa Zoya dengan tatapan tajam.
Dengan terpaksa Jihyo berjalan menuju meja member.
Dari kejauhan Hyun Soo memperhatikan interaksi antara Jihyo dan Zoya.
Zoya duduk kembali di tempatnya tadi, "beruntung aku masih bisa mengontrol mulut ku ini," gumam Zoya.
Pesta berlangsung hingga malam larut, kini semua orang sudah mulai bersiap pulang ke rumah mereka masing-masing.
Zoya berjalan dibelakang para member, matanya sudah sangat mengantuk. Kepalanya juga pusing tiba-tiba.
"sepertinya aku terlalu lama berada di pesta ini, aroma alkohol sangat kuat disini," gumam Zoya.
"Zoya...mari kita pulang," Jihyo sudah berdiri disamping mobil.
Zoya membungkuk pada member disana. "permisi oppa," ucapnya sopan.
"hati-hati dijalan," seru mereka serempak.
"dia wanita yang membuat Jihyo hyeong tergila-gila beberapa bulan ini." ceplos Junho tanpa rasa bersalah.
"apa...?" semua member menatap Junho tidak percaya.
...****************...
__ADS_1
Next....