
" pengumuman...!, kalian udah tau belum? " teriak Zeo heboh saat tiba dikamar dengan nafas terengah-engah.
" kenapa Zeo?, pagi-pagi udah heboh aja " balas Mia penasaran.
" jadi ternyata, Zize sama Aslan adalah special committee " ucap Zeo dengan nada bicara yang dibuat-buat.
" maksudnya? " tanya Dita masih tak mengerti.
" jadi, mereka adalah panitia yang dirahasiakan sama semua ustadzah, mereka adalah panitia yang perginya duluan dibanding panitia dari koordinasi Pramuka " jelas Zeo.
" oh... pantesan ustadzah Sani tadi biasa aja pas ana bilang Zize gak hadir buat ujian " ucap Najla.
" memangnya panitia dari ustadz dan ustadzah siapa aja? kayaknya rame yang pergi " tanya Billa.
" setau ana, ada ustadzah Anggi, ustadz Fahmi, ustazah Lyli, ustadzah Aulia, ustadz Rizal, sama satu lagi... ustadz Fawwas " jawab Zeo.
" wih ustadzah yang pergi banyak juga, berarti kelas bakal kosong dong!, asik " ucap Mia polos.
" tau darimana Zeo? " tanya Hanah yang ikutan penasaran.
" haha, biasa tadi abis pulang dari kelas tahfizh, gak sengaja ketemu sama Abimanyu, tau lah Abimanyu itu tempat yang selalu update sama berita baru " jelas Zeo.
__ADS_1
" ustadz Fawwas pergi?, kenapa harus hari ini sih? " batin Dita kesal saat tau jika ustadz favoritnya pergi.
" oke, sekian berita yang dapat ana sampaikan, eh, ngomong-ngomong koordinasi Pramuka udah berangkat? " tanya Zeo sambil melihat lemari Fira yang masih terkunci rapat.
" udah, mereka pergi di tengah-tengah jam kelas tahfizh " jawab Najla yang dibalas anggukan kepala Zeo.
-
" ngeselin banget sih " batin Zize sambil duduk di depan tenda nya, ia benar-benar kesal dengan ucapan Fawwas.
" kan ana gak tau kalo kak Abian ngikutin ana, dan bisa-bisa ustadz Fawwas ngomong kayak gitu?, ana ngapain lagi tadi nangis didepan ustadz Fawwas, malu kan jadinya " tambah gadis itu lagi, ia tetap berada di depan tenda sendirian, masih kesal dengan kelakuan Fawwas padanya.
" Zize " panggil suara yang sangat dikenal oleh gadis yang masih kesal itu.
" Zize Izeta denger gak sih ana manggil " ucap Aslan masih menunggu.
" kenapa coba kayak gitu, lihat ana bawa apa buat antum " ujar Aslan membujuk Zize yang mulai mengangkat kepalanya.
" apa ini? " tanya Zize saat melihat sebuah buah kuning berbentuk bulat dengan beberapa bintik hitam.
" markisa, ini ambil kalo gak ana buang " jelas Aslan singkat.
__ADS_1
Zize lalu mengambil buah dari tangan Aslan, gadis itu hanya memperhatikan buah yang baru ia lihat.
" belum pernah makan? " tanya Aslan saat melihat gadis itu hanya melihat buah pemberiannya itu.
" udah, tapi kayaknya lupa soalnya buah markisa kan gak seterkenal buah-buahan yang lain " jelas Zize.
" kirain " balas Aslan dengan suara pelan dan mulai berbalik ke tendanya.
" eh mau kemana? " tanya Zize pada Aslan yang tiba-tiba berbalik tanpa pamit.
" mau balik ke tenda, kenapa?, mau nemenin? " tanya Aslan menggoda.
" ish mulai penyakit kepedean nya kambuh " balas Zize.
" Aslan temenin jalan-jalan yuk " ucap Zize yang membuat laki-laki itu heran.
" jalan-jalan?, sekarang?, sama ana? " ucap Aslan yang masih belum percaya.
" iya Aslan jalan-jalan sekitar sini, siapa tau kita nemu banyak buah selain markisa, iya sekarang soalnya kalo nanti anak-anak koordinasi Pramuka keburu dateng, dan untuk pertanyaan terakhir iya sama antum " balas Zize dengan sekali nafas.
" oke, mari kita pergi " ucap Aslan dengan wajah yang sangat senang.
__ADS_1
-