Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 21


__ADS_3

" ya Allah bisa-bisanya tadi ustadz Fawwas ke kelas " batin Zize sambil berjalan menuju ruangan ustadzah Inggit.


" assalamualaikum " ucap Zize.


" waalaikum salam, siapa? " tanya ustadzah Ulfa.


" Zize ustadzah " balas Zize.


" buka aja pintunya Zize " ucap ustadzah Ulfa.


Zize lalu membuka pintu dan menaruh absensi di tempat biasanya.


" kok baru dibalikin Zize " ucap ustadzah Inggit dari balik lemari.


" iya ustadzah afwan, tadi yang piket dikelas ana kayaknya gak sadar deh kalo absensi udah dibalikin, soalnya absensi nya di taro di laci bukan di meja " jelas Zize sambil menundukkan kepalanya.


" oh gitu, biasa aja kali Zize gak bakal dihukum senyum dong, ustadzah Inggit mah gitu jarang senyum " hibur ustadzah Ulfa.


" yaudah jangan diulang lagi tadi pagi kalian lupa ngambil sekarang lupa balikin, pokoknya ingetin terus ya Zize anggota nya " ucap ustadzah Inggit.

__ADS_1


" iya ustadzah, afwan ya sekali lagi kalo gitu ana langsung pulang ya ustadzah, assalamualaikum " ucap Zize.


" waalaikum salam, eh tunggu Zize " balas ustadzah Inggit.


" iya kenapa ya ustadzah " jawab Zize.


" tolong dong kamu ke rumah Bu nyai bentar, tolong kamu kasih ini, tadinya mau ustadzah langsung tapi ustadzah harus ngasih berkas ini ke ustadz Rizal " ustadzah Inggit sambil memberikan sebuah paper bag berwarna cokelat.


" iya ustadzah, cuma ini ustadzah atau ada pesan yang harus ana sampaikan? " tanya Zize.


" ini aja, makasih ya Zize " ucap ustadzah Inggit.


" jam sebelas lewat dua puluh menit, bentar lagi jaros harus cepet nih " batin Zize sambil mempercepat langkah kakinya.


Zize lalu berjalan dengan langkah sedikit lebih cepat namun gadis itu masih terlihat anggun, namun, pandangan mata Zize seketika tertuju pada Dita dan Damar yang nampak sedang menuruni tangga di gedung utama.


" Dita?,Damar?, ngapain itu anak berdua, tumben bareng, di gedung putra lagi " batin Zize sambil memicingkan matanya.


Zize sebenarnya ingin menghampiri Dita dan Damar namun waktu yang ia miliki hanya sedikit jadi gadis itu tetap berjalan menuju rumah Bu nyai.

__ADS_1


-


" eh itu Zize bukan sih?! " tanya Damar saat melihat Zize yang berada tak jauh dari gedung tempat mereka berada.


" eh iya itu Zize, dia ngapain masih bawa tas kayak gitu?, untung bocahnya cakep " balas Dita.


" kayaknya dia mikir macem-macem deh soalnya kita barengan pas turun tangga tadi " ucap Damar.


" gak, Zize gak mungkin gitu pola pikir dia itu gak sempit kayak antum Damar " balas Dita sambil menaikkan alisnya.


" Dita, antum itu ketua satu loh main ke gedung putra, dan posisi nya antum sama ana cuma berduaan, nanti kalo kita dikira pacaran gimana? kalo nanti anti dipandang jelek gimana? " jelas Damar.


" iya Damar, maaf tadi itu rencananya udah mau nitipin minuman itu kok, ana juga dari tadi jaga jarak sama antum, ana cuma mau kita akrab aja pas nanti kita lomba soalnya kata yang lain antum itu orangnya cuek, gak mau ngobrol sama sembarangan orang, dan setelah ana lihat antum gak gitu kok, antum baik kalo ada yang gak bisa antum gak segan nolongin, ya maaf kalo emang buat antum ngerasa risih, dan juga ana gak mau yang macem-macem kok cuma itu, beneran ana gak bohong " jelas Dita dengan wajah bersalah nya.


" tapi Dita ana cuma... "


" gak apa kok Damar ana tau antum mau ngejaga nama baik ana, dan nama baik organisasi, kalau gitu ana pulang ya makasih udah ngajarin tadi assalamualaikum " ucap Dita sambil meninggalkan Damar.


Damar lalu melihat Dita yang berjalan menuju area putri dengan wajah sebal nya jujur, ia merasa bersalah karena terlalu cuek pada gadis itu sejak Dita datang ke kelas.

__ADS_1


-


__ADS_2