Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode. 53


__ADS_3

Tentang Damar


Laki-laki dengan tinggi 177cm, memiliki visual yang mampu membius mata yang melihatnya, alis tebal serta kulit coklat yang menawan selalu menjadi daya tarik tersendiri baginya, menjadi sorotan adalah salah satu hal yang sudah ia sering alami. Siapapun akan jatuh pada pesona yang dimiliki Damar Argatsani.


Di keluarga nya, ia merupakan anak kedua, itulah sebabnya iya di beri nama Argatsani, yang berarti kedua, satu pondok dengan Zize Izeta, sepupunya yang banyak bicara. Ia juga awalnya tak menyangka jika akan satu pondok dengan Zize, sepupu yang sudah bersamanya sejak masih memakai popok.


"Aku pokoknya gak mau satu pondok sama kamu Ci, kamu cengeng, pasti kalo nangis ke aku terus"


Kata-kata yang selalu diucapkan oleh nya, hingga Zize kadang sudah muak dan sesekali memukul kepala Damar.


Sosok dingin, cuek, namun penuh perhatian sangatlah cocok untuk nya, Damar bukan lah laki-laki yang banyak bicara seperti Abimanyu, suka tersenyum seperti Fatih, atau hangat seperti Aslan. Ia jauh dari itu semua, namun entah sejak kapan sifat cueknya luntur begitu saja, mungkin sejak sepupunya itu mengenal Abian, entahlah, ia juga tak ingat.


Seperti yang diketahui, Damar dan Zize adalah saudara dekat, sangat dekat hingga barang-barang keduanya seringkali sengaja dibeli sepasang, layaknya adik kakak pada umumnya, awalnya Damar sangat tidak menyukainya, terlebih barang nya juga kadang ikut berwarna pink atau warna cerah lainnya, membuat ia malu, bahkan enggan memakainya. Keduanya sudah satu sekolah semenjak SMP, namun hubungannya belum sedekat sekarang, orang-orang juga saat itu belum mengetahui kedua bintang sekolah tersebut memiliki hubungan saudara, yang satunya takut jika nanti memiliki banyak teman hanya karena memiliki saudara tampannya itu, dan satunya malas memberitahu karena untuk apa juga, pikir Damar saat itu.


Nama Zize kadang menjadi perbincangan hangat di antara Santri putra, bagaimana tidak, sepupunya itu kerap memenangkan penghargaan dan kadang bolak-balik ke area putra karena panggilan Bu nyai, Damar juga tidak akan pernah membayangkan jika pesona Zize mampu menarik perhatian Aslan, yang terkadang membuat dirinya harus menjadi tempat wawancara sejoli nya itu, dan tak jarang ia juga menjadi target cemburu Aslan.

__ADS_1


Laki-laki itu ingat betul bagaimana Zize kala itu menarik nya ke gedung paling atas hanya untuk bercerita tentang lemarinya yang tiba-tiba berisi makanan, dan minuman kesukaannya, atau Al-Qur'an miliknya yang tiba-tiba terselip surat entah dari siapa, gadis itu ceritakan semua kepada Damar, tumpah begitu saja, dan juga tentang tingkah Aslan yang kadang membuat Zize kesal, Damar sabar mendengarkan satu persatu cerita gadis itu.


Dan Damar begitu ingat, sepupunya itu tengah bercerita tentang Abian, laki-laki asing yang ia kenal sejak beberapa hari yang lalu, gadis itu menceritakan dengan detail pertemuannya dengan Abian saat sedang bersepeda sendiri, dimana Abian adalah laki-laki tiga tahun diatasnya, dan ternyata tempat tinggal Abian tidak jauh dengannya, sejak itu Zize jika liburan pasti selalu main dengan Abian dibandingkan dengan nya, membuat rasa cemburu muncul karena kini gadis itu lebih memilih Abian dibanding dengannya, dan juga membuat Damar pada akhirnya bertemu dengan Abian, Zize bahkan seringkali menawarkan Abian menjadi Kakak sepupunya untuk menggantikan posisi Damar, kalimat itu terus saja di ucapkan hingga mendapatkan bonus pukulan.


"Mainnya sama Kak Abian terus" keluh Damar pada Zize yang baru pulang sejak pergi tadi siang.


Zize hanya mengerutkan keningnya heran, baru kali ini seorang Damar berbicara seperti itu.


"Lagian, tadi aku ajakin kamu nya gak mau Argatsani, giliran gini aja nyalahin, gak jelas" balas Zize.


"Emang orang kalau jatuh cinta gitu, lupa sama semuanya" goda Damar yang membuat pipi Zize seketika merona.


"Apaan sih, ini abis di temenin beli buku doang ga jelas" balas Zize ingin memukul Damar yang kini sudah lari menjauh.


Itu adalah ekspresi yang paling Damar suka dari Zize, ekspresi malu sekaligus menggemaskan yang disuguhkan bersamaan, namun itu hanya sesaat, sebelum sepupunya itu jatuh sakit beberapa hari karena ulah oknum yang sama.

__ADS_1


"Bukan salah dia loh Damar, Kak Abian justru baik loh ngasih tau kalau dia bentar lagi tunangan, itu kan juga bukan kemauan dia Argatsani " jelas Zize.


Damar kini tengah berada di ruang kesehatan, laki-laki itu berani menerobos jauh ke wilayah putri dibantu oleh Dhara, ketika mendengar Zize jatuh sakit sudah hampir satu Minggu.


"Dhara boleh keluar dulu?, Ana mau ngomong berdua sama Cici" pinta Damar yang langsung membuat Dhara pergi.


"Makannya, jangan bodoh" sentak Damar.


Zize menundukkan kepalanya, ia kembali menangis sebab sepupunya itu baru saja membentak nya, ia tak berani melawan Damar saat ini, ia takut, namun di dalam hatinya, ia masih merasa sakit.


.


.


.

__ADS_1


Laki-laki dengan Baret Pramuka itu kini tengah memandang sinis seseorang yang tak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah ingatan sialan yang pernah membuatnya khawatir pada sepupu kesayangannya itu. Abian, nama yang selalu Damar ingat, ia tak akan pernah lupa dengannya.


__ADS_2