Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.50


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, seluruh santriwati kelas sebelas akhirnya tiba di lokasi camp, lima tronton tiba, seratus dua puluh orang turun dan langsung meregangkan otot-otot tubuhnya, perjalanan yang memakan waktu sekitar lima jam lebih terasa sangat melelahkan, empat tronton besar yang mengangkut santriwati dan satunya lagi berisi barang, cukup berhasil membuat area lapangan seketika ramai pagi hari itu. Panitia yang sudah bersiap menyambut peserta camp itu langsung memberikan instruksi untuk berbaris rapih.


Fira, selaku ketua koordinasi Pramuka perwakilan putri, maju dengan percaya diri sembari tangan kirinya memegang alat pengeras suara, ia lalu menempatkan dirinya ditengah lapangan, bersiap-siap memberikan instruksi kepada yang lain.


"Perhatikan"


Suara gadis Pramuka itu terdengar lantang dan tegas, suara bising seketika hilang begitu saja, kini perhatian seluruhnya tertuju padanya. Gadis itu tersenyum manis ketika berhasil mengkondisikan angkatannya sendiri, jujur, sebelumnya ia sempat ragu, takut jika perintahnya tidak didengarkan.


"Baik, selamat datang kepada seluruh kelas sebelas yang kini sudah sampai di bumi perkemahan, cuaca pagi hari ini cukup cerah, dan sepertinya akan makin cerah karena kedatangan antunna, yang kami tunggu-tunggu" ucap Fira mengundang sorakan ramai dari santri lainnya.


"Oke, selanjutnya kepada teman-teman ana yang tercinta, ana disini akan memberitahu letak tenda untuk area putra dan putri, serta lokasi apa saja yang berada di sekitar bumi perkemahan kita, mohon perhatikan sebab tidak ada pengulangan. Pertama, kita saat ini berada di lapangan utama, tempat segala kegiatan gabungan dilakukan, ingat-ingat ya ini lapangan utama, masuk sedikit ada enam tenda sedang yang merupakan dua tenda panitia, dan dua ustadz ustadzah, dan duanya lagi tenda khusus Kakak pembina yang didatangkan khusus untuk kalian, sebelahnya ada tenda besar, alias tenda peleton, tenda pertama itu tempat kalian ambil makan, yang ditengah tempat jika memerlukan obat-obatan dan perawatan kesehatan, dan tenda terakhir tenda untuk kalian misal jajan mau beli mie atau gorengan, dan mencari ustadz dan ustadzah bisa kesana, karena pasti selalu standby".


Gadis itu berhenti berbicara sejenak ketika merasa angkatan nya itu mulai tidak fokus, ia mencoba menunggu sampai anggota nya diam, namun sejujurnya tenggorokannya sudah mulai kering, ternyata menjadi tour guide bukan hal yang mudah.


"Baik, yang terakhir yaitu area kamar mandi, mungkin kalau dari sini tidak terlalu kelihatan, jadi kalian bakal tau sendiri, di belakang tenda peleton tersebut akan ada sebuah tirai dimana itu adalah kamar mandi, atau toilet untuk putri, dan untuk area putra kami tidak kasih tirai paham?, konsekuensi bagi yang melewati batas, merusak tirai, ataupun pergi melewati wilayahnya akan kami pulangkan langsung ke pondok, serta diberikan surat peringatan dengan level berat" tegasnya penuh penekanan.


Gadis itu diam sejenak setelah memberikan sebuah peringatan penting, namun pada detik berikutnya ia langsung memasang senyum manis nya kembali.


"Oke, terimakasih yang masih menghargai ana dengan tidak ikut berbicara, baik kita lanjut, area tenda putri berada sekitar tiga menit dari sini, bisa dilihat ada sejejer tenda warna oranye dan biru gelap, nah itu tenda antunna, dan area tenda putra berada sekitar tujuh menit dari sini, bisa dilihat tenda berwarna abu dan biru langit, itu tenda khusus putra ya, dan yang terakhir, ada satu saung yang ada di sekitar tenda peleton, saung kecil yang warna hijau, itu kalian bisa duduk-duduk sambil bikin kopi, teh atau minuman hangat lainnya, itu gratis ya, gak bayar, baik langkah selanjutnya adalah, seluruh teman-teman perjuangan yang ana sayangi, silahkan menaruh, dan merapikan barang-barang ke tenda masing-masing, ana gak akan bacain nama setiap regunya lagi, karena antunna pasti sudah tau anggota kelompoknya, baik, saat ini jam setengah sembilan, setengah jam lagi kita akan kembali bertemu di lapangan ini untuk upacara pembuatan, atas perhatiannya ana, Safira Lilian mengucapkan terimakasih" ucap Fira yang sekali lagi memasang senyum paling manis dan menawan miliknya, ia berharap camp kali ini bisa berjalan menyenangkan.


"KAKAK-KAKAK BAGIAN INFORMASI TOLONG LAGU DONG BIAR SEMANGAT" semangat Fira.

__ADS_1


Lagu Elang yang dibawakan CJR menjadi lagu pembuka pada pagi itu, suasana gembira dan penuh semangat terasa sangat begitu nyata, Fira lalu mematikan alat pengeras suara yang secara tidak langsung akan menjadi teman selama camp berlangsung, gadis itu rasanya ingin sekali berteriak saking senengnya. Namun, yang ia butuhkan kini adalah sebuah air mineral, tenggorokannya terasa begitu kering setelah memberikan informasi tadi, tetapi disisi lain ia juga merasa sangat lemas untuk berjalan menuju saung, karena rasa lemas yang hampir menguasainya, gadis itu lalu memilih duduk sebentar di rumput hijau di lapangan utama, rasa hausnya mungkin akan hilang jika ia duduk sebentar, pikirannya.


"Nih"


Tak lama setelah ia duduk, sebuah botol air mineral yang terlihat sangat segar tiba-tiba berada di depan matanya, gadis itu lalu mengambilnya tanpa berfikir lama, ia benar-benar haus kali ini.


"Makasih" balas Fira pada sosok yang memberikan air tersebut.


"Lagian udah tau haus di ujung nyawa, masih sempet duduk" ucap Sosok itu yang tak lain salah Khafi.


"Tau lemes gak?, lemes abis ngejelasin segalanya" balas Fira yang berhasil menenggak minuman dingin itu sampai habis.


"Tadi ana tawarin diri antumnya gak mau, sekarang udah mau di ujung nyawa nyalahin ana, salah terus emang" balas Khafi dramatis.


"Emang selalu salah, antum mana pernah bener" ketus Fira namun Khafi tau gadis itu bercanda.


"Ngomong-ngomong MC aman?, Zize galak gak?, dia ngerepotin gak?" tanya Fira penasaran.


"Nanya tuh satu-satu, bisa gak?" kesal Khafi pada gadis paling cerewet yang pernah dikenalnya.


"Jawab aja sih Fi, ana males ngulang nya" balas Fira.

__ADS_1


"Oke, pertama, MC sejauh ini aman, gak ada masalah, latihan berjalan lancar, kedua, dia gak galak, baik, malah kadang kita bercanda, terakhir gak ngerepotin sama sekali, kerja sama Zize malah dibantuin banget, terus dia anaknya kalo gak tau langsung nanya" jelas Khafi yang membuat Fira senang, ia benar, telah memilih Zize.


"Kan, pilihan ana gak salah, nanti kapan-kapan harus coba nge-MC bareng Dhita, tau gak Dhara, dijamin asik parah" ucap Fira semangat, namun lawan bicara nya itu malah melengkungkan bibir nya.


"Sama antumnya kapan?" tanya Khafi.


"Mimpi, ana pemalu, gak mau dan gak akan pernah MC bareng antum, enak aja" balas Fira.


Laki-laki yang merasa tertolak itu hanya dapat terkekeh, ia lalu bangkit dari tempat duduknya, memilih kembali ke tenda panitia dan berfikir untuk berkunjung ke tenda sejolinya yang lain.


"Dah ya mau ke tenda, kalo mau MC bareng bilang ya" goda Khafi.


Fira hanya diam, ia memilih menundukkan kepalanya, tak ingin jika Khafi tau perbuatannya barusan berhasil membuat sebuah rona merah pada pipi nya.


"Hmm, pergi dah sana gak usah balik lagi" balas Fira yang masih menundukkan kepalanya.


Khafi lalu kembali menuju tenda, ia masih tak sadar jika perbuatannya barusan berhasil membuat gadis itu sibuk mengurus jantungnya yang kini berdetak lebih cepat, serta rona merah yang kini berusaha ia hilangnya.


"Khafi kebiasaan kali ngomong gak pernah mikir" batin Fira.


-

__ADS_1


__ADS_2