Anak-anak Cahaya

Anak-anak Cahaya
Harta yang berharga


__ADS_3

Derrick tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dari tadi ia sudah gelisah menunggu. Ia tidak bisa mempercayai pendengarannya saat Aldi mengatakan bahwa Suryo akan datang dengan alasan sudah menyiapkan pesta kejutan.


Bagaimana mungkin bisa goblok sekali yah? Lagian apa coba yang perlu dirayakan? Tambah umur loh. Sebagai manusia harusnya sedih lah. Kan jadi tambah tua, tambah deket sama kematian koq malah seneng. Kalau daemon ngerayain baru bener. Karena berarti makin kuat. Memang tolol manusia-manusia itu.


Mereka amat sangat tidak disiplin.


Ughh... harusnya dengan apa yang sudah mereka lalui, mereka bisa lebih waspada. Trust no one...


Trust no one...


Itu yang Derrick pelajari sejak kecil. Dia yang Agung sudah sering mengatakan itu. Ia ingat waktu kecil bagaimana ia sangat senang jika Harvey membelikannya boba tea. Ia selalu senang bersama Harvey, karena Harvey sangat sabar, selalu membacakan cerita-cerita dongeng manusia sebelum ia tidur. Ia sayang sekali pada Harvey. Bagaimana Harvey dengan lembut menyuapinya makanan saat ia sakit, mengajarinya membaca, mengajaknya menonton film buatan manusia. Oh...betapa dulu ia menyukai saat-saat itu. Betapa bodohnya ia.


Betapa naifnya...


Sampai pada akhirnya, Dia yang Agung menunjukkan padanya bagaimana semua yang Harvey lakukan kepadanya salah. Harvey melakukan semua itu hanya untuk membuatnya jadi lemah. Dan betapa salahnya ia begitu mempercayai Harvey, karena ternyata Harvey hanya mengincar kekuatannya.


Dia yang Agung menunjukkan hal itu padanya. Harvey tidak akan bisa menumbangkan daemon lain. Karena itu ia mengincar Derrick yang saat itu masih anak-anak.


Ia ingat betapa ia merasa sangat terluka saat mengetahui hal itu. Ia tak dapat mempercayai bahwa Harvey yang sangat disayangnya ternyata hanya mengincar kekuatannya. Sejak itu ia berjanjia pada dirinya sendiri untuk tidak mempercayai siapapun.


Daaaannnn.....


Inilah kenapa ia sangat jijik melihat manusia. Manusia sangat bodoh, mereka banyak percaya satu sama lain. Padahal yang dipercayai punya banyak kelemahan.


Lihat aja tuh, anak-anak ini. Yang kabarnya, anak-anak jenius.

__ADS_1


Oh..ya kabar soal mereka sudah menyebar di kalangan daemon. Bagaimana pejuang terang legendaris, Mr. Eraser dan Mrs Longlife muncul kembali setelah sekian lama menghilang. Derrick menganggap dirinyalah yang berjasa mengungkap keberadaan mereka.


Well...


Meskipun Allen dan Ramon ada andil juga, tapi mereka berdua sudah modyaaar. Jadi ya cuma ia, Derrick, yang berjasa kan? Hehe...he...


Sekarang cucu-cucu dari pejuang terang legendaris itu akan menjadi miliknya.


Semua Daemon akan iri padanya. Kabarnya anak-anak ini adalah anak dari ramalan itu. Hmm ..... bayangan bagaimana ia akan menjadi daemon dengan tambahan kekuatan mereka membuat air liur Derrick hampir menetes.


Sudah berhari-hari, ia merencanakan ini. Tanpa sepengetahuan Dia Yang Agung. Ia sangat berhati-hati untuk tidak bertemu secara langsung dengan Dia yang Agung, karena Dia Yang Agung akan dapat membaca pikirannya jika mereka bertemu face to face. Dengan menjaga jaraknya agar semakin jauh darinya, Derrick bisa menyembunyikan pikirannya.


Ia mengetahui bahwa ia bisa menyembunyikan pikirannya dari Dia Yang Agung sejak dirinya remaja. Namun untuk menghindari kecurigaan dari Dia Yang Agung, Derrick sengaja menunjukkan sebagian saja dari pikirannya sehingga Dia Yang Agung tidak akan curiga sehingga ia bisa selamat sampai sekarang


Tapi namanya daemon, dengan adanya perintah ini, mereka justru semakin menginginkan mereka. Karena jika berhasil memiliki kekuatan mereka, desas-desusnya mereka bakalan jadi daemon terkuat yang bahkan bisa mengalahkan Dia Yang Agung.


Derrick tahu beberapa daemon sudah mencoba mencari informasi mengenai keberadaan anak-anak itu. Tapi memang Dia Yang Agung entah bagaimana bisa mengetahui siapa saja daemon yang mencoba cari tahu. Karena itu, beberapa hari ini dia sibuk keliling dunia membagikan hukuman pada daemon yang membangkang.


Derrick bukannya tidak takut akan resiko yang diambilnya. Tapi ia sudah menyiapkan alibinya jika ia sampai gagal. Ia bisa beralasan bahwa ia memang ingin menangkap mereka untuk dipersembahkan kepada Dia Yang Agung. Ia tahu Dia Yang Agung tidak akan curiga, karena selama ini pun ia sudah sering berbohong kepada Dia Yang Agung tanpa ketahuan. Ia hanya harus menjaga jarak. Hindari pertemuan secara langsung.


Rencana yang disusunnya sangat sempurna. Pertama, ia harus memberi umpan. Supaya mereka tidak berkumpul bersama. Umpan apa yang paling menarik?


Compound......


Selama ini ia tahu, pejuang terang tidak mengetahui keberadaan compound, hanya sedikit dari mereka yang mulai menyadari keberadaan compound. Ia sadar dengan R3 bersama mereka cepat atau lambat mereka akan mencoba untuk menyerbu compound.

__ADS_1


Sebenarnya Dia Yang Agung juga sudah tahu akan hal ini. DYA sudah memerintahkan untuk mengosongkan compound. Ia ingin supaya compound tetap menjadi rahasia yg tidak diketahui oleh manusia. Selama ini compound sudah banyak berkontribusi untuk kelangsungan daemon. Karena itu sebisa mungkin jangan sampai keberadaan compound terusik.


Derrick hanya tinggal menunggu waktu dimana mereka akan menyerbu. Karena itu ia memasang jebakan. Dengan adanya R1 sebagai daemon baru yang begitu ganas membabi buta haus akan darah. Daemon satu itu seperti bisul di bokong, sangat mengganggu. Derrick harus memberikan pengawasan extra padanya.


Dalam seminggu setelah menjadi daemon, R1 sudah memakan sepertiga anak-anak compound. Ia tak peduli apakah mereka sudah terbangun atau belum. Rasa lapar dan haus akan kekuatan sudah membutakannya. Saat Derrick melarangnya untuk memangsa anak-anak compund, R1 diam-diam menyelinap keluar dan memangsa manusia di luar sana. Ini membuat Derrick harus kerja lembur karena ia harus membersihkan kerusuhan yang dibuat R1. Pertama ia harus memastikan bahwa mangsa R1 tidak menjadi zombie lalu membuatnya seperti perbuatan hewan buas, pada akhirnya Derrick menyerah toh mereka harus mengosongkan compound, jadi biarkan saja R1 menghabisi semua anak-anak compound, sekalian Derrick bisa menyiapkan jebakannya.


Ia membiarkan R1 mengambil alih compound lalu memberi tahunya untuk mengunci semua zombie-zombie itu dan melepaskannya saat R3 datang. Namun ia tidak bisa percaya begitu saja pada R1 karena R1 adalah daemon yang gegabah karena itu ia menitipkan R1 pada Rakhta. Sebagai back up, meskipun ia yakin R1 tidak akan kesulitan melawan R3, ditambah beberapa daaemon dan Rakhta tambahan sedikit pejuang terang tidak akan menjadi masalah. Oh ya Derrick tau yang akan menyerbu tidak akan banyak karena informannya yang ia sebar di dalam organisasi pejuang terang itu mengatakan bahwa para petinggi mereka masih menyangkal keberadaan compound karena itu tidak ada penyerbuan, jika ada Derrick pasti sudah akan diberi tahu oleh informannya.


Ia memasang pengacak sinyal yang kuat di seluruh penjuru compound memastikan jika R3 sudah masuk ke dalam compund ia tidak akan bisa meminta bantuan. Derrick memprediksi, paling-paling R3 akan ditemani kakek dan nenek tua itu saja karena seperti DYA yang juga tidak akan merepotkan dirinya dengan perkara remeh, Derrick yakin pejuang terang-pejuang terang yag hebat pun tidak akan turut serta dengan R3 apalagi dengan keberadaan compound yang masih diragukan.


Semua berjalan sesuai rencananya, Aldi juga tidak mengecewakannya, entah dia yang terlalu pintar merayu atau manusia-manusia itu yang bodoh sehingga mau datang begitu saja.  Saat R1 mengabarinya bahwa pintu menuju compound sudah ada yang menerobos, ia langsung memerintahkan Aldi untuk merayu Suryo bagaimanapun caranya supaya Suryo mau datang. Aldi harus menurutinya jika tidak orang tuanya tidak akan selamat.


Hohoho.... ya Derrick tau apa kelemahan manusia. Manusia selalu mempunyai keterikatan, baik pada orang tua, saudara, kekasih dan bahkan ada beberapa yang memiliki ikatan yang kuat dengan hewan. Dengan menyandera orang tua Aldi, ia bisa memeras Aldi untuk melakukan apa yang Derrick mau. Sengaja Derrick tidak menjadikan Aldi menjadi daemon, karena dengan kedekatan Suryo dan Aldi sesuai cerita Aldi, ia menghindari kecurigaan yang bisa terjadi. Karena bagaimanapun tingkah daemon dan manusia itu berbeda.


Dan....


Sekarang....


Here they are...


Menyetorkan diri mereka kepadanya. Derrick tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat dilihatnya tatapan mata Wulan dan Suryo yang membelalak kaget begitu melihatnya......


Dengan riang ia pun berteriak...


"SURPRISEEEEDDD!!!!"

__ADS_1


__ADS_2