Anda Jodoh Saya?

Anda Jodoh Saya?
Episode.51


__ADS_3

Seperti instruksi dari Fira, seluruh santri langsung bergegas menuju tenda, barang yang dibawa ternyata cukup banyak, dan cukup melelahkan ketika harus bolak-balik membawanya. Sedangkan santri yang memiliki barang paling sedikit, ditugaskan oleh ketua regu masing-masing untuk membantu teman-teman yang lain menata barang yang sudah diletakkan di tenda.


"Barang masih banyak Dit?" tanya Zize yang muncul di belakang Dhita, ingin membantu sejolinya itu, sekaligus ingin mengejutkan gadis itu.


"Eh ini- IZETA YA ALLAH ANTUM BERANI-BERANINYA MUNCUL" omel Dhita ketika melihat Zize yang tiba-tiba muncul dihadapannya ketika satu hari lalu hilang begitu saja tanpa alasan.


"Hehe, aloo" sapa Zize sambil tersenyum.


"Maaf, lagian itu kan misi Anin, ana harus pegang amanah, kan antum sendiri yang bilang gimana sih Bu ketua" balas Zize yang kini sudah menyamai langkah kakinya dengan Dhita sambil memegang tas yang cukup besar.


"Mana yang lain?" tanya Zize.


"Dhara sama Zeo satu regu, kalo ana sama Mia" jawab Dhita.


Zize hanya mengangguk mengerti, Zize sebenarnya sudah tau namun ia hanya ingin berbasa-basi.


"Jadi datang kesini dari kemarin? bareng Aslan?" tanya Dhita yang dibalas dengan alis Zize yang dinaikkan. Keduanya kini diam sambil berjalan menuju tenda Dhita.


Zize paling suka berbicara mengenai Aslan, ataupun tentang santri putra lainnya dengannya, karena yang satu ini tidak pernah heboh, ataupun mengejeknya seperti yang lain, dan Dhita juga tidak pernah membahas tentang hubungan Aslan sesering yang lain. Dhita paham itu adalah ranah pribadi Zize.


"Udah nih ya, barang yang terakhir, capek juga" ucap Zize yang akhirnya sampai di tenda regu milik Dhita, ia lalu memutuskan untuk duduk sebentar.


"Mau minum gak?" tawar Dhita.


"Boleh deh, abis ini mau lanjut nge MC bareng Khafi" balas Zize.

__ADS_1


Dhita lalu memberikan sebuah botol air mineral dengan merk kesukaan Zize, ia itu lalu menerima dan mulai meneguk air hingga nyaris habis, membuat Dhita heran melihat Zize ternyata se haus itu.


"Antum dari kemarin gak dikasih minum apa gimana?, haus banget, kasian ih" ucap Dhita khawatir.


"Heh, iya kali ana gak dikasih, dikasih sih pasti, cuma tuh ana capek banget dari jam enam udah latihan MC bareng Khafi, gak berhenti-henti, mana bocah nya aktif banget kalo ngomong" jelas Zize.


"Kirain gitu loh, lagian haus banget gitu" balas Dhita.


"Udah ya mau latihan MC lagi, gak enak kalau ditunggu kelamaan" pamit Zize.


"Ambil itu minuman nya lagi, nanti dehidrasi gimana?" tahan Dhita membuat Zize terkekeh heran.


"Ya ampun, kan dibilang itu disana ada banyak banget" balas Zize.


"Tapi kalo haus atau butuh minuman makanan kesini aja ya, disini banyak, ana bawa banyak banget soalnya" ucap Dhita yang dibalas anggukan Zize.


Dhita lalu memperbolehkan perempuan sebayanya itu pergi.


.


.


.


Zize akhirnya sampai di tempat latihan yang ternyata sudah ditunggu oleh Khafi entah sejak kapan, gadis itu awalnya ingin mengajak Khafi bercanda, namun niatnya ia urungkan sebab raut wajah laki-laki itu nampak sedang tidak baik-baik saja, beda dengan latihan awal.

__ADS_1


"Kenapa nih boss" ucap Zize sambil menghampiri Khafi yang tengah duduk di sebuah batu besar, namun hanya diam dan tatapan datar yang diterimanya, ia lalu ikut duduk di batu yang terletak cukup dekat dengan Khafi.


Keduanya kini hanya diam sambil duduk di atas batu yang terletak di lapangan utama, lapangan yang sama saat peserta di briefing oleh Fira.


"Jangan gini dong Khafi, bete nya sama Fira eh yang kena imbas ana" keluh Zize yang tak tahan dengan suasana aneh yang tercipta diantara keduanya.


"Gak gitu, ana cuma males aja latihan" balas Khafi yang tentu saja berbohong.


"Iyain dah, btw maaf ya kelamaan nyamperin nya, tadi ana ke tenda bocah2 dulu bantuin bawain barang, tapi kenapa antum gak manggil di mic sih?" ujar Zize.


"Males ah, nanti Kak Leo, Kak Abian, Ustadz Fawwas, sama Aslan rame-rame melotot terus lagi sama ana, ditambah Damar juga datang hari ini, makin dah itu berlima melotot berjamaah" canda Khafi sambil melempar lawan bicaranya itu dengan rumput yang sudah ia kumpulkan sebelum Zize datang.


"Khafi, serius dah ini kotor banget, bentar lagi kita nge MC" omel Zize yang kini sudah berdiri sambil membersihkan rumput dari baju seragamnya.


"Lebay, orang itu rumput kering kok"


Zize hanya mengerucutkan bibirnya kesal, sedangkan Khafi tetaplah Khafi yang dimatanya hanya terdapat Fira, dan Fira, mau selucu dan secantik apapun partner MC nya saat ini tetap akan buram dimatanya, laki-laki itu juga akhirnya ikut berdiri.


"Ayo latihan lagi, mood ana udah balik" ucap Khafi.


"Yeaaaa, berarti ana bisa balikin mood antum ya?" canda Zize.


"pede" ejek Khafi yang berjalan meninggalkan Zize dibelakangnya.


-

__ADS_1


__ADS_2