
Krek... yudha membuka pintu rumahnya, beberapa hari pergi membuat dia dan aini rindu akan suasana rumah, mereka kembali dengan perasaan yang sangat bahagia dan penuh semangat menjalani hari.
"selamat datang ratuku, welcome home honey " ucap yudha seraya membukakan pintu rumahnya untuk aini.
sementara aini tampak tersipu dengan tingkah suaminya, lagi lagi membuat malu padahal hanya hal sederhana tapi karena memang aini pemalu jadi hal sederhana pun bisa membuatnya seperti kepiting rebus apalagi jika yang melakukannya adalah yudha.
Terima kasih abang, tapi seharusnya aini yang membukakan pintu buat abang, bukan malah sebaliknya " aini berkata tanpa menatap suaminya, dia takut pipinya yang memerah terlihat oleh yudha.
"Tak apa sayang, ini kan rumah kita berdua, jadi siapapun boleh membukanya lebih dulu " yudha tekekeh, dia tahu istrinya sedang menahan malu.
Namun, sebelum aini memasuki kamar tiba tiba kepalanya terasa pusing dan akhirnya aini terjatuh.
Yudha yang dibelakangnya berhasil menahan tubuh aini agar tidak terjatuh, tiba tiba dia terlihat panik melihat wajah aini yang pucat dan terlihat kelelahan.
Akhirnya yudha menggendong aini, dan kembali melajukan mobilnya menuju Rumah sakit terdekat, dia benar benar khawatir akan keadaan istrinya saat ini.
...
__ADS_1
Dokter bagaimana keadaan istri saya, apa dia baik baik saja, apa ada masalah serius dengan kesehatannya, apa dia akan baik baik saja, apa dia sudah bangun? " Yudha sangat khawatir dengan keadaan istrinya,wajahnya menunjukan ketegangan.
Tenang pak, bu aini hanya kelelahan sebaiknya malam ini istri anda istirahat dulu disini, besok baru boleh pulang " ucap sang dokter
Terima kasih, dok " yudha bergegas masuk ke ruangan aini
Tunggu, pak " dokter menahan langkah yudha.
Apalagi dokter ? " yudha tampak tidak sabar ingin segera menemui istrinya
sementara yudha tak menjawab apapun, matanya menyorotkan binar bahagia, sementara mulutnya tampak menganga seolah tak percaya dengan ucapan dokter.
...
"Sayang, kamu mau makan atau minum apa? atau ada sesuatu yang ingin aku lakukan?" ucap yudha sambil menggenggam tangan istrinya.
"Gak bang, aku gak ingin apa apa, kenapa abang tampak bahagia sekali " aini keheranan dengan sikap suaminya
__ADS_1
Yudha mencium pucuk kepala istrinya, membisikan bahwa istrinya saat ini tengah mengandung.
"Bang, apa abang serius? abang tak bercanda kan? " ucap aini sambil menahan tangisnya
"Gak sayang, selamat ya dan terima kasih sudah menyempurnakan kebahagiaan abang " yudha kembali mengecup pucuk kepala istrinya sambil mengusap perut perut istrinya yang masih rata.
Merekapun saling berpelukan dan aini menangis dalam hangat pelukan suaminya.
...
Mereka bersiap untuk meninggalkan rumah sakit, hari ini aini sudah dibolehkan pulang dan harus banyak istirahat di rumah.
Mulai hari ini yudha akan menjadi suami siaga untuk istrinya, lebih perhatian dan mencurahkan segalanya untuk aini dan calon bayinya.
Bagi yudha, kehamilan aini tidak hanya dinantikan selama dua tahun, tapi kehamilan ini menjadi garbang pembuka keluarga baru, keluarga yang kelak akan menjadi besar, keluarga yang hangat dan penuh cinta, keluarga yang akan melahirkan banyak keturunan.
"Selamat bertumbuh sayang, sehat terus ya, ayah akan jagain kamu dan bunda sebaik mungkin " bisik yudha diperut aini, setelah itu yudha menggendong aini masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sangat hati hati, yudha tak ingin melakukan hal ceroboh yang mengancam keselamatan istri dan anaknya.
__ADS_1