Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode 31


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tak terasa kelas tahfizh pagi akan segera dimulai, para santri sudah duduk rapih di kelasnya masing-masing.


" Zize mana? " tanya Mia yang terlihat masih mengantuk.


" gak tau, tadi sih waktu ana bangun tidur dia udah gak ada ditempat " balas Dhara sambil membuka Al-Qur'an miliknya.


" kenapa emangnya? " tambah Dhara.


" gak apa-apa sih cuma heran aja, seorang Zize yang biasanya udah stand by disini gak ada " jelas Mia.


" iya juga sih tumben Zize belum di sini " ucap Zeo.


sementara Zize...


" sini ana bantu turunin barangnya " ucap Aslan pada Zize yang sudah sampai di lokasi camping.


" Aslan?!, antum ikut? " ucap Zize yang terkejut saat melihat laki-laki itu.


" iya, ana ikut kok antum baru sadar sih " balas Aslan.


" dari berangkat di pondok, ana gak lihat antum sama sekali " ucap Zize yang masih heran.

__ADS_1


" iya lah Zize, kita beda mobil lagian kita juga perginya pagi banget " jelas Aslan tak lupa dengan nada lembutnya.


" ana bantu angkat sampe tenda ya " tambah Aslan namun segera ditolak oleh Zize.


" jangan, gak usah, ini lumayan ringan kok, kalau gitu ana duluan ya, makasih udah bantuin tadi " ucap Zize.


gadis itu lalu pergi meninggalkan Aslan sendiri, ia tak mau kalau ada ustadzah yang salah paham jika Aslan terlalu dekat dengannya.


gadis itu lalu sampai di depan tenda yang bertuliskan kertas " tenda khusus panitia ", ia lalu memasukkan barang miliknya dan mulai menyusunnya.


" Zize, antum gak di tenda ini ya, nanti antum se tenda sama koordinator Pramuka " jelas ustadzah Anggi.


" oh gitu, Afwan ya Ustadzah terus tendanya dimana ya Ustadzah? " tanya Zize.


" oke Ustadzah Syukron " balas Zize.


gadis itu lalu kembali mengambil barang miliknya dan berjalan menuju tenda yang ditunjukkan oleh Ustadzah Anggi.


" KEPADA SELURUH PANITIA YANG SUDAH MELETAKKAN BARANG DI TENDA, HARAP UNTUK BERKUMPUL DI LAPANGAN SEKARANG " ucap ustadz Fahmi dengan suara lantang.


seluruh panitia yang sudah datang langsung berkumpul di lapangan yang dimaksud.

__ADS_1


" baik, karena semuanya sudah berkumpul dan sebentar lagi panitia yang sebenernya akan datang, maka ana akan memperkenalkan dulu kakak pembina yang akan menemani kita selama tiga hari ke depan " jelas ustadz Fahmi.


" Zize, ana boleh minta tolong? " ucap ustadzah Anggi pada gadis disampingnya itu.


" iya, boleh ustadzah, memangnya minta tolong apa? " tanya Zize.


" tolong ambilin sarung tangan ana ya di tenda yang kuning itu, di dalam tas bunga-bunga yang paling depan, kalo antum buka tendanya langsung keliatan kok " jelas ustadzah Anggi.


Zize lalu menganggukkan kepalanya, ia lalu segera mengambil sarung tangan milik Ustadzah Anggi, dan bergegas kembali ke barisan.


" ini ustadzah sarung tangannya " ucap Zize pada ustadzah Anggi yang terlihat sudah kedinginan.


" makasih ya Zize " balas ustadzah Anggi yang langsung memakai sarung tangan tersebut.


" baik, ini kakak pembina yang terakhir ya " jelas ustadz Fahmi.


" nama saya Abian, ustadz dan ustadzah semuanya bisa panggil saya Bian "


deg.


mata Zize seketika terbuka lebar, jantungnya berdetak dua kali lebih kencang, udara disekitarnya seketika terasa lebih dingin, ia lalu melihat perlahan laki-laki yang baru saja memperkenalkan namanya itu.

__ADS_1


" kak Bian? " batin Zize yang terkejut saat melihat masa lalu nya itu


" ya Allah, kenapa engkau mempertemukan saya lagi dengan laki-laki baik itu?, apa engkau ingin membuat benteng kokoh yang saya telah buat ini hancur kembali?, tidak, saya tidak boleh jatuh lagi seperti dulu, dia sudah punya dunianya sendiri saat ini, astaghfirullah lindungi hati ini agar tidak bertindak terlalu jauh " batin gadis itu lagi.


__ADS_2